Refleksi : Kalau diikuti kunjungan SBY ke berbagai negeri, maka bisa dilihat ke 
negeri mana saja dikunjungi selalu mengundang tuan rumah untuk menginvestasi di 
NKRI.  Bagus? Buruk? Monggo-monggo ceritanya. Soeharto juga mengundang dan 
mengizinkan modal asing mengivestasi dengan syarat-syarat bagus untuk investor. 
Jadi rezim SBY dalam hal ini tidak banyak bedanya dengan rezim komparador 
Soeharto.

http://antaranews.com/berita/1258110118/presiden-ri-undang-china-investasi-infrastruktur

Presiden RI Undang China Investasi Infrastruktur

Singapura (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundang 
pemerintah China untuk bekerjasama di bidang infrastruktur, demikian Juru 
Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal di Hotel Marina Mandarin Singapura, Jumat 
sore, usai mendampingi Yudhoyono menerima Hu Jintao.

"Kedua pemimpin sepakat terus melakukan kerjasama ekonomi. Tapi Presiden juga 
mengundang pemerintah China bekerjasama di bidang infrastruktur," katanya.

Presiden, kata dia, juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan atas kerjasama 
pemerintah China membangun jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan 
Madura.

"Ini adalah salah satu bentuk kerjasama yang konkret antara kedua negara," 
katanya.

Dino mengatakan, kedua negara memiliki hubungan kerjasama yang baik selama 
hampir 60 tahun terakhir.

"Saya juga bisa katakan bahwa perdagangan Indonesia-China sudah melampaui 
target 30 miliar dolar AS pada 2008. Jadi, memang luar biasa sekali 
perkembangan dan potensi hubungan perdagangan dan invertasi Indonesia-China," 
paparnya.

Sebelumnya, dalam pertemuan dwipihak antara Presiden Yudhoyono dan Perdana 
Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Kamis malam, Presiden juga mengundang 
pemerintah Singapura untuk berinvestasi di Indonesia.

Presiden Yudhoyono bertemu dwipihak dengan Presiden China Hu Jintao selama 
lebih kurang 30 menit menjelang pertemuan puncak Forum Kerja sama Ekonomi Asia 
Pasifik (APEC) di Singapura, 14-15 November.

Pertemuan tersebut berlangsung di Ruang Taurus Hotel Marina Mandarin, 
Singapura, tempat Presiden Yudhoyono dan delegasi APEC Indonesia menginap, 
Jumat sekitar pukul 15.15 waktu setempat.

Dalam pertemuan itu Presiden Yudhoyono memimpin delegasi Indonesia yang terdiri 
dari Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Menteri Perindustrian M. Hidayat, 
Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, 
Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Kepala BKPM Gita Wiryawan.

Pertemuan Yudhoyono - Hu Jintao adalah satu dari sejumlah pertemuan dwipihak 
yang akan dilakukan oleh Presiden di sela rangkaian pertemuan puncak APEC.

Presiden Yudhoyono juga dijadwalkan menyelenggarakan pertemuan dwipihak dengan 
Perdana Menteri Papua Nugini Sir Michael Somare dan Presiden Amerika Serikat 
Barack Obama.

Kamis malam (12/11), Presiden melakukan kunjungan kenegaraan kepada Presiden 
Singapura SR Nathan, Menteri Senior (Minister Mentor) Lee Kuan Yew dan Perdana 
Menteri Lee Hsien Loong.

Kamis malam itu juga, Perdana Menteri Lee Hsien Loong menjamu delegasi 
Indonesia dalam sebuah jamuan santap malam di Istana dimana kedua kepala 
pemerintahan membahas upaya-upaya peningkatan hubungan baik kedua negara. (*)

COPYRIGHT © 2009 ANTARA


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke