ALAMAK .. Nanti ada SMS tentang pemerkosaan massal, percaya pulak ! "Cinderella" Syndrome, sulit 'kali sembuhnya ya....
Nih baca ini: Pak, berita2 tsb ga benar dan hanya ingin mengadu domba hubungan Tionghoa dan Minang yg selama ini berjalan dgn bagus dan sangat kondusif. Kita setiap hari berhubungan langsung dgn perkumpulan2 HBT,HTT DAN St. Yosip. Mereka membantah isu2 tsb ! Memang ada maling2 kecil yg mencoba mengambil keuntungan di tengah2 kesusahan orang lain, tetapi jumlahnya sangat kecil dan tdk berarti. Perlu diketahui bahwa para pemilik toko bukan hanya etnis Tionghoa saja. Memang bantuan evakuasi pada awalnya agak terlambat karena kekurangan alat2 berat dan yang didahulukan korban2 besar spt hotel Ambacang, sekolah bahasa dll. Berdasarkan kesaksian sdr Michael Utama Purnama yang ikut rombongan Kasad meninjau korban gempa pada hari Sabtu yl, justru banyak korban yg diselamatkan dari hotel Ambacang dan sekolah bahasa yg berasal dari etnis Tionghoa. Mengenai bantuan makanan,minuman dan akomodasi, seperempat jam yang lalu saya baru berbicara via telpon dgn pak Junaidi Perwata, Toako (Ketua) HBT,organisasi Tionghoa dan terbesar di Sumbar ya menyatakan bahwa orang2 Tionghoa tidak kekurangan makan dan minum, sesuai kesepakatan dgn Pemda korban orang Tionghoa diurus oleh mereka,spt ya terjadi di Aceh. Demikianlah setiap terjadi bencana alam isu2 diskriminasi selalu dihembus2kan untuk memecah belah persatuan bangsa kita dan bersifat provokatif. Tolong berita2 negatif tsb jangan disebar2kan. Terima kasih ! Salam, Benny G. Setiono, Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Jakarta.

