http://regional.kompas.com/read/xml/2009/10/29/14313573/gelar.segera.dialog.internasional.untuk.papua


Gelar Segera Dialog Internasional untuk Papua!

 
KOMPAS/ICHWAN SUSANTO
Sejumlah mahasiswa memblokir jalan masuk kampus Uncen di Waena, Jayapura, Kamis 
(29/10). Mereka menolak dialog nasional, tetapi mendesak dialog internasional 
untuk menyelesaikan masalah Papua.Kamis, 29 Oktober 2009 | 14:31 WIB
Laporan wartawan KOMPAS Ichwan Susanto


JAYAPURA, KOMPAS.com- Dalam sehari ini, Kamis (29/10), di Jayapura Papua 
digelar dua aksi unjuk rasa yang intinya menuntut kehidupan lebih baik bagi 
masyarakat asli Papua. Solusi yang ditawarkan pendemo adalah dialog 
internasional yang melibatkan Pemerintah Indonesia, masyarakat Papua, dan 
mediator negara asing.

Demo pertama digelar di Kampus Universitas Negeri Cenderawasih di Waena 
Jayapura. Mereka sempat dua jam memalang jalur masuk gerbang kampus menuju 
fakultas dan rektorat. Ini sempat membuat aktivitas lalu-lintas mahasiswa dan 
pegawai kampus lumpuh.

Di palang yang dipasang melintang itu, sekitar 50 mahasiwa mengikatkan spanduk 
berisi tuntutan penyelesaian pelanggaran hak asasi manusia dan desakan dialog 
internasional. Setelah memalang kampus, mereka berencana melakukan longmarch ke 
Kantor Majelis Rakyat Papua untuk berdemonstrasi.

Namun, aksi ini diantisipasi polisi dengan mengirimkan sekitar 300 personel 
polisi pengendali massa dan anggota Brimob Detasemen A Polda Papua. Aparat 
polisi yang berseragam lengkap anti hur u-hara ini cukup mengendurkan minat 
mahasiswa berdemo.

Wakil Kepala Polresta Jayapura Komisaris Amazona Pelomonia meminta mahasiswa 
untuk membuka palang dan menyerahkan spanduk ke petugas keamanan. Setela h 
bernegosiasi cukup panjang, mahasiswa yang dipimpin koordinator Usama Yagobi 
ini menuruti kemauan petugas.

Amazona yang didampingi Kepala Bagi an Operasi Polresta Jayapura Ajun Komisaris 
Dominggus Rumaropen pun meminta mahasiswa untuk membubarkan diri. Pasalnya, 
aksi demo ini belum dilaporkan dan mendapatkan izin dari kepolisian.

Setelah ditekan beberapa saat, Usama akhirnya mau membubarkan massa. K ami 
terpaksa bubar karena ditekan. Tetapi kami akan berkonsolidasi kembali. Dalam 
waktu tidak terlalu lama, kami akan kembali berdemonstrasi, ujarnya.

Selain di Kampus Uncen, di pertigaan Abepura, depan Kantor Pos Wilayah Papua 
dan Maluku, sekitar 200-an pemuda Papua juga berdemonstrasi. Mereka yang 
tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Peduli Papua menuntut 
penyelesaian berbagai pelanggaran HAM serta pembebasan tahanan dan narapidana 
politik.

Mereka juga menuntut segera digelar dialog internasional sebagai solusi 
pemecahan berbagai masalah di Papua. "Kami tidak mau tertipu lagi ketigakalinya 
seperti Pepera (1969) dan Otsus (2001). Dalam dialog harus ada pihak negara 
ketiga sebagai mediator dan pengawas jalannya perundingan," ujar Wilson 
Uruwaya, pimpinan massa yang mengaku sebagai Sekretaris Jenderal Departemen 
Dalam Negeri Pemerintah Transisi Papua Barat.

Aksi massa ini hampir dibubarkan paksa oleh tiga ratusan polisi yang disiagakan 
lengkap dengan seragam huru-hara. Namun, setelah pimpinan massa berunding 
dengan Wakil Kepala Polresta Amazona, massa diizinkan berorasi hingga pukul 
13.30.

Artikel Terkait: 
  a.. KNPB Tolak Dialog Nasional Jakarta-Papua 
  b.. Tokoh Papua: Beri JK Mandat Jembatani Dialog Kebangsaan 
  c.. Sistem di Palestina Tak Sesuai Zaman 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke