Kerjasama RI-AS bidang kesehatan tidak tabu, asal dengan prinsip kesetaraan dan 
saling menguntungkan. Depkes RI & Depkes AS, klop.
 
Ini bukan soal dukung mendukung.

Yang bermasalah itu kan di NAMRU, karena tidak setara.
Malah AS minta seluruh warganya di NAMRU diberi kekebalan diplomatik, padahal 
bukan diplomat. Kalau tidak neko-neko, kenapa minta status yang tidak 
lazim. Aneh kan?
 
 



Satrio Arismunandar 
Executive Producer
News Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 3542,  Fax: 79184558, 79184627
 
http://satrioarismunandar6.blogspot.com
http://satrioarismunandar.multiply.com  
 
Verba volant scripta manent...
(yang terucap akan lenyap, yang tertulis akan abadi...)

--- On Wed, 10/28/09, Kartono Mohamad <[email protected]> wrote:


From: Kartono Mohamad <[email protected]>
Subject: [ppiindia] Siapa yang (minta) didukung AS?
To: [email protected], [email protected]
Date: Wednesday, October 28, 2009, 6:30 PM


  



Indonesia – Amerika Serikat Sepakati Kerangka Baru Kerja Sama Bidang
Kesehatan 16 Sep 2009 
Joint Statement 

Washington D.C., 15 September 2009 – Menteri Kesehatan RI Dr. dr. Siti
Fadilah Supari Sp.Jp(K) dan Sekretaris Kementerian Kesehatan dan Pelayanan
Kema-nusiaan AS Kathleen Sebelius hari ini menyepakati kerjasama di bidang
kesehatan dan pembentukan sebuah Pusat Riset Biomedis dan Kesehatan Publik
Indonesia-Amerika Serikat (Indonesia-United State Center for Biomedical and
Public Health Research). 

Kesepakatan bersejarah ini diraih pada pertemuan antara Menkes Siti Fadilah
dengan Menteri Kathleen Sebelius dan delegasi masing-masing negara di kantor
Departemen Kesehatan dan Pelayanan Kemanusiaan AS di Washington, D.C.
Delegasi Departemen Kesehatan RI yang dipimpin Menteri Kesehatan RI Siti
Fadilah Supari beranggotakan diplomat senior, Dr. Makarim Wibisono, Direktur
Jenderal P2PL Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS, DTM&H, Kepala
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Prof. Dr. Agus Purwadianto, S.H,
M.Si, Sp.F(K), dan Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Kesehatan Publik, Dr
Widjaja Lukito, Ph.D., Sp. G.K. 

Pertemuan tersebut adalah sebuah langkah maju menuju terwujudnya kolaborasi
antar Departemen Kesehatan RI dan AS yang menjadi elemen penting untuk
meningkatkan pertukaran ilmiah, transfer teknologi, pengembangan sumber daya
manusia, program riset dan kesehatan publik yang lebih intensif terhadap
penyakit-penyakit yang menjadi prioritas utama dunia. 

“Departemen Kesehatan RI dan Departemen Kesehatan dan Pelayanan Kemanusiaan
AS berencana untuk meningkatkan kerja sama di bidang kesehatan dalam
kerangka sebuah kemitraan yang menyeluruh antara Republik Indonesia dan
Amerika Serikat. Kerangka kerja sama baru ini akan fokus pada riset dan
program pelatihan dasar klinis dan kesehatan publik. Kami berharap adanya
perbaikan dan perluasan aset riset biomedis dan kesehatan publik antar kedua
negara dan di tingkat regional dengan kepemimpinan dan keterlibatan para
ilmuwan sipil kedua negara,” demikian pernyataan bersama Menteri Siti
Fadilah dan Menteri Kathleen Sebelius. 

Lebih lanjut, pernyataan bersama ini menyebutkan kedua pihak telah sepakat
untuk membentuk Pusat Riset Biomedis dan Kesehatan Publik Indonesia –
Amerika Serikat yang baru dan akan dikelola oleh para ilmuwan sipil kedua
negara. 

Kerangka baru kerja sama ini mengawali sejarah baru kerja sama di bidang
kesehatan antar kedua negara yang sebelumnya dilaksanakan antara Departemen
Kesehatan dan Angkatan Laut AS. 

Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa “Kedua negara berharap kerja sama
ini dapat bermanfaat dan berlangsung jangka panjang dengan mengedepankan
prinsip saling hormat-menghormati dan transparansi.” 

Untuk menindaklanjuti kemitraan ini, kedua negara berencana untuk mengadakan 
Pertemuan Pejabat Senior Pemerintahan setiap tahun dan konsultasi tingkat 
menteri secara berkala. 

[Non-text portions of this message have been removed]

















      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke