Tokoh gagal diusulkan oleh Partai Demokrat jadi Menko Perekonomian!!!
==================================
ICW: ESDM Gagal Dukung Pemulihan Ekonomi Makro

12 Oktober 2009 | 22:26 WIB
Abraham Lagaligo
abra...@majalahtamb ang.com 

Jakarta – TAMBANG. Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai, Departemen Energi 
dan Sumber Daya Mineral (ESDM) belum berhasil dalam mendukung pemulihan ekonomi 
makro. Kegagalan ini terbukti dari ketidakmampuan sektor tersebut menyediakan 
energi dan produk mineral yang cukup dan efisien, dengan harga yang wajar, 
andal, aman, dan berwawasan lingkungan. 

Kepala Pusat Data dan Informasi ICW, Firdaus Ilyas mengatakan, hingga akhir 
2008 tidak terjadi penambahan yang signifikan, terhadap jumlah cadangan minyak 
dan gas bumi (migas) Indonesia. Bahkan pemerintah melalui Badan Pelaksana Hulu 
(BP) Migas, gagal mempertahankan tingkat produksi migas (menahan laju 
penurunan), meski telah ada stimulus dan insentif yang diberikan. 

Sementara itu, terjadi kenaikan cost recovery yang cukup signifikan dari tahun 
ke tahun. Yakni USD 3,9 miliar pada 2002, kemudian USD 5,6 miliar pada 2004, 
dan pada 2008 mencapai USD 9,4 miliar. Indikasi kebocoran penerimaan negara 
dari migas juga sangat besar. Diantaranya lewat penggelembungan cost recovery 
hingga 18,7%, maupun kekurangan penerimaan bagi hasil migas hingga Rp 270 
triliun, sepanjang 2000 – 2008. 

Di bidang ketenagalistrikan, ICW juga melihat tidak adanya jaminan terhadap 
ketahanan energi nasional. Indikasi ini terlihat dari defisitnya neraca 
kebutuhan gas dalam negeri, dan tidak adanya kepastian jaminan suplai gas dalam 
negeri untuk kebutuhan listrik nasional. 

Hal ini, kata Firdaus, berdampak pada tingginya biaya pokok produksi listrik 
PLN. “Akibatnya, biaya pokok pembangkitan (BPP) listrik semakin mahal, subsidi 
pemerintah juga tinggi, dan PLN selalu menyampaikan pihaknya merugi,” kata 
Firdaus di Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2009. 

Di sektor mineral dan batubara (minerba), ICW melihat masih belum jelasnya 
penyelesaian tunggakan royalti batubara. Dari perhitungan ICW, sepanjang 2001 – 
2008 telah terjadi kekurangan penerimaan negara dari minerba sebesar Rp 30,651 
triliun. Angka itu terdiri dari kekurangan royalti batubara Rp 18,417 triliun 
dan mineral lainnya (emas, perak, tembaga, nikel, dan timah) Rp 12,233 triliun. 

“Sampai saat ini pemerintah juga tidak kunjung menerapkan DMO (domestic market 
obligation) untuk batubara guna menjamin ketahanan energi nasional,” jelas 
Firdaus. Pembaruan perundang-undangan yang dilakukan juga terkesan hanya 
menguntungkan dunia usaha, dan belum menjamin kebutuhan serta kesejahteraan 
nasional. 

Mengatasi ini, dibutuhkan ketegasan kepemimpinan dalam mengelola sektor ESDM 
yang menguasai hajat hidup orang banyak. “Karena sumber daya energi dan sumber 
daya mineral ini tidak terbarui, butuh kebijakan dalam mengelolanya. 
Diantaranya dengan penerapan Extractive Industrial Transparancy Initiative,” 
tegas Firdaus. 


From: abraham lagaligo <[email protected]>
Subject: [kahmi_pro_network] Demokrat Usulkan Purnomo Menko Perekonomian
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Date: Monday, October 12, 2009, 11:07 PM


  





Demokrat Usulkan Purnomo Menko Perekonomian 

12 Oktober 2009 | 22:27 WIB

Jakarta – TAMBANG. Pengelolaan sektor energi dan sumber
daya mineral (ESDM) selama ini sering terganjal egosektoral. Menteri ESDM yang
baru diharapkan mampu mengatasi problem tersebut, dengan meningkatkan
koordinasi dengan departemen dan kementerian terkait yang lain. 

”Seorang Menteri ESDM harus bisa memberikan masukan kepada Menteri Koordinator
(Menko) Perekonomian, dan masukannya didengar. Biar mudah, kami harap Presiden
memilih Purnomo Yusgiantoro sebagai Menko Perekonomian,” ujar anggota Komisi
VII DPR dari Partai Demokrat, Sutan Bathoegana.. ....selengkapnya di 
http://www.majalaht ambang.com atau
Klik: http://www.majalaht ambang.com/ detail_berita. php?category= 18&newsnr= 
2026

 

[Non-text portions of this message have been removed]

















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke