http://www.antaranews.com/berita/1255705725/mui-tarik-semua-ilustrasi-nabi-muhammad-saw

MUI: Tarik Semua Ilustrasi Nabi Muhammad SAW
Jumat, 16 Oktober 2009 22:08 WIB | Peristiwa | Pendidikan/Agama | 
Makassar (ANTARA News) - Majelis Umat Islam (MUI) kota Makassar mengeluarkan 
fatwa bahwa semua gambar ilustrasi Nabi Muhammad SAW beserta para sahabatnya, 
yang beredar di Indonesia agar segera ditarik sebelum menimbulkan keresahan.

"Menarik semua gambar ilustrasi Nabi Muhammad SAW dan sahabat-sahabatnya demi 
kedamaian umat. Semua gambar yang ada di Indonesia ditarik," fatwa wakil Ketua 
MUI Makassar, Arifuddin Ahmad, Jumat di Makassar.

Menurutnya, mengilustrasikan Nabi itu haram dan dapat menimbulkan keresahan 
ditengah masyarakat. Maka MUI menghimbau agar semua gambar ilustrasi Nabi 
ditarik. 

Alasan penarikan sosok yang diinterpretasikan sebagai Rasulullah SAW, dikarena 
Nabi Muhammad SAW melarang untuk mengkultuskan dirinya.

"Hal ini bisa memicu adanya pengkultusan Nabi dan kecintaan terhadap Nabi dapat 
menciptakan kemusyrikan, " jelasnya.

Selain itu, aspek gambar bisa saja menimbulkan aspek pelecehan. Bisa saja 
dimanfaatkan untuk interpretasi lain dan kepentingan yang macam-macam, yang 
dapat menciptakan kemusyrikan dan rasa benci kepada Nabi Muhammad SAW, karena 
nantinya akan diberi berbagai variasi dan bahan serta akan dibuat dalam 
berbagai media publikasi.

Menurutnya tidak ada interpretasi lain mengenai gambar wajah dan sosok pemuda 
yang diterjemahkan sebagai Rasul pada Pin dan stiker yang diedarkan, selain 
tulisan yang menyebutkan "Muhammad Sallallahu Alaihi Wasallam" yang berada 
digambar tersebut.

Pin dan Stiker tersebut diedarkan Bahanda (31) warga Gowa dan Herianto (35) 
warga Makassar dan telah diperiksa oleh Polisi Resor Kota (Polresta) Makassar, 
sejak Rabu (14/10)

"Jadi kami hanya ingin menghambat jangan sampai terjadi mudarat. Pengkultusan 
bisa menjadi musyrik, " ungkapnya

Melalui MUI Makassar, dia mengintruksikan kepada pihak kepolisian agar gambar 
dan ilustrasi wajah Nabi dan para sahabatnya ditarik dari masyarakat 
Indonesia.(*)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke