Harian Komentar
16 Oktober 2009
Prabowo Keluar, Sambuaga Masuk
Jakarta, KOMENTAR
Nama Prabowo Subianto Sigar dipastikan keluar dari bursa calon menteri yang
akan duduk dalam jajaran kabinet SBY-Boediono. Pasalnya, Gerindra sebagai
parpol yang meraih suara terbesar kedelapan, tidak mendapat tawaran kursi
kabinet dari Presiden SBY. Untunglah kans putera Sulut tetap terbuka lewat
figur Theo Sambuaga. Kabar terakhir Kamis (15/10) kemarin, Theo bersama Agung
Laksono diprioritaskan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (Ical) mewakili kader
Beringin di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) jilid II.
Prabowo yang ditemui war-tawan ketika menghadiri per-nikahan Yenny Wahid dan
Dhohir Farisi di kediaman Gus Dur kemarin, mengakui bahwa Gerindra tidak
dita-wari SBY masuk kabinet. "Tidak ada, tidak ada," kata politisi asal
Langowan ini. Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani menjelaskan, partai-nya
memang sengaja tidak mengajukan permintaan kursi kabinet kepada SBY.
Ada 2 alasan mengapa Gerindra tidak mau mengajukan permintaan ke SBY. Pertama,
pada Pilpres 2009 lalu Gerindra mendukung Megawati sebagai capres. Kedua,
Gerindra berkomitmen untuk memperkuat sistem presidensial di mana posisi
presiden lebih kuat. Muzani menegaskan Gerindra akan bersikap kritis terhadap
pemerintah. Meski begitu, Muzani mengaku Gerindra tidak akan menjadi oposisi.
"Kita di luar pemerintahan. Yang pasti kita tidak berada dalam pemerintahan.
Dan kita akan kritis. Di UU kita tidak ada istilah oposisi," terang Muzani.
Bagaimana kalau mendapat tawaran dari Cikeas? "Kalau ditawari kita akan
bicarakan dulu dengan Ketua Dewan Pembina," jawab Muzani. Sementara Ketua Umum
DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie dikabarkan mengajukan dua kadernya, yakni
Theo L Sambuaga dan Agung Laksono ke SBY. Keduanya sama-sama menjabat Wakil
Ketua Umum Golkar.
Agung Laksono disebutsebut akan menduduki jabatan Menko Kesra menggantikan
Aburizal, sedangkan Theo Sambuaga diplot sebagai menteri pertahanan.
Sebelumnya, SBY telah menegaskan, bahwa Golkar menjadi anggota koalisi setelah
Aburizal Bakrie bertemu dengannya di Cikeas. Dengan demikian, SBY memastikan,
Golkar, seperti juga lima parpol anggota koalisi lainnya, mendapat kursi dalam
kabinet.
Terkait calon menteri dari parpol, SBY menjelaskan harus direkrut melalui
meka-nisme internal sebelum diajukan. Sebab, nama-nama yang diusulkan kepadanya
harus ditandatangani oleh ketua umum parpol bersang-kutan. SBY memastikan,
dirinya tidak berada di bawah tekanan parpol anggota koalisi dalam penentuan
kursi kabinet. "Kalau ada pimpinan partai yang memperjuangkan kadernya untuk
duduk dalam kabinet, itu wajar," ujarnya.
Lalu bagaimana dengan kans Drs SH Sarundajang dan EE Mangindaan? Sumber di
dekat Presiden SBY mengatakan, kepala negara akan memperhatikan keterwakilan
daerah. "Keterwakilan wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara,
Sulawesi, Maluku, dan Papua akan ada dalam KIB II,'' janji SBY. Namun sumber
mengatakan, kursi yang tersedia hanya untuk 34 orang. Karena itu, Sulut
kemungkinan hanya diwakili 1 orang.
Tapi bukan berarti kans Sarundajang atau Mangin-daan sudah tertutup. Sumber
mengatakan, SBY mengisyaratkan bahwa jabatan menteri negara lingkungan hidup
diisi kalangan profesional. Pasalnya, perubahan iklim ke depan akan menjadi hal
yang sangat serius, sehingga harus ditangani orang yang memiliki keahlian dalam
bidang itu. Figur Sarundajang dinilainya cukup ideal untuk itu. Apalagi
kesuksesannya mengusung World Ocean Conference yang tidak saja mengundang kagum
SBY, tapi dunia internasional. ''Bisa saja Sarundajang diako-modir dari
kalangan profes-sional. Pak Sarundajang bukan orang partai kan?''(zal/dtc)
[Non-text portions of this message have been removed]