http://www.antaranews.com/berita/1255709315/marinir-as-latihan-bersama-dengan-marinir-tni-al

Marinir AS Latihan Bersama dengan Marinir TNI AL
Jumat, 16 Oktober 2009 23:08 WIB | Peristiwa | Politik/Hankam | 
Situbondo  (ANTARA News) - Korps Marinir Indonesia menggelar Latihan Bersama 
(Latma) dengan Marinir Amerika atau United States Marine Corps (USMC) di 
Karangtekok Asembagus, Situbondo, Jawa Timur pada 16-24 Oktober 2009.

Informasi yang diterima ANTARA Biro Jatim dari Dinas Penerangan (Dispen) Korps 
Marinir, Jumat, menyebutkan latma itu melibatkan 600 personel USMC dan 630 
personel Marinir Indonesia.

"Latma itu akan dibuka secara resmi dalam upacara militer di Pusat Latihan 
Tempur (Puslatpur) Karangtekok, Asembagus, Situbondo, Jatim pada Sabtu 
(17/10)," kata Lettu Marinir Mardiono dari Dispen Korps Marinir.

Didampingi rekannya dari Dispen Korps Marinir, Serda Kuwadi, ia mengatakan 
inspektur upacara dalam pembukaan latma adalah Asisten Operasi Komandan Korps 
Marinir Kolonel Marinir Ivan AR Titus, S.H.

"Upacara pembukaan itu didahului dengan pendaratan Amfibi oleh Marinir kedua 
negara di Pantai Banongan Asembagus, Situbondo pada saat itu (17/10)," katanya.

Untuk mengawalinya telah dilaksanakan Pendaratan Administrasi dengan 
mendaratkan sejumlah personel dan alat berat dengan menggunakan dua unit LCU 
(Landing Craft Utility) di Pantai Banongan Asembagus, Situbondo pada Jumat 
(16/10).

Setelah itu, katanya, akan dilanjutkan dengan penempatan personel dan material 
di Gunung Selogiri, Pasewaran dan Karangtekok.

Dalam kegiatan itu, Marinir Indonesia telah menerjunkan 20 unit truk, delapan 
unit Jeep KIA, tiga unit ambulans, satu unit kendaraan Voreijder, dan satu unit 
truk toilet.

Sementara itu, Marinir Amerika (USMC) mengerahkan dua buah kapal (USS Rushmore 
dan USS Cleveland), dua unit LCU (sejenis LSPP berukuran besar), 17 unit AEV 
(kendaraan Amfibi), dan dua unit Helly jenis CH 46.

Latihan bersama yang bertajuk "Interoperability-Field Training Exercise 
(IIP-FTX) Marine Exercise (Marex) antara USMC-Korps Marinir Tahun 2009" itu 
merupakan latihan yang kedua kalinya dilaksanakan USMC- Kormar.

"Kegiatan latihan difokuskan pada kegiatan infanteri, Intai Amfibi, dan satuan 
bantuan tempur dalam bentuk Military Operation on Urban Terrain, Jungle 
Survival, Amphibious Landing, Life Firing, CQB, Sniper dan lain-lain," katanya.

Selain latihan taktis di lapangan, kegiatan yang dikomandani Kolonel Marinir 
Nur Alamsyah itu juga akan menggelar kegiatan Engineer Civic Action Project 
(Encap) yang merupakan proyek bantuan kemanusiaan di bidang konstruksi yang 
diwujudkan dalam bentuk pembangunan gedung ruang kelas SD 05 Banyuputih, 
Situbondo, Jawa Timur.

"Ada pula kegiatan Medical Civic Action Project (Medcap) di Puskesmas 
Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur, yang seluruhnya juga akan dilaksanakan 
bersama antara Marinir Indonesia dengan Marinir Amerika," katanya. 

Sementara itu, Letkol Jim Hensien, commanding officer dari Combat Logistics 
Battalion 11, melalui Konjen AS di Surabaya, mengatakan Marinir dan Pelaut dari 
the 11th Marine Expeditionary Unit (MEU) akan menyelenggarakan latihan bersama 
dan sebagian lainnya akan membantu klinik setempat dalam memberikan pelayanan 
kesehatan dan perawatan gigi.

"Kami mendapat kesempatan untuk berlatih di kawasan hutan dan ini merupakan 
suatu tantangan karena selama ini Marinir kami terbiasa berlatih di kawasan 
gurun," katanya.

Selama pelatihan, anggota Korps Marinir Indonesia dan insinyur dari MEU juga 
akan bekerja sama memperbaiki gedung sekolah setempat, termasuk membangun atap 
baru, mengecat, dan memperbaiki tembok dan jendela sekolah.

Marinir dan Pelaut yang bergabung dalam pelatihan itu datang dengan kapal 
amfibi dok transpor USS Cleveland (LPD 7) dan kapal amfibi dok pendaratan USS 
Rushmore (LSD 47) yang betolak dari pangkalan di San Diego pada 18 September 
sebagai bagian dari the Bonhomme Richard Amphibious Ready Group.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke