Berita soal benar-tidaknya Menkes yang baru, Endang, pernah "menjual" atau 
"membawa" virus ke luar negeri tanpa izin, menimbulkan banyak perdebatan. Tapi, 
sayangnya, faktor akurasi berita dan pengecekan fakta, yang seharusnya bisa 
menjernihkan masalah justru tidak banyak disentuh. Saya mencoba memberi sedikit 
masukan.
 
Siti Fadilah Supari mengatakan, wartawan telah memlintir ucapannya soal Endang 
(yang sekarang jadi Menkes) telah "menjual virus." Perkataan Siti ini lalu 
justru "diplintir" lagi oleh sejumlah anggota milis, bahwa Siti mencabut total 
ucapannya tentang Endang. 
 
Pernyataan Endang yang membantah pernah menjual virus lalu juga dijadikan 
alasan untuk menyebut  kasus ini sebagai kasus tidak penting, kasus remeh 
temeh, kasus infotainment. Bahkan lucunya, soal ini diredusir sebagai cuma 
sekadar persaingan/pertikaian dua perempuan soal jabatan menteri. 
 
(Virus influenza yang diserahkan gratis dari negara berkembang, yang bisa 
dibikin vaksin secara massal di negara maju, dan vaksin itu lalu bisa dijual 
dengan harga berjuta-juta dolar di negara berkembang/miskin yang kena wabah, 
dan mungkin rakyat/negara miskin itu terpaksa harus berutang jutaan dollar ke 
Bank Dunia/IMF/negara maju untuk membayar harga vaksin, dianggap cuma soal 
pertengkaran antara dua perempuan! 
 
Virus yang bisa mewabah dan makan korban jiwa, negara miskin yang harus 
berutang jutaan dollar demi membayar vaksin yang dikuasai negara maju, cuma 
dianggap berita infotainment....he..he..he..) 
 
Berdasarkan asas akurasi jurnalisme yang standar saja, maka saya perlu 
meluruskan beberapa hal di sini supaya anggota milis mendapat gambaran yang 
jelas :
 
1. Siti Fadilah membantah pernah mengatakan Endang MENJUAL virus. Menurut Siti, 
ia hanya mengatakan bahwa Endang pernah MEMBAWA virus ke luar negeri TANPA izin 
atasannya di Depkes. 
 
Jadi, menurut Siti, ada wartawan yang telah menarik kesimpulan yang keliru 
(mungkin karena terlalu bersemangat memberitakan berita panas ini?), ketika 
menyamakan MEMBAWA virus ke luar negeri dengan MENJUAL virus.
 
2. Siti Fadilah TIDAK PERNAH menarik ucapannya bahwa Endang pernah MEMBAWA 
virus ke luar negeri tanpa izin atasannya, dan menyerahkan virus itu ke pihak 
asing (baca: peneliti Amerika). Dan memang karena alasan MEMBAWA virus tanpa 
izin inilah Siti lalu memberi sanksi pada Endang dengan memutasi dia (soal 
adanya sanksi ini diakui oleh keduanya: Siti dan Endang).
 
3. Ketika ditanya wartawan soal benarkah ia MENJUAL virus, Endang membantah 
dengan mengatakan bahwa ia TIDAK pernah menjual virus. Bantahan Endang ini 
sebenarnya tidak berarti apa-apa karena Siti --menurut pernyataannya-- sejak 
awal memang TIDAK pernah menuduh Endang MENJUAL virus.
 
4. Endang sampai saat ini TIDAK PERNAH membantah bahwa ia pernah MEMBAWA virus 
ke luar negeri TANPA IZIN atasannya. Dan wartawan juga tidak mencecar 
pertanyaan ke arah MEMBAWA virus itu, karena banyak wartawan rupanya terpaku 
pada isu "MENJUAL" virus yang sebetulnya non-isu.
 
Demikian sedikit masukan soal akurasi.
 
 
Satrio
Penggemar komik detektif Kindaichi & Conan
 
 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke