Ini cerita dari mulut ke mulut yang riwayatnya kabur. Jadi, Anda boleh 
dipercaya boleh tidak.


Seperti telah kita ketahui, di masa kepresidenannya, Gus Dur
adalah presiden yang paling sering melawat ke luar negeri. Dan Kuba
sebagai salah satu negara sosialis penting saat itu – juga saat ini –
tak luput dari kunjungan Gus Dur.


Setelah berbicara panjang lebar mengenai ekonomi dunia ketiga
di forum yang sengaja dibuat sehubungan dengan kedatangannya, Fidel
Castro lalu mengajak Gus Dur ke sebuah ruangan khusus di mana hanya ia
dan orang-orang kepercayaan saja yang hadir. Gus Dur mengira, pastinya
akan ada pembicaraan penting yang ingin disampaikan Fidel padanya. Tapi
ternyata, Gus Dur salah duga. Fidel sama sekali tidak menyinggung hal
apapun yang menyangkut persoalan-persoalan penting yang sedang terjadi
di dunia internasional saat itu. Lalu apa yang ditanyakan Fidel?
Berikut pertanyaan tersebut.


“Abdurrahman Wahid, selain presiden, Anda kan dikenal sebagai
tokoh agama. Artinya, Anda adalah orang memahami soal-soal agama. Untuk
itu saya ingin bertanya satu masalah yang sudah cukup lama menghuni
benak saya tentang Yunus (maksudnya nabi Yunus).”


“Oke, silakan kau kemukakan, Fidel. Selama saya mampu, saya akan menjawabnya,” 
kata Gus Dur.


Fidel lalu melanjutkan.


“Saya telah membaca semua kitab suci agama semit, tak
terkecuali alqu’an, kitab suci agama Anda. Dalam kitab-kitab suci itu,
semua cerita tentang Yunus nyaris seragam; Yunus dimakan ikan, lalu
dengan pertolongan Tuhan, Yunus selamat. Nah, pertanyaan saya wahai
Abdurrahman, kenapa kitab-kitab suci itu tidak menjelaskan lewat jalan
manakah Yunus selamat dari perut ikan itu.”


Dengan santainya Gus Dur menjawab.


“Fidel, Anda itu mengajukan pertanyaan kok gak lihat-lihat
orang. Kondisi mata saya ini kan sudah gak bisa lagi dipake membaca,
jadi bagaimana mungkin saya mencari-cari referensi untuk masalah
seperti itu. Tapi gini aja deh. Nanti kalau saya mati, di sorga kan
saya ketemu nabi Yunus tuh. Nah, ntar saya tanya nabi Yunus, lewat
jalan mana ia selamat dari perut ikan itu. Gampang kan.”


Fidel Castro yang rupanya tidak puas dengan jawaban itu langsung menyela.


“Iya kalo Yunusnya berada di Sorga. Kalau di neraka gimana?”


“Wah, kalo nabi Yunusnya di neraka sih, itu bukan lagi urusan
saya, Fidel. Itu urusan kamu!,” sahut Gus Dur
sambil terkekeh.


Mendengar jawaban yang tak sangka-sangka ini, tak urung Fidel Castro pun 
tertawa terbahak-bahak dan mengakui kejeniusan Gus Dur.


Bandung, 26 Agustus 2009,

Fahmi Faqih


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke