Siap gan, merapat ke almt yg diberikin... lanjut gan !

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf
Of Alpha Bagus Sunggono
Sent: 18 September 2009 15:54
To: [email protected]
Subject: Re: [ppiindia] Adam di Kaskus

 

  

Sesungguhnya Nabi Musa protes kepada Nabi Adam,
mengapa melakukan perbuatan yang dilarang oleh Alloh.
Jika saja Nabi Adam tidak melanggar peraturan Tuhan,
maka seluruh keturunannya (termasuk Nabi Musa) masih ada di surga.

Hal ini berarti istilah surga adalah bukan hanya semacam kebun,
tapi memang suatu tempat yeng mengacu ke surga di sisi Alloh,
meskipun surga ini bersifat sebagai surga penguji, bukan surga yang
merupakan
balasan amal sholih umat Tuhan.

Karena kalau cuma hanya kebun , yang katakanlah di bumi,
Nabi Musa tidak akan protes kepada Nabi Adam.

Pada 19 September 2009 05:45, mediacare <[email protected]
<mailto:mediacare%40cbn.net.id> > menulis:
>
>
>
> Adam adalah makhluk dari ruang angkasa
>
> ----------------------------------------------------------
>
> Dalam banyak ayat, AlQur'an mengatakan bahwa tempat mula-mula Adam dan
Hawa adalah disuatu tempat bernama "Jannah", yang oleh kebanyakan ahli
tafsir diterjemahkan sebagai "surga", sebagaimana surga yang dijanjikan
untuk orang-orang yang beriman pada hari kemudian. Tetapi benarkah demikian?
Tidakkah akan dijumpai beberapa kejanggalan dan menimbulkan masalah yang
irrasional dan bertentangan dengan akal pikiran manusia, begitu memasuki
pemahaman AlQur'an lebih jauh lagi?
>
> Ada pengertian lain yang lebih tepat untuk penafsiran kata Jannah
ketimbang dari penafsiran surga, yaitu "kebun yang subur." Dan memang Jannah
dalam bahasa Arab dapat berarti kebun dan dapat juga diartikan sebagai
surga.
>
> "Hai Adam ! tinggallah engkau dan istrimu di Jannah serta makanlah oleh
kamu berdua apa-apa yang disukai, tetapi janganlah kamu mendekati Syajaratu,
karena kamu akan termasuk golongan mereka yang zhalim".
> (QS. 7:19)
>
> Iblis jelas sudah ingkar sejak dulu diperintahkan Tuhan untuk sujud pada
Adam, tapi kenapa masih ada dalam surga yang suci? Buktinya dia masih bisa
merayu Adam dan istrinya untuk mendekati Syajarah yang dalam terjemahan
Indonesia, biasanya ditafsirkan sebagai "pohon terlarang dalam surga"
>
> Tapi benarkah didalam Jannah atau kebun itu terdapat sebuah pohon yang
terlarang untuk dimakan buahnya oleh Adam dan istrinya?
> Mari kita tinjau dulu arti pohon terlarang ini dari ayat aslinya :
> Istilah yang dipakai oleh Qur'an untuk menyatakannya adalah dengan
Syajaratu atau Syajarah yang selalu ditafsirkan oleh para penafsir Qur'an
dengan kata pohon. Padahal tidak demikian adanya.
> Istilah Syajaratu memiliki pengertian Pertumbuhan, dan istilah Syajarah
berarti Bertumbuh bukan = pohon.
> Adapun yang berarti pohon ialah Syajaruh, seperti yang tercantum pada ayat
16/68, 27/60, 36/80 dan 55/6.
>
> Dan dengan pengertian serta perbedaan kedua arti kata itu, maka sekarang
bisa diartikan sebagai dilarangnya Adam oleh Tuhan untuk melakukan
persetubuhan/pertumbuhan dengan Hawa didalam Jannah tersebut, meskipun waktu
itu Hawa sudah menjadi istri dari Adam.
> Pertumbuhan itu adalah kata lain untuk pembuahan yang terjadi akibat
hubungan suami istri
> Karena itulah ayat AlQur'an tidak melarang Adam 'Jangan memakan' atau
'Jangan mengambil buah pohon' tetapi yang dinyatakan kepada Adam adalah
'Jangan mendekati pertumbuhan'.
>
> AlQur'an memang melukiskan kejadian tersebut sedemikian rupanya melalui
kalimat-kalimat yang halus dan baik sehingga menjadi sopan dan indah dengan
perkataan Syajarah atau Syajaratu yang oleh para penafsir selama ini
diartikan dengan pohon.
>
> Mereka dapat dibujuk oleh Iblis agar melakukan persetubuhan tersebut lalu
keduanya terjebak dan terbuai akan kenikmatan tersebut sehingga ketika
mereka sadar mereka mendapati bahwa tubuh mereka sudah tidak lagi terbungkus
dengan pakaian karena pakaian mereka sudah terlempar kesana kemari. Dan ini
bersesuaian dengan ayat 7:22 yang menyatakan bahwa setelah mereka merasakan
"buah dari pohon itu" yang bisa diartikan "hasil /buah/ dari perbuatan
mereka tersebut", mereka tersentak karena menyadari telah dapat melihat
aurat masing-masing.
>
> Dan mereka mulai menutupi aurat mereka dengan daun-daun yang ada dikebun
tersebut secara refleks, sebab mereka tidak sempat lagi berpikir kemana
pakaian mereka sebelumnya terlempar. Reaksi reflek ini dapat saja terjadi
karena begitu sadar mereka telah melanggar ketentuan dari Tuhan, saking
paniknya mengambil apa saja untuk menutupi keadaan diri masing-masing, untuk
selanjutnya Adam meminta ampun kepada Allah atas pelanggarannya itu.
> Perbuatan Adam ini dinilai oleh Tuhan sebagai orang yang tidak memiliki
kemauan yang kuat untuk memenuhi perintah Allah sebagaimana ayat 20:115,
meskipun memang semuanya itu adalah kehendak dari Allah agar Adam turun
kebumi dan menjadi khalifah disana.
>
> Dan ini menjadi semacam peringatan keras sekaligus pelajaran berharga bagi
kita sebagai anak cucu Adam, bahwa betapa sukarnya untuk mengendalikan hawa
nafsu, terutama kepada perempuan alias nafsu syahwat.
>
> "Lalu keduanya digelincirkan oleh syaitan dari Jannah itu dan dikeluarkan
dari keadaan semula dan Kami berfirman:"Turunlah!"
> (QS: 2:36)
> "Turunlah" itu adalah kalimah perintah, dan dalam bahasa Qur'annya adalah
"ih bithu" , dan arti sebenarnya adalah : "Turun dari tempat yang tinggi.",
seperti dari gunung, dan juga dipakai dengan arti "Pindah dari satu tempat
kesatu tempat lain." Hal ini sama dengan yang dikatakan oleh Qur'an pada
turunnya Nabi Nuh dari kapal kedaratan, jatuhnya batu dari tempat tinggi dan
lain sebagainya.
>
> Kita melihat bahwa AlQur'an disini juga tidak menjelaskan secara jelas,
dimana Adam dan istrinya itu turun dan bertempat tinggal setelah diperintah
oleh Allah keluar dari Jannah tersebut. Sehingga tetap akan selalu ada
kemungkinan bahwa sebelum Adam berdiam di planet bumi kita ini, Adam dan
istrinya telah terlebih dahulu turun dan mendiami bumi-bumi lainnya
disemesta alam ini dan berketurunan disana, yang mana keturunan dari mereka
ini akan menjadi Adam-adam pertama ditempat-tempat tersebut untuk
selanjutnya mereka melanjutkan perjalanan mereka keplanet bumi ini sebagai
bumi terakhir yang belum mereka kunjungi, dan merupakan tempat mereka
tinggal selama-lamanya, hingga wafatnya.
>
> Cukup logis jika kita tidak menganggap bahwa Jannah itu sebagai surga yang
dijanjikan kepada kita kelak, sebab jika tidak demikian, akan muncul beragam
pertanyaan yang tidak terpecahkan, yaitu: Jika memang Iblis telah diusir
dari surga oleh Allah sewaktu pertama kali ia ingkar atas perintah Allah
kenapa mendadak Iblis bisa menggoda Adam dan Hawa yang masih disurga?
Sedemikian tipisnyakah shelter dari surga itu sehingga bisa ditembus oleh
Iblis?
>
> Sementara surga itu sendiri sebagaimana yang disyaratkan oleh Qur'an
sebagai suatu tempat yang kekal, dimana tidak satupun dari makhluk yang bisa
keluar dari dalamnya dan tidak akan ada larangan apa-apa disana karena
statusnya adalah sebagai tempat yang suci dan tempat kebebasan.
> "Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni
surga, mereka kekal di dalamnya."
> (QS. 2:82)
> Surga adalah tempat yang bila seseorang telah memasukinya maka tidak akan
pernah dikeluarkan lagi (QS. 14:48)
>
> Selanjutnya, Adam dan istrinya dikirim kebumi dengan kendaraan tertentu
dari Jannah tersebut yang juga dikitari oleh Barkah (pelindung) di
sekeliling mereka sebagaimana juga terjadi pada Nabi Muhammad SAW pada waktu
peristiwa Mi'rajnya. Ketika mereka tiba diplanet bumi kita ini,
pesawat/kendaraan mereka itu dikandaskan oleh Allah sehingga terpisahlah
Adam dan Hawa untuk sekian lamanya sehingga akhirnya mereka kembali berjumpa
di padang Arafah, berjarak 25 Km dari kota Mekkah dan 18 Km dari Mina.
>
> Mereka didaratkan terpisah oleh Allah sebagai pelajaran untuk mereka
berdua agar dapat belajar mengendalikan hawa nafsu mereka masing-masing
sekaligus memberikan kesempatan kepada Adam dan Hawa untuk dapat beradaptasi
dengan lingkungan barunya dibumi ini yang tidak jauh berbeda dengan keadaan
sewaktu mereka masih di Jannah. Hal ini dapat kita selami dari lamanya waktu
mereka berpisah begitu mereka diturunkan dibumi dari Jannah (menurut salah
satu riwayat sekitar 200 tahunan; Wallahu'alam). Di bumi, Adam dan istrinya
tidak terlalu kaget dengan lingkungan baru mereka sebab mereka sudah
terbiasa dengan lingkungan seperti itu karena memang lingkungan bumi tidak
berbeda jauh dengan Jannah tempatnya tinggal pertama kali. Masalah udara
contoh lainnya. Jelas bahwa udara ditempat Adam tinggal dulu adalah sama
dengan udara dibumi ini sebagai zat pernafasannya, begitupula keadaan tanah
tempat mereka berpijak.
>
> Jadi sesungguhnya jauh sebelum manusia melakukan beberapa penjelajahan
angkasa seperti Apollo, Nabi Adam dan Hawa adalah dua orang manusia ciptaan
pertama Tuhan yang pertama kalinya melakukan perjalanan antar planet, yang
selanjutnya diteruskan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai manusia pertama yang
merintis penjelajahan ruang angkasa di masa lalu dari keturunan Nabi Adam.
>
> Kesimpulannya arti "Jannah" adalah kebun yang terletak disuatu tempat
diluar bumi. Dan ini tidak bertentangan dengan semua ayat Qur'an manapun
juga, sebab sebagai suatu tempat yang nyata yang terletak diluar planet
bumi, Jannah alias kebun yang subur itu tentunya siapapun masih dapat
memasukinya, karena dia tidak bersifat kekal.
> Satu hal lainnya yang semakin menguatkan pendapat ini adalah pernyataan
pada surah Al-Jin 72:9 :
> "...Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa tempat di langit
itu." (QS. 72:9)
> Ayat ini dapat kita hubungkan dengan pembahasan kita ini bahwa pada masa
lalu, memang benar kaum Malaikat, kaum Jin serta manusia (yang waktu itu
Adam dan istrinya) berkumpul dalam suatu tempat yang bernama Jannah yang
terletak di suatu tempat dilangit
>
> Di manakah letak Jannah atau tempat tinggal Adam dan istrinya saat dulu di
luar bumi itu? apakah dalam planet-planet di atas orbit bumi (seperti Mars,
Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto, dan planet-planet lainnya yang
belum ditemukan)? atau terletak di luar galaksi bimisakti kita ini? Adakah
disebutkan oleh al-Quran? Dan bisakah kita kesana? Untuk menyibak
permasalahannya lebih lanjut bacalah artikel selanjutnya yang berjudul
Kajian Israq Miqraj, yang masih ada hubungan dengan artikel ini.
>
> infonya dari sini gan
http://altzone.blogspot.com/2005/06/...r-angkasa.html
> Please add my Facebook:
> Radityo Indonesia
> Mediacare Indonesia
>
>
> 





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke