http://www.equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=11996

Jum'at, 13 November 2009 , 13:37:00

Pembunuhan Sadis di Sekadau
Tiga Kali Tebas, Nyawa Tetangga Lepas



 
Jenazah korban di TKP saat diidentifikasi petugas kepolisian. Tragedi berdarah 
ini dipicu persoalan pohon langsat.
Sekadau. Nyawa manusia sepertinya sangat murah. Hanya gara-gara pohon langsat, 
AA, 38, tega menghabisi nyawa tetangganya sendiri, Akam, 52, warga kampung 
Sepati Dusun Tapang Jaya RT 03 RW 1 Desa Semabi Sekadau, sekitar pukul 7.30, 
kemarin (12/11).

Kejadian bermula, ketika Akam memagar pohon langsat dengan batang bambu 
runcing. Pohon langsat itu tidak jelas kepemilikannya. Akam mengaku, dialah 
pemiliknya. Begitu juga dengan AA mengaku, pohon itu miliknya. 
Langsat tersebut memang sedang berbuah lebat. AA sebagai yang  merasa memiliki 
langsat itu, tak terima. AA lantas menembang langsat yang sudah dipagari Akam 
dengan bambu. 

Aksi penebangan itu ternyata dilihat sendiri oleh Akam. Pas, waktu itu Akam 
melintas hendak pergi menempa parangnya. Akam jelas marah. Pohon langsat 
berbuat lebat itu adalah milikinya. Diapun menghampiri AA. 
Perang mulut tak terhindari. Tempramen keduanya memanas. Dari perang mulut 
berubah menjadi perkelahian menggunakan parang. Akam kebetulan saat itu membawa 
dua parang. Kebetulan, Akam pekerjaannya adalah pandai besi. 

Terjadilah perkelahian menggunakan parang. Beberapa kali Akam mengayuhkan 
parangnya, tapi tak mengenai tubuh AA. Giliran AA melancarkan serangan, parang 
tajamnya mengenai tengkuk Akam. Akam nyaris tersungkur akibat tebasan dari 
belakang AA.
AA belum puas, walau Akam sudah berlumuran darah. Diapun mengayunkan parangnya 
lalu mendarat tepat di bawah telinga kanannya. Belum juga puas, AA kembali 
menebaskan parangnya tepat mendarat tipis di atas kepala Akam. Tebasan ketiga 
itu membuat batok kepala Akam terbelah. Otaknya pun bisa terlihat jelas. 

Darah segar mengalir dari luka yang ditebas AA pada bagian kepala Akam. "Korban 
sempat saya seret, mau saya antar ke rumahnya," cetus AA kepada Equator di 
Polsek kota Sekadau Hilir.

Saat bercerita, mata AA berkaca-kaca. Dia didampingi anak dan istrinya tanpa 
rasa sesal. Paska kejadian itu AA kemudian dibawa mertuanya melaporkan diri ke 
Polsekta Sekadau Hilir bersama istri dan seorang anaknya.

Mendapat laporan dari warga, pihak Polsekta bersama personel dari Polres 
Sekadau bergegas menuju lokasi kejadian. Kapolres Sekadau AKBP Drs Adeyana 
Supriyana melalui Kapolsekta Sekadau Hilir AKP Pipin Silaen SH mengatakan, AA 
segera diproses. "Kita tetap kita proses sesuai hukum yang berlaku. Kita juga 
berterima kasih atas partisipasi warga Kampung Sepati Dusun Tapang Jaya Desa 
Semabi Kecamatan Sekadau Hilir yang tanggap melaporkan kejadian di 
lingkungannya," pungkasnya.(gan) 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke