Semua point yang disampaikan SBY sebetulnya bagus dan oke-oke saja. Tapi saya agak "cemas" ketika semua hal dikaitkan dengan "angka keberuntungan 9," karena kok jadi terasa agak dipaksakan. Saya merasa SBY terlalu obsesif dengan angka 9. Meskipun SBY bilang "bergurau," tetapi kenyataannya hampir semua hal, mulai dari tanggal mendirikan partai dsb selalu dikaitkan dengan angka 9. Jadi ini sudah bukan lagi sekadar joke atau lucu-lucuan. SBY justru sangat serius dengan angka 9. Kini ada 9 kunci atasi konflik internasional. Nanti ada : 9 kunci atasi konflik regional, 9 cara peningkatan ekonomi daerah, 9 kiat mengatasi korupsi, 9 resep untuk tampil menarik di depan publik, 9 cara memenangkan kursi Ketua Umum parpol, 9 metode lulus cepat program S3, 9 teknik membahagiakan istri, ...dan 9...dan 9..... dst. Tapi ya terserah SBY saja deh. Kalau dia memang happy dengan begitu, so what gitu loh?
Satrio Arismunandar http://satrioarismunandar6.blogspot.com http://satrioarismunandar.multiply.com Verba volant scripta manent... (yang terucap akan lenyap, yang tertulis akan abadi...) --- On Wed, 9/30/09, Sandy Dwiyono <[email protected]> wrote: From: Sandy Dwiyono <[email protected]> Subject: [nasional-list] SBY Ajukan Sembilan Kunci Atasi Konflik Internasional To: [email protected], [email protected] Date: Wednesday, September 30, 2009, 10:13 PM http://www.republik a.co.id/berita/ 78829/SBY_ Ajukan_Sembilan_ Kunci_Atasi_ Konflik_Internas ional SBY Ajukan Sembilan Kunci Atasi Konflik Internasional BOSTON--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajukan sembilan usulan untuk membuat tatanan dunia baru. Terutama menyelesaikan konflik yang dicitrakan sebagai konflik antarperadaban dan konflik antaragama. ''Saya percaya kita bisa menyelesaikan konflik-konflik ini. Ini bukan utopia. Saya melihatnya bisa dilakukan di Indonesia dan di sejumlah negara. Tantangannya, apakah ini bisa diterapkan secara internasional,'' kata SBY di depan ratusan civitas akademika universitas tertua di AS, Harvard University, Rabu (30/9). Usulan pertama adalah menggunakan soft power. Menurut SBY, abad 21 adalah abad soft power. Dunia sudah merasakan hard power pada abad 20. Abad terakhir menciptakan perang dunia I dan II serta perang dingin. ''Soft power sangat efektif atasi konflik,'' katanya sembari mengacu pada contoh Indonesia menuntaskan konflik dengan separatis GAM Aceh dengan perundingan. Kedua adalah menintensifkan proses dialog. SBY menyindir, sudah terlalu banyak dialog perdamaian dilakukan. Ia meminta kualitas dialog diperbaiki. ''Jangan sekedar ada insiatif, tapi harus menghasilkan perubahan,'' katanya. Ia kembali mencontohkan kasus Poso dan Maluku yang bisa diselesaikan dengan cara dialog dan penerapannya. Selanjutnya adalah mengatasi masalah politik negara-negara barat dengan negara-negara muslim. Menurutnya, harus bisa dibedakan antara konflik antarmuslim dan konflik yang menyeret agama versus negara - negara barat. Ia tekankan, dalam kasus Palestina, umat Islam dan pihak Palestina harus bersatu dan jangan mau dipecah belah. Keempat adalah bangkitnya kaum moderat di masyarakat. Lalu ia menyebut faktor kelima, yaitu multikulturalisme dan toleransi. Ia menegaskan, dua hal ini harus jadi norma internasional. Menurutnya, Presiden AS Barack Obama adalah contoh hidup multikulturalisme dan toleransi. Keenam, adalah membuat globalisasi bekerja bagi semua pihak. Globalisasi bagi SBY adalah solusi win-win bagi tiap negara. Tidak hanya memenangkan negara tertentu atas negara lain. Ketujuh, SBY ingin ada reformasi pemerintahan global. Secara khusus SBY menunjuk Dewan Keamanan PBB harus direformasi. Menurutnya, DK PBB masih merefleksikan kepentingan segelintir negara ketimbang seluruh anggotanya. ''Ia harus direstruktursasi, karena sudah tidak sesuai dengan zamannya,''. Kedelapan, SBY menggarisbawahi pentingnya pendidikan. Pendidikan menjadi pintu masuk mengubah paradigma masyarakat. ''Pendidikan yang moderat, bertoleransi, perdamaian harus menjadi DNA generasi muda dunia,'' katanya. TErakhir, SBY mengingatkan kembali pentingnya kesadaran global. Hal ini sudah terlihat pada bencana tsunami di Aceh, isu nuklir, dan perubahan iklim. Masalahnya, ia akui, belum ada kesadaran yang tinggi pada dua isu terakhir. Sebelum memaparkan kesembilan poinnya, SBY bergurau, bahwa angka sembilan adalah angka keberuntungannya. evy/taq [Non-text portions of this message have been removed]

