(dikutip dari milis tetangga)
Kawans,
Semalam saya menonton tayangan TV dengan tujuan untuk memperoleh berita
aktual hari ini, karena barangkali ada yang terlewatkan setelah membaca
berita di media online. Namun saya sangat kaget waktu menyetel TVOne yang
membahas Lumpur Lapindo alias Lumpur Sidoarjo menurut versi TVOne cs.
Seperti yang saya duga sebelumnya, berita yang diangkat melulu keberhasilan
relokasi korban lumpur tersebut beserta testimoni korbannya. Saya jadi ndak
berselera menonton tayangan itu, lalu akhirnya pindah ke Mtero TV yang
sedang menayangkan Kick Andy. Hemm...ternyata pembahasannya sama, yakni
tentang Lumpur Lapindo, namun kali ini berbeda perspektif. Metro TV justru
menguliti habis para korban yang kecewa dengan Bakrie cs dengan janji-janji
yang katanya tidak ditepatinya. Aneh. Satu kasus namun dilihat secara
berbeda (perbedaannya ekstrim lagi) oleh dua media tersebut.
Saya jadi ingat pertarungan Surya Paloh dan Aburizal Bakrie dalam
memperebutkan kursi Ketua Golkar. Nampaknya, tanpa perlu menggunakan
analisis yang njlimet kita jadi mafhum, kedua pemilik modal itu kini sedang
mempertontonkan kekuasaannya melalui media yang dimilikinya. Lalu di mana
esensi jurnalisme yang sesungguhnya, yang seharusnya -meminjam istilah Bill
Kovack- melakukan kegiatannya demi untuk kepentingan publik? Kalau sudah
seperti ini, kepentingan publik jadi nomor sekian. Kalau bahasa kasarnya:
Persetan dengan publik, mau dapat informasi yang bermutu atau tidak, yang
penting kepentingan saya (pemodal) terpenuhi. Saya jadi kasihan dengan
masyarakat yang tidak intens mengikuti perkembangan Lumpur Lapindo, lalu
mengikuti tayangan salah satu media TV tersebut. Masyarakat akhirnya
digiring untuk meyakini 'fakta-fakta' yang disodorkan media ini. Belum lagi
dari sisi cover both side-nya...wah. ..jauh...
Saya kok yakin, dalam beberapa minggu ke depan, pertarungan pemilik modal
ini dengan memanfaatkan medianya akan semakin seru, dan masyarakat semakin
jauh dari memperoleh informasi akurat.
....................................
Salam
JIXX, Yogya
[Non-text portions of this message have been removed]