Beruntun-nya berita :pertama Juli lalu soal pemboman dua hotel di Jakarta dan 
kejadian2 yang menysul dengan tertembaknya beberapa pelaku2 yang diduga ada 
hubungan dengan pemboman ini ,dan ,yang terkini dengan tertembaknya Nurdin Moh. 
Top. Semua berita ini menggiring aku sebagai seorang awam, sebagai pengamat, 
ingin mempertanyakan apa sebenarnya yang menjadikan orang2 ini, orang yang di 
juluki sebagai teroris mendasarkan semua perbuatan-nya ,yang telah menewaskan 
banyak orang?
 
Sukar juga untuk menemukan jawaban, soal bagaimana orang2 ini, yang dijuluki 
teroris, bisa menjalankan aksi- ini. Apakah mereka terdorong oleh kaidah agama, 
atau apakah ada alasan lain, baik itu politis atau sosial.
 
Yang kiranya dan sudah terlanjur dijadikan suatu asumsi publikum dan juga 
orang2 awam, hasil  pemberitaan yang meluas, terindikasi -orang2 ini sempat 
digolongkan sebagai penganut agama yang radikal, penganut agama yang menggeluti 
fenomena fundamentalis. Atau apakah orang2 ini: pelaku pemboman itu, punya 
agenda lain dan hanya menggunakan aliran agama sebagai suatu bentuk pembenaran 
akan aksi-nya ini?
 
Soal tema kata radikal, penganut aliran keras, fundamentalis, semuanya 
memberikan suatu acuan yang samar2. Sukar di urai, sukar di analisa dimana 
sebenarnya letak idee yang mendorong orang2 ini melakukan aksi-nya.
 
 Yang akan dibicarakan disini dengan topik diatas itu ,anggap saja atau bisa 
diartikan sebagai  suatu acuan untuk : pertama,tidak  mempertentangkan agama 
dan kedua :agar agama itu dianggap sebagai sesuatu yang bersifat privat.
 
Kalau sudah ada kebersamaan/ se-nada ini, yang patut di usahakan semua 
partisipan para pembaca , akibatnya/sepertinya dunia bakalan jadi tentram dan 
kitra tidak perlu lagi pusing2 baca adanya berita bom disana sini meledak 
akibat urusan agama yang disalah gunakan, agama yang mau dijadikan suatu alasan 
untuk saling berbunuhan.
 Atau bisa juga kekisruhan/kegaduhan selama ini, memang ada oknum2 yang dengan 
sengaja memboncengi  agama dalam  melakukan kegiatanya.
 
Sudah jadi sinonim sekarang bahwa para teroris ini sudah di jabarkan sebagai 
golongan agama Islam aliran keras, sebagai Islam fundamentalis, sebagai Jihadis.
 
Aku sebagai orang awam achir2 ini dengan mengacu soal berkecamuknya, tidak saja 
kekisruhan/kegaduhan, pen-teror-an di dalam negeri tapi juga mau tidak mau 
amatan-ku tergiring ke persoalan di luar negeri juga. Perang kecil, perang 
besar2an terjadi di mana2. Sebagai dalih yang bisa di sodorkan disini, 
kekacauan dengan segala tindak kekerasan yang menimbulkan banyak korban, di 
LN-pun bisa di atributkan sebagai kekerasan karena urusan agama.
 
Dimana sekarang phrasing-ku yang ku ambil sebagai topik....agama-mu, agama-ku 
bisa kupegang teguh kemurnian essensi-nya? Topik yang seyogianya perlu di-eja 
sebagai, semua orang terutama para penganut agama yang ber-ragam banyak-nya 
hendaknya ber-tolok ukur bahwa soal agama adalah soal privat. Agama yang 
ber-lainan tidak, seyogianya ,tidak perlu dipertentangkan karena pendirian 
berlainan adalah sebenarnya suatu berkah bagi kemajuan kemanusiaan. 
Kemajemuk-an mendorong manusia untuk mencapai sesuatu yang lebih baik bagi 
seluruh umat manusia. Segi 2positip dari golongan yang majemuk bisa menjadi  
dorongan untuk mendorong kemajuan bersama.
 
Yang menjadi pertanyaan  bagi orang awam yang ingin membahas dan mengetahui 
sebab musabab kegaduhan soal pertentangan ideologi yang dinamakan agama, sempat 
aku bertanya...dimana ...sampai dimana pengaruh sang Maha Esa/Tuhan Alah dalam 
hal ini, dalam "perpecahan" antar umat agama.
 
Yang jelas, baik anda itu penganut Islam, anda itu penganut agama Kristen, baik 
anda itu penganut agama2 lain yang sudah jelas : ..anda2 sekalian ini hidup di 
dunia yang sama. Anda hidup dibawah matahari yang sama dan matahari cuman satu, 
mengenyam segar-nya udara yang kita hirup yang menjadikan kita semua bisa hidup 
di dunia yang cuman satu ini. Sebagai jangkauan achir kita tentunya bisa 
ber-pendapat....dan bertanya dalam hati:....bagaimana bisa Sang Maha Esa/Tuhan 
Alah yang telah memberikan kepada kita, kita umat manusia dan sudah  mengenyam 
semua berkah-Nya bisa saling ber-bunuhan dengan alasan...agama-ku lebih baik 
dibanding dengan .....agama-mu.
Apakah memang Yang Maha Esa itu , bagi satu agama punya nilai lebih "baik", 
lebih "tinggi" dibanding dengan satu agama lain? 
 
Bagi aku seorang awam, sebagai pengamat, setelah memikirkan matang2 soal 
kekisruhan/kegaduhan/teror yang terjadi didunia saat ini, aku sempat /bisa 
mengambil suatu asumsi bahwa Yang Maha Esa itu telah membuat "blunder".
Membuat blunder, karena Yang Maha Esa telah memberikan kepada manusia itu suatu 
akal/ ratio yang bisa dipakai bebas menafsirkan semua yang ada didunia ini.
Akal dan ratio yang seyogianya dipakai bagi kemalmuran kemanusiaan bisa dipakai 
malahan untuk menyengsarakan manusia lain. 
Padahal Yang Maha Esa itu pabila direnungkan secara mendalam sebenarnya tanpa 
diskriminasi menganugrahi kemanusian itu dengan satu dunia, satu matahari dan 
satu udara yang bisa kita nikmati bersama.
 
Tapi dimana essensi-nya semua pertentangan yang kita alami saat ini, dimana 
satu aliran/ideologi, terutama yang berlandaskan agama/teologi malah 
menjerumuskan  kemanusiaan ke jurang kesengsaraan? Apakah Sang Hiang telah 
berbuat kesalahan dengan memberikan kebebasan pikiran/akal/ratio sehingga 
manusia yang "kecil" ini telah dengan se-wenang2 meng-gunakan kebebasan ini 
secara sewenang2 tanpa menyadari bahwa kita hidup di ,cuman satu dunia, cuman 
ada satu matahari dan udara yang sama?
 
Bingung aku pabila aku melihat kejadian2 yang menimpa kemanusiaan, kesengsaraan 
yang dialami kemanusiaan yang telah jadi korban, korban gara-gara...atau 
...apakah  aku bisa katakan ...Yang Maha Esa itu telah salah kiprah/ yang telah 
membuat suatu "blunder"memberikan kepada manusia "hina" ini dengan kebebasan 
berpikir?
 
Harry Adinegara
 
 
 


      
__________________________________________________________________________________
Get more done like never before with Yahoo!7 Mail.
Learn more: http://au.overview.mail.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke