DN Aidit itu ditangkap hidup-hidup. Ada fotonya di majalah Jepang yang bernama 
Asahai Journal terbitan tahun 1970-an. (Mungkin sekarang tidak terbit lagi) . 
Aidit bersama serdadu-serdau yang menangkapnya. Pada majalah itu ada beberpa 
foto.

  ----- Original Message ----- 
  From: masjhud 
  To: [email protected] 
  Sent: Wednesday, September 23, 2009 1:30 AM
  Subject: Re: [ppiindia] Aku sedih Nurdin M Top mati...kenapa(?)


    Saya sependapat dengan anda. Kenapa harus ditembak mati dan bukan ditangkap 
hidup2 untuk diinterogasi dan dari situ bisa nampak segala-galanya. Ya, mulai 
dari DN Aidit. Ataukah memang itu yang dikehendaki sehingga skenario yang 
digelar bisa (terpaksa) diterima begitu saja?

  Memang untuk bisa menangkap hidup2 seseorang (yang diduga) terrorist tentunya 
tidak mudah. Bahaya perlawanannya tentu ada. Tapi mereka cuma beberapa orang 
dengan persediaan amunisi yang tentunya terbatas, melawan pasukan (terlatih) 
yang mengepung dalam jumlah tak terbatas (bisa shift) dan dengan persediaan 
amunisi dan peralatan yang (boleh dibilang) tak terbatas pula. 

  Namun kembali kesejarah, negara kita sampai bisa dijajah tiga ratus lima 
puluh tahun, pada mulanya juga gara2 penyerangan beberapa kapal VOC belaka. 

   
  ms.

  ________________________________
  From: Harry Adinegara <[email protected]>
  To: [email protected]
  Cc: media care <[email protected]>; ppi india 
<[email protected]>; proletar proletar <[email protected]>; hksis 
hksis <[email protected]>
  Sent: Sunday, September 20, 2009 9:24:51 PM
  Subject: [ppiindia] Aku sedih Nurdin M Top mati...kenapa(?)

    
  Jangan ter-buru2 memberikan pujian kepada aparat yang telah berhasil menembak 
(membunuh) Nurdin M Top.
   
  Pembaca jangan ambil jalan pintas dan menuduh aku sebagai fan-nya Nurdin M 
Top. Bacalah kenapa aku ber-muram durja atas kematian Nurdin M Top.
   
  Ini alasan2ku:
  1. Dengan menewaskan seorang gembong teroris Nurdin M Top, maka bukanlah
      mustahil pabila atas kematian-nya ini Nurdin M Top akan jadi idola atau
      di-idolakan oleh generasi para Isfun mendatang  yang sudah di-beritakan 
      bahwa teror  tidak akan berhenti dengan matinya Nurdin M Top. Nurdin M 
akan 
      di kenang sebagai pahlawan Jihadis dan akan men-inspirasi "pejuang"(tero-
      ris) yang akan muncul kemudian.
  2. Orang yang sudah mati tidak bisa ber-"suara" lagi. Artinya aparat negara
      tidak bisa menimba/ mengeruk keterangan lebih lanjut soal agenda teror
      yang akan datang/ yang dia rencanakan.
   
  Alhasil, ini adalah suatu blunder yang dilakukan oleh aparat negara. 
Seharusnya
  aparat negara diharapkan perlu  meng-usahakan agar Nurdin M Top di-tangkap 
hidup2, di-interogasi agar rencana- teror dikemudian hari bisa di tangkis/di 
antisipasi.
  Apa mungkin ada usaha untuk melenyapkan jejak, me-lenyapkan Nurdin M Top agar 
dia tidak bisa ber-"kicau" mengumbar /mengaku siapa2 sebenarnya yang membantu 
dia hingga dia sempat kluyuran selama 8 tahunan bebas melakukan rencananya. Apa 
ada orang "dalam" yang ber-koalisi dengan Nurdin M Top, sehingga kematian-nya 
perlu di jalankan agar kicauan dan jejak2 orang2 yang membantunya terhapus?
   
  Jangan2 nanti dengan kematiannya Nurdin M Top, dan jenasahnya di pulangkan ke 
Malaysia akan disambut sebagai pahlawan seperti al-Mugrahi ? Bisa2 Indonesia 
jadi kebakaran jenggot nantinya, karena sekarang ada friksi antara negara kita 
dan negara Malaysia.
   
  Jadi kesedihan-ku  atas kematian Nurdin M Top , dan yang  seharusnya 
ditangkap hidup2 , hidupnya Nurdin M Top itu punya nilai praktis dan juga 
berfaedah untuk pembongkaran jaringan teroris yang masih latent di negara kita 
ini.
   
  Harry Adinegara
   

  ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _

  [Non-text portions of this message have been removed]



  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke