http://www.antaranews.com/berita/1255711036/tkw-asal-trenggalek-tewas-disiksa-majikan-taiwan

Tkw Asal Trenggalek Tewas Disiksa Majikan Taiwan
Jumat, 16 Oktober 2009 23:37 WIB | Peristiwa | Umum |
Trenggalek (ANTARA news) - Seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kabupaten 
Trenggalek, Jawa Timur, dipulangkan dari Taiwan dalam kondisi tak bernyawa, 
Jumat. 

Korban bernama Sriyati (26) itu diduga tewas akibat disiksa majikannya. Jenazah 
Sriyati, warga Desa Tanggaran, Kecamatan Pule itu tiba di RSUD Dr. Soedomo 
sekitar pukul 06.00 WIB. 

"Begitu tiba di rumah sakit, kami selaku pihak keluarga meminta polisi dibantu 
dokter rumah sakit melakukan otopsi," kata suami korban, Jaenal Arifin (29).

Ia menjelaskan, kecurigaan atas kematian tak wajar Sriyati berawal dari keluhan 
korban yang sempat beberapa kali mengadu lewat telefon sebelum meninggal. 
Katanya, dia sering diperlakukan kasar bahkan disiksa oleh majikannya di Taiwan.

"Istri saya mengaku selama sebulan terakhir bekerja di sana hanya diberi makan 
mie instan sehari satu kali. Salah sedikit saja dipukul, sehingga istri saya 
dipulangkan ke Indonesia dalam keadaan sakit," kata Jaenal.

Ibu muda yang masih berusia 26 tahun ini tidak langsung dibawa ke Trenggalek, 
tetapi dirujuk ke RS Sukanto, Jakarta Timur, pada hari Minggu (11/10), dengan 
diagnosa menderita gejala tipus, radang otak, dan TBC. 

Sayang, upaya dokter menyelamatkan nyawa Sriyati tak berhasil. TKW malang ini 
akhirnya meninggal pada Kamis (15/10) di rumah sakit yang sama."Kami lalu 
memutuskan untuk membawa jenazah almarhumah pulang ke Trenggalek," kata Jaenal.

Saat dikonfirmasi secara terpisah, Dr. Fonita selaku dokter yang melakukan 
otopsi mengatakan, pihaknya tidak menemukan adanya tanda-tanda bekas 
penganiayaan. 

Bekas memar bagian sekitar jari kaki dan tangan seperti dikeluhkan oleh pihak 
keluarga korban disangkal Dr. Fonita karena bekas memar dimaksud diyakini 
akibat tali kain kafan yang diikatkan pada kaki dan tangan almarhumah.

Informasi dari warga sekitar rumah korban, Sriyati baru sebulan bekerja di 
Taiwan. Korban berangkat pada 2 september 2009 lalu melalui perwakilan pengerah 
tenaga kerja PT Jabung Perkasa Jakarta.

Keluarga Sriyati bersikukuh korban meninggal secara tidak wajar sehingga  
polisi dan tim dokter RSUD Dr Soedomo yang melakukan otopsi lalu menyarankan 
agar jenazah diotopsi ulang di RSUD Dr Soetomo Surabaya. 

Saran tersebut  ditolak keluarga dengan alasan biaya. Jenazah kemudian dibawa 
pulang ke kampung halamannya untuk dimakamkan. (*)
COPYRIGHT © 2009


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke