Tentunya salah tulis nama, seharusnya Bank Pencuri bukan Bank Century. Bagaimana deposit bisa selamat di Bank Pencuri?
Bank Pencuri ada banyak koneksi rahasia dengan para penguasa petinggi negara, jadi sebagaimana diketahui penguasa NKRI adalah kaum kleptokratik, mereka berakal bulus untuk bisa selalu mengeruk fulus. Beginilah harga mati NKRI. ----- Original Message ----- From: Satrio Arismunandar To: news Trans TV ; kampus tiga ; [email protected] ; ppiindia ; nasional list ; Forum Kompas ; AJI INDONESIA ; STUDENTS EMBA Bank Mega ; Pers Indonesia ; sastra pembebasan Sent: Thursday, September 10, 2009 5:38 PM Subject: [ppiindia] Kolom Tempo tentang Bank Century From: Bambang Sutrisno <[email protected]> Date: Thursday, September 10, 2009, 1:14 PM Kolom Bambang Harymurti di Tempo 13/9/2009 menyebutkan bahwa bail out yang dilakukan terhadap Bank Century patut disyukuri. Bahkan, di alinea ketiga disebutkan " ... Coba simak. Kali ini tidak ada dana rakyat yang dikucurkan karena Rp. 6,7 trilyun yang digunakan untuk menyuntik bank sakit ini berasal dari kocek LPS. ....". Ini masalahnya. Menganggap bahwa uang LPS bukan uang rakyat adalah salah sama sekali. LPS berdiri karena modal Rp. 4 trilyun yang diberikan pemerintah. Lantas, LPS juga memungut premi dari setiap penabung dan deposan sebesar 0,1% dari nilai simpanan nasabah. Premi ini untuk menjamin dana nasabah di bank. Siapa yang membolehkan LPS memungut premi tersebut? DPR. Bila kemudian LPS mengucurkan dana Rp. 6,7 trilyun kepada Bank Century, sungguh dana tersebut bukan uang pemerintah, apalagi uang Sri Mulyani. Jelas-jelas dana tersebut milik rakyat. Tidak boleh ada simplifikasi yang mengatakan bahwa dana LPS bukan uang rakyat. Saya tentu saja tidak rela. Salam, Bambang Sutrisno [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]

