REPUBLIKA ONLINE
Senin, 28 September 2009 pukul 01:15:00
 
Kiprah Ilmuwan Muslim di Gedung Putih 
Peran umat Islam di Gedung Putih tampaknya semakin diakui. Setelah mengangkat 
Dalia Mugahed, tokoh Muslimah Amerika Serikat (AS), sebagai penasihat bidang 
Timur Tengah dan dunia Muslim, Presiden Barack Obama juga mengangkat Ahmed 
Zewail, seorang ilmuwan Muslim terkemuka sebagai anggota Dewan Penasihat Sains 
dan Teknologi Kepresidenan (PCAST).

Zewail merupakan seorang ilmuwan Muslim besar di era modern. Betapa tidak, 
Zewail merupakan tokoh Muslim yang menyandang dua gelar guru besar sekaligus, 
yakni profesor ilmu kimia dan fisika pada California Institute of Technology 
atau Caltech, sebuah universitas riset terkemuka di dunia yang berada di 
Pasadena, California, AS.

Ilmuwan Muslim, yang sempat dianugerahi penghargaan bergengsi Nobel pada 1999 
itu, diangkat sebagai anggota Dewan Penasihat Sains dan Kepresidenan pada April 
2009 lalu. Dalam sambutannya pada perhelatan National Academy of Sciences di 
Washington DC, Presiden Obama mengumumkan pengangkatan Zewail sebagai satu dari 
20 ahli yang diangkat sebagai anggota PCAST.

Ke-20 pembisik Obama di bidang energi, pendidikan, kesehatan, perubahan iklim, 
lingkungan, keamanan, dan ekonomi itu berasal dari kalangan ahli dan komunitas 
akademisi. Masuknya Zewail sebagai salah satu dari 20 ilmuwan dan pakar 
terkemuka di negeri Paman Sam itu tentu menjadi sebuah kebanggaan bagi umat 
Islam di Amerika dan dunia Muslim pada umumnya.

Kiprah umat Islam ternyata masih diakui seorang pemimpin negara adidaya. Zewail 
dan anggota PCAST lainnya diharapkan Obama mampu mendukung agenda utama 
Presiden Obama untuk menghidupkan kembali roda perekonomian AS. Selain itu, 
para penasihat juga bisa membangun sebuah landasan yang  baru dan inovatif bagi 
Amerika di abad ke-21.

"Saya sangat senang terpilih menjadi seorang penasihat untuk membantu Presiden 
Obama, dalam mewujudkan gagasannya bagi Amerika di abad ke-21 serta membantu 
mengatasi isu-isu global yang signifikan,' ' tutur Zewail seperti dikutip situs 
caltech.edu.

Terpilihnya Zewail sebagai anggota PCAST mendapat dukungan dari Presiden 
Caltech, Jean-Lou Chameau. "Ahmed adalah pilihan yang fantastis bagi PCAST. Dia 
bukan hanya seorang saintis yang terkemuka, namun juga seorang pemimpin 
intelektual dengan pemikiran yang luar biasa dalam mengatasi isu-isu yang 
dihadapi masyarakat,' ' ungkap Jean-Lou Chameau.

Zewail memang seorang ilmuwan Muslim yang sangat diakui dunia. Selain, sempat 
dianugerahi hadiah Nobel berkat jasanya mengembangkan femtosains, ia juga telah 
menerima sederet penghargaan bergengsi lainnya. Direktur Pusat Biologi Fisika 
untuk Ultrafast Science and Technology pada Caltech itu juga sempat dianugerahi 
Albert Einstein World Award of Science, the Benjamin Franklin Medal, the Robert 
A Welch Award, the Leonardo da Vinci Award, the Wolf Prize, hingga the King 
Faisal Prize. 

Zewail terlahir pada 26 Februari 1946 di Damanhur--sebuah wilayah yang terletak 
60 km dari Kota Alexandria, Mesir. Ayahnya seorang pegawai negeri sipil, 
sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga. Sejak remaja, Zewail sangat 
mencintai ilmu kimia. Bahkan, dia sering menghabiskan waktu berhari-hari untuk 
melakukan berbagai penelitian kimia kecil-kecilan.

Pada 1967, Zewail lulus dari Fakultas Sains Universitas Alexandria sebagai 
seorang sarjana kimia, dengan meraih predikat cumlaude. Ia lalu hijrah ke 
Amerika dan menimba ilmu di Universitas Pensylvania, Philadelphia pada 1969. 
Sejak meraih gelar doktor, popularitasnya di kalangan ilmuwan dunia kian 
mengilap.

''Saat tiba di Amerika, saya merasa terlempar ke dalam sebuah samudera. Lautan 
yang penuh dengan pengetahuan, kebudayaan, dan peluang dan pilihan. Di sini, 
saya harus belajar untuk berenang atau tenggelam,'' ujar Zewail dalam buku 
bertajuk Voyage Through Time: Walks of Life to the Nobel Prize.

Zewail bersama ilmuwan terkemuka Amerika lainnya, seperti John Holdren, Rosina 
Bierbaum, Christine Cassel, Christopher Chyba, S James Gates Jr, Shirley Ann 
Jackson, Eric Lander, Richard Levin, Chad Mirkin, Mario Molina, Ernest J Moniz, 
dan yang lainnya akan menjadi arsitek kemajuan AS di abad ke-21.  heri ruslan
(-)


New Email names for you! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does! 















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke