Secara jujur harus diakui, negeri ini penuh kebusukan dan kebrengsekan, yang 
levelnya sudah sangat memuakkan.... 
 
Tetapi syukurlah, Tuhan Maha Pengasih dan masih ada harapan untuk perbaikan 
masa depan negeri ini... Selama masih ada kebaikan dan masih ada orang yang mau 
berbuat baik tanpa pamrih, harapan pemulihan itu selalu ada....
 
Selamat berjuang untuk Indonesia!.
 
Satrio A.
========================================
From: agushamonangan <agushamonangan@ yahoo.co. id>
Sent: Thursday, September 10, 2009 15:01:13
Subject: [Forum-Pembaca- KOMPAS] Dermawan Bebaskan 2 Ibu dan Bayinya

Laporan wartawan WARTA KOTA Yoseph Suhirno

http://megapolitan. kompas.com/ read/xml/ 2009/09/10/ 09260357% 20/dermawan. 
bebaskan. 2.ibu.dan. bayinya

JAKARTA, KOMPAS.com." Dua ibu dan dua bayinya yang sempat disandera Rumah Sakit 
Bersalin (RSB) Sofa Marwa di Jalan Bina Marga, Srengsengsawah, Jagakarsa, 
Jakarta Selatan, akhirnya meninggalkan rumah sakit setelah biaya persalinan dan 
obat-obatan dibayar seorang dermawan yang enggan disebutkan namanya, Rabu (9/9) 
siang.

Suharni (30) bersama bayinya dan suaminya, Ario Bimo (32), diantar pulang ke 
rumahnya di bilangan Depok dengan ambulans RSB Sofa Marwa. Adapun Santi (27) 
beserta bayinya dan suaminya, Yudi Wijaya (48), diantar kru sebuah stasiun 
televisi ke kawasan Beji, juga terletak di Depok.

Menurut Nur Mulyanti Sugianto, pemilik RSB Sofa Marwa, kemarin siang, pihaknya 
tidak berniat menyandera kedua ibu dan bayinya itu. "Saya justru mencarikan 
jalan keluarnya untuk mendapatkan dana. Kalau disandera, ibu dipisahkan dengan 
bayinya. Ini kan tidak, dan mereka betah saja bahkan gemuk-gemuk karena makan 
di rumah sakit terjamin," ujarnya.

Kemarin sekitar pukul 10.30 ada dua wanita dan seorang pria datang ke RSB Sofa 
Marwa menemui Mulyanti. Ketiga tamu yang belakangan diketahui sebagai dermawan 
itu ingin mengecek langsung tentang kedua ibu dan bayinya yang tidak bisa 
membayar biaya persalinan setelah mereka membaca berita surat kabar.

Setelah mengetahui masalahnya secara rinci, para tamu itu menyatakan ingin 
membayar semua biaya yang dibebankan kepada keluarga Ario Bimo dan Yudi Wijaya. 
Menurut catatan di RSB Sofa Marwa, biaya yang harus dibayar Bimo sejak istri 
dan bayinya "dirawat" 5 Mei lalu sebesar Rp 20 juta lebih. Bimo sendiri baru 
menyerahkan uang Rp 4 juta ke rumah sakit sehingga masih ada kekurangan Rp 16 
juta.

Mulyanti mengatakan, dia bersedia memberikan potongan Rp 3,5 juta kepada 
keluarga Bimo sehingga tamu yang tidak bersedia disebutkan namanya itu 
menyerahkan uang Rp 12,5 juta.

Adapun untuk keluarga Yudi Wijaya, RSB Sofa Marwa memberikan potongan Rp 1,5 
juta. "Biaya perawatan termasuk makan tidak kami hitung selama 15 hari," ujar 
Mulyanti.

Yudi Wijaya yang seorang pemulung barang bekas sejak istrinya melahirkan secara 
caesar dua minggu lalu belum pernah menyerahkan uang ke rumah sakit. Oleh sebab 
itu, total biaya yang harus dibayarnya Rp 7 juta. Dengan potongan Rp 1,5 juta, 
maka demawan yang membantu dia harus membayar Rp 5,5 juta.

Mulyanti mengatakan, RSB yang dikelolanya juga menerima rujukan pasien keluarga 
miskin (gakin). Selama ini, tunggakan yang belum diselesaikan dari para pasien 
gakin itu mencapai sekitar Rp 80 juta. Dia berharap, pihak pemerintah 
secepatnya membayar ongkos pasien gakin itu karena sudah setahun belum dilunasi.

Di luar dermawan yang menyerahkan dana Rp 5,5 juta untuk keluarga Yudi dan Rp 
12,5 juta untuk Bimo, kemarin siang juga datang dua laki-laki yang mengaku iba 
setelah mengetahui derita kedua ibu dan bayinya. Salah seorang lelaki itu lalu 
menulis cek senilai Rp 5 juta yang diserahkan kepada Mulyanti. 






Satrio Arismunandar 
Executive Producer
News Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4034,  Fax: 79184558, 79184627
 
http://satrioarismunandar6.blogspot.com
http://satrioarismunandar.multiply.com  
 
Verba volant scripta manent...
(yang terucap akan lenyap, yang tertulis akan abadi...)


 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke