Refleksi : Mungkin dipilih orang laki, karena tidak banyak perempuan yang 
berani dan tabah melawan arus keterbelakangan dan mungkin juga laki-lakinya 
ganteng dan bila berbicara sebagai penjinak ular (snake chamer). Apa komentar 
Anda?

http://www.lampungpost.com/cetak/berita.php?id=2009111606441745

      Senin, 16 November 2009 
     

      POLITIKA 
     
     
     

Politisi Perempuan Terkendala Kultur 


      BANDAR LAMPUNG (Lampost): Pemilih perempuan belum tentu memilih calon 
perempuan dalam pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah.

      Masih ada anggapan perempuan tidak memiliki kapasitas dan berkembang 
kultur bahwa laki-laki yang harus duduk di badan legislatif. Hal tersebut 
mengemuka dalam kunjungan kader Partai Keadilan Sejahtera ke Kantor Redaksi 
Lampung Post, Sabtu (14-11).

      Kader PKS yang hadir antara lain Ketua Bidang Kewanitaan DPP PKS yang 
juga anggota Komisi IX DPR Ledia Hanifa Amaliah, anggota DPRD Lampung dari 
Fraksi PKS Nenden Tresnanursari, Ketua Bidang Kewanitaan DPW PKS Lampung Evi 
Virdiana, serta Humas PKS Lampung Detti Febrina dan Anggi Wibowo.

      Ledia mengatakan dari hasil kajian Universitas Indonesia terungkap bahwa 
hanya 18 persen perempuan yang memilih perempuan. Hal tersebut disebakan kultur 
yang belum berubah dan ada anggapan bahwa perempuan tidak punya kapasitas.

      PKS, kata Ledia, menekankan tidak pada jumlah perempuan yang duduk dalam 
parlemen. Namun, lebih pada kapasitas dam kualitas yang perlu dibangun oleh 
kaum perempuan. "Wacana pemilihan dengan sistem distrik pada pemilu tahun 2014 
akan menjadi perhatian tersendiri pada suara perempuan," kata dia.

      Menurut Ledia, PKS juga terus menguatkan struktur kewanitaan di 
kepengurusan wilayah. Setengah kader PKS adalah perempuan. PKS sedang melakukan 
konsolidasi terhadap kader perempuan untuk mewujudkan tujuan dakwah.

      Menurut Ledia, perempuan harus terus memperbarui diri untuk meningkatkan 
kapasitas dalam politik. Kader PKS siap untuk menghadapi pilkada dan 
penenanganan pemilu tahun 2014. Sebagai partai politik, wajar PKS sudah 
memikirkan kesiapan pemenangan pemilu tahun 2014.

      Calon Perempuan

      Ledia menambahkan PKS pernah mengajukan kader perempuan pada pilkada di 
Kota Cimahi, Jawa Barat. Meskipun tidak menang, PKS siap mendukung kader 
perempuan yang memiliki kapasitas. "Selama ini keuangan menjadi kendala dalam 
pengusungan calon," kata dia.

      Anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Barat I ini mengatakan kultur yang 
ada di Indonesia masih belum ramah terhadap perempuan yang maju dalam politik. 
"Masih ada anggapan mau apa sih perempuan ke ranah politik," ujar Ledia.

      Ledia juga mengatakan para pemelih perempuan, terutama ibu-ibu menjadi 
sasaran empuk praktek politik uang. Ibu-ibu menganggap politik uang menjadi 
pemasukan tambahan. Ia melihat kaum ibu sekarang tidak hanya menjadi target 
politik uang, tetapi juga sekaligus menjadi penikmat politik uang. "Para 
pemilih masih melihat apa yang bisa diberikan para calon. Ibu bisa kasih apa? 
Kaum ibu sekarang sudah terjebak pragmatisme," kata Ledia. n MG2/U-
     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke