http://www.suarapembaruan.com/index.php?modul=news&detail=true&id=11142

2009-10-16 
PDI-P Dipastikan Oposisi


 
MENYAMBUT KEDATANGAN KETUA MPR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyambut 
kedatangan Ketua MPR Taufiq Kiemas di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat 
(16/10) pagi. Pertemuan tersebut antara lain membahas acara pelantikan Presiden 
dan Wakil Presiden terpilih pada Selasa, 20 Oktober mendatang.Seusai pertemuan, 
Taufiq menyatakan yakin SBY akan memint




Taufiq Kiemas Yakin SBY Akomodasi Kader Banteng

[JAKARTA] Sampai saat ini belum ada sikap resmi PDI-P terhadap pemerintahan 
SBY-Boediono, namun hampir bisa dipastikan bahwa Partai Demokrasi Indonesia 
Perjuangan (PDI-P) memilih menjadi oposisi. 

Sumber SP menyebutkan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri dijadwalkan 
memberi pernyataan resmi tentang sikap partai pada Sabtu (17/10) atau Minggu 
(18/10), bahwa PDI-P tidak akan berkoalisi dan memilih tetap menjadi oposisi.

Sumber lain menyebutkan, pilihan menjadi oposisi paling tidak terlihat dari dua 
indikator. Pertama, PDI-P tidak menandatangani kontrak politik dan kedua, 
Megawati tak mungkin menandatangani surat pengajuan calon menteri, seperti yang 
disyaratkan presiden terpilih, karena saat ini masih berada di Singapura.

"Sikap PDI-P akan tetap melanjutkan tugas mengkritisi kebijakan-kebijakan 
pemerintah di parlemen. Dalam sehari dua hari ke depan, sikap resmi partai akan 
disampaikan langsung oleh Bu Mega," ujar sumber SP di DPP PDI-P, Jumat (16/10) 
siang. 

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDI-P yang juga Ketua MPR, Taufiq 
Kiemas yakin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta kader PDI-P duduk 
dalam Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II. Ketua Umum Megawati pun akan 
menandatangani daftar nama calon menteri dari PDI-P yang diusulkan kepada SBY.

Taufiq Kiemas menyampaikan hal itu kepada wartawan di Kantor Presiden Jakarta, 
Jumat (16/10) siang, setelah bertemu Presiden SBY bersama pimpinan MPR lainnya. 
Mereka mengundang Presiden SBY hadir pada sidang paripurna MPR dengan agenda 
pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober 2009 pukul 10.00 WIB.

Menurut Taufiq, pertemuan dengan Presiden tidak membicarakan masalah 
bergabungnya PDI-P dalam koalisi yang mendukung pemerintahan. Tetapi, kalau 
Presiden meminta, maka PDI-P akan memberikan nama calon menteri.

"Kalau tentang itu, PDI-P menunggu saja, menunggu dari Presiden siapa yang mau 
diambil. Kalau itu, demi negara mungkin PDI-P akan memberikan. Komunikasi baru 
mau dimulai. Begitulah prinsipnya PDI-P tidak pernah mau meminta, tidak 
menawar-nawar. Kalau diminta kita akan menyerahkan," tegasnya.

Saat ditanya jumlah nama yang disiapkan PDI-P, Taufiq menyatakan,"Presiden mau 
berapa? Kalau 20, kita kasih 20."

Sedangkan saat ditanya apakah Megawati siap menandatangani daftar nama calon 
menteri, Taufiq optimistis Megawati mau melakukannya. "Dulu waktu saya masuk 
MPR, Ibu Mega sudah tanda tangan. Dia mau," imbuhnya. 

"Jadi nanti mau juga?" tanya wartawan. "Asal diminta," jawab Taufiq.

Taufiq juga yakin Presiden SBY akan meminta kader PDI-P duduk dalam kabinet, 
meskipun waktunya sudah mepet. "Insya Allah diminta Presiden," ujarnya.

Pada bagian lain, Taufiq Kiemas menyampaikan bahwa Megawati akan hadir pada 
pelantikan Presiden dan Wakil Presiden, 20 Oktober, meskipun saat ini Megawati 
berada di Singapura untuk pemeriksaan kesehatan. Pasalnya, yang mengundang 
adalah suaminya sendiri sebagai Ketua MPR. 

"Kami sudah menyampaikan surat undangan. Dulu mungkin tradisinya dikirim saja, 
sekarang tradisinya agak baik sedikit, semuanya diantar ke tangan masing-masing 
supaya lebih enak begitu. Tadi ke Pak Jusuf Kalla, sekarang ke Pak Presiden, 
nanti ke Pak Boediono kita akan sampaikan langsung," ujarnya.


Sikap Kader Daerah

Secara terpisah, Ketua DPD PDI-P DKI Jakarta Adang Ruchiatna mengatakan, 
sebagai kader partai, pihanya sudah menyerahkan sepenuhnya pada Megawati untuk 
memutuskan sikap partai terhadap pemerintahan SBY-Boediono. "Kita sudah 
serahkan sepenuhnya pada Bu Mega, apapun keputusannya, kita akan patuhi," 
katanya. 

Hal yang sama disampaikan DPD Bali dan Jawa Tengah. Ketua DPD PDI-P Bali, Anak 
Agung Oka Ratmadi menyatakan pihaknya menyerahkan keputusan berkoalisi atau 
menjadi oposisi kepada Megawati.

"Kami dari Bali berkomitmen menyerahkan putusan tersebut kepada Ibu Mega. Kalau 
tetap di oposisi, kami dukung, sebaliknya kalau mau koalisi, juga kami dukung," 
katanya.

Sedangkan, Sekretaris DPD PDI-P Jateng, Nuniek Sriyuningsih menyatakan, 
penentukan sikap terhadap pemerintahan mendatang merupakan hak prerogatif ketua 
umum. "Sikap kami di daerah ini mengikuti keputusan Rapimnas PDI-P beberapa 
waktu lalu yang menyerahkan sepenuhnya kepada ketua umum soal apakah mendukung 
koalisi atau beroposisi," tegasnya.

Terkait hal itu, Wakil Sekjen DPP PKB M Hanif Dhakhiri mengatakan, apa pun 
sikap politik PDI-P tetap harus dihargai. "Kalaupun PDI-P memilih di luar 
pemerintahan, itu juga bagus buat keseimbangan politik ke depan. Yang penting 
semua pihak harus memahami bahwa hubungan eksekutif dengan legislatif itu 
fungsional sifatnya. Keduanya harus menjadi partner untuk kemajuan dan 
kesejahteraan bangsa," ujarnya.


Belum Ditelepon

Presiden SBY dijadwalkan memanggil para calon menteri ke Puri Cikeas, Bogor, 
Jawa Barat, Jumat (16/10) sore. "Menurut Hatta Rajasa, SBY mulai memanggil 
seluruh kandidat menteri Jumat sampai Minggu ini," ungkap Ketua Umum PKB 
Muhaimin Iskandar.

Ditanya mengenai kader PKB yang diusulkan masuk kabinet, Muhaimin hanya 
menyatakan,"Ya, memang PKB telah menawarkan sejumlah nama kepada presiden. 
Tetapi, maaf, saya belum bisa menyebutkan berapa dan nama-nama mereka. Soal 
berapa kursi yang diberikan dan siapa yang dipilih nantinya, itu terserah 
presiden yang menentukan." 

Hal senada disampaikan Presiden PKS Tifatul Sembiring. Dia hanya berharap 
keinginan Presiden merangkul semua pihak, tidak mengesampingkan perolehan suara 
parpol. Sedangkan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali menyatakan, partainya telah 
menyodorkan 17 nama kandidat menteri, tetapi sampai saat ini belum ada yang 
dipanggil atau ditelepon. Hal yang sama disampaikan Sekjen DPP PPP, Irgan 
Chaerul Mahfiz.

Sebaliknya, Ketua Umum PAN Soetrisno Bachir menegaskan, Zulkifli Hassan 
merupakan kader partai yang hampir pasti masuk kabinet.

Sebelumnya, para ketua umum parpol itu, termasuk Partai Demokrat dan Partai 
Golkar, menandatangani kontrak kerja sama politik. Kontrak itu berisi 
kesepakatan mengenai prinsip-prinsip dasar yang mengatur koalisi. "Dokumen ini 
merupakan pegangan untuk kami menjalankan kerja sama dalam membangun dan 
menyejahterakan bangsa," kata Wapres terpilih Boediono.

Secara terpisah sumber SP di Golkar menyebutkan, Agung Laksono dan Theo 
Sambuaga merupakan calon kuat menteri di KIB II. Selain itu, nama Fadel 
Muhammad pun kemungkinan besar dipilih SBY. [J-11/A-21/C-4/C-5/137/142/J-9]



--------------------------------------------------------------------------------



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke