Setelah  dipijit dan dimules-muleskan baru makan durian, jadi pilih 
kedua-duanya. Bolehkah?

  ----- Original Message ----- 
  From: Satrio Arismunandar 
  To: news Trans TV ; kampus tiga ; ex menwa UI 2 ; HMI Kahmi Pro Network ; 
ppiindia ; nasional list 
  Sent: Tuesday, November 10, 2009 11:02 AM
  Subject: [nasional-list] Pilih Pijat atawa Duren (kasus KPK)


    
          Pilih Pijat atawa Duren
          KULITNYA putih mulus. Badan tinggi semampai, rambut lurus sebahu. 
Meski sudah 47 tahun, Ong Yuliana Gunawan bagaikan bintang di tahanan kelas I 
Medaeng, Sidoarjo, Jawa Timur, tiga tahun silam. ”Banyak penjaga keamanan yang 
kenal sama Yuliana,” kata Kepala Seksi Pelayanan Tahanan Kelas I Medaeng, 
Suwanto. 
          Dua kali Yuliana mendekam di rumah tahanan Medaeng karena perkara 
narkoba. Pertama kali ia ditangkap kepolisian Surabaya Selatan di rumahnya di 
Kedungdoro, Surabaya, pada 11 Januari 2006. Ia ditahan empat bulan di Medaeng. 
          Setahun kemudian, 19 Januari 2007, Yuliana, yang juga biasa dipanggil 
Lien, balik lagi ke Medaeng. Ia ditemukan memasok sabu-sabu ke rumah tahanan 
Medaeng dengan pura-pura menjadi tukang pijat. Polisi menangkapnya di sebuah 
apartemen di Jalan H.R. Muhammad, Surabaya. 
          Suwanto bercerita, Yuliana mudah bergaul selama di penjara. Ia 
menghuni tahanan nomor 1 blok W, khusus wanita. Ia memang pintar memijat. 
”Pijat totoknya luar biasa,” Suwanto mengenang. 
          Nama Yuliana mencuat ketika rekaman hasil penyadapan Komisi 
Pemberantasan Korupsi diperdengarkan di Mahkamah Konstitusi. Dalam rekaman itu 
ada suara perempuan yang berbicara dengan Anggodo Widjojo. Perempuan yang 
diduga Yuliana ini menyebut nama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ”Pokoke 
saiki Pak SBY mendukung,” katanya dalam rekaman itu. 
          Anggodo adalah adik buron Komisi Pemberantasan Korupsi, Anggoro 
Widjojo. Pembicaraan Yuliana dan Anggodo itu berlangsung pada 6 Agustus. 
Yuliana bercerita tentang nomor telepon seluler barunya, serta rencana bertemu 
dan memijat Ritonga. ”Dua teman akrabnya yakin, itu suara Anggodo dan Yuliana,” 
kata seorang pengusaha yang tak mau disebut namanya. 
          Hingga pekan lalu, belum jelas Yuliana berada di mana. Anggodo, dalam 
wawancaranya dengan sebuah stasiun televisi, mengatakan bahwa Yuliana di 
Brunei. Tempo tak menemukan Yuliana di kediamannya di Kedungdoro dan Peneleh, 
Surabaya. Maman, adik iparnya, mengatakan bahwa Yuliana tak pernah lagi 
berkunjung ke rumah orang tuanya di Peneleh itu. 
          Perkenalan Anggodo dengan Yuliana juga berawal dari pijat-memijat. 
Seorang pengusaha di Surabaya mengatakan, Anggodo pernah membantu menyelesaikan 
perkara hukum yang membelit Yuliana. Dalam rekaman, Yuliana beberapa kali 
memanggil Anggodo ”Yang”—bentuk manja panggilan ”sayang”. 
          Beberapa kali pula Anggodo menjenguk Yuliana selama di tahanan polisi 
sampai ke Medaeng. ”Kami tak bertanya tentang statusnya,” kata Kepala Unit 
Penyidikan Narkotika Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya, Ajun Komisaris 
Polisi Effendi. 
          Sumber Tempo mengatakan, Yuliana dekat dengan Anggoro dan Anggodo. 
Kemampuannya memijat juga menjadi pintu masuk berkenalan dengan sejumlah 
pengusaha dan pejabat. Ia melayani permintaan pijat melalui telepon. ”Yuliana 
pemijat andal, dengan melayani para naga (cukong sukses dan kaya— Red.) serta 
pejabat,” katanya. 
          Menurut sumber itu, Yuliana adalah makelar kasus—biasa disingkat 
”markus”—di lingkungan kepolisian dan kejaksaan. Ia mencari orang yang kena 
masalah hukum dan membantu menyelesaikannya. Sebagai pekerjaan resmi, ia 
menjadi tukang pijat totok di sebuah rumah pijat. 
          Dalam rekaman pembicaraan, Yuliana berbincang dengan orang yang 
diduga sebagai Abdul Hakim Ritonga pada 24 Agustus. Mereka membicarakan kiriman 
”duren”. Sumber Tempo mengatakan, di kalangan pemain dan pemakai narkoba, 
”duren” dipakai sebagai nama sandi sabu. 
          Yuliana: Sudah datang durennya? 
          Ritonga: Ya, sudah. Dua kardus, dua kotak. Terima kasih, ya. 
          Yuliana: Ya, Pak…. 
          Yandi M.R. (Jakarta), Muhammad Taufik, Rohman Taufiq (Surabaya)



          http://majalah. tempointeraktif. com/id/arsip/ 2009/11/09/ 
LU/mbm.20091109. LU131924. id.html




----------------------------------------------------------------------
          New Email addresses available on Yahoo! 
          Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and 
@rocketmail.
          Hurry before someone else does!  



  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke