http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2009111707235815
Selasa, 17 November 2009
BURAS
Rakyat Menanti Solusi Krisis Hukum!
H. Bambang Eka Wijaya
"RAKYAT, yang sejak reformasi juga disebut publik, menanti solusi krisis
hukum dewasa ini!" ujar Umar. "Inti krisis, dalam versi publik, penegakan hukum
yang dilakukan dengan tata cara formal dan legalistik--seperti dalam kasus
Bibit-Chandra--ternyata diboncengi kepentingan tersembunyi aparat hukum! Jadi,
masalahnya bukan formal legalistiknya, malainkan kepercayaan pada aktornya!"
"Ketidakpercayaan itu diperkuat oleh pemutaran rekaman sadapan KPK di MK,
seperti kata Ketua MK (Metro TV, 13-11), apa kata Anggodo di rekaman yang
disadap bulan Juli itu, terjadi dalam proses hukum terhadap Bibit-Chandra dua
bulan kemudian, September dan Oktober!" sambut Amir.
"Ketidakpercayaan publik mengkristal karena di balik proses formal
legalistik itu, ternyata ada skenario yang bahkan didiktekan makelar kasus
(markus). Akibatnya tak kepalang, Presiden SBY langsung mencanangkan gerakan
ganyang mafia hukum dan makelar kasus masuk dalam program 100 hari Kabinet
Indonesia Bersatu II."
"Dengan semua itu, solusi yang dinantikan publik cukup jelas, membebaskan
negeri tercinta ini dari ketidakadilan dan korupsi!" tegas Umar. "Tidak adil
karena proses hukum yang dijalankan secara formal legalistik itu cuma mengikuti
maunya makelar kasus! Lebih parah lagi, markus bermain untuk mengamankan kasus
korupsi dari tindakan hukum! Konsekuensi logisnya, proses formal legalistik
yang dijalankan justru menjadi promotor ketidakadilan dan korupsi! Jadi,
seperti ditegaskan tadi, bukan formal legalistiknya, melainkan aktornya sebagai
pokok masalahnya!"
"Untuk itu, solusi yang dinanti jelas, berupa usaha mereformasi
personalia lembaga penegak hukum, lewat reorientasi pada sistem yang dijalankan
secara bersih, tidak didikte mafia hukum untuk melindungi koruptor!" timpal
Amir.
"Itu bukan berarti di lembaga-lembaga penegak hukum personalianya kotor
semua! Bukan! Justru karena diyakini sebenarnya masih lebih sangat banyak yang
jujur, bisa kiat diyakini usaha reformasi akan berhasil! Masalahnya, struktur
lembaga seperti air mancur, kalau air yang mancur dari atas bersih, air kolam
juga ikut bersih! Sedang dalam kasus terakhir ini justru di pucuk air mancur
yang keruh, sayang kalau kolam yang jernih ikut jadi keruh?"
"Tepat sekali! Solusi yang ditunggu publik adalah penjernihan di puncak
air mancur!" tegas Umar. "Dalam kelembagaan, teladan dan ketegasan sikap pucuk
air mancur amat menentukan! Di kepolisian misalnya, saat Sutanto yang keras dan
tegas antijudi, seluruh kolam jadi jernih dari judi, seantero negeri bersih
dari judi! Pasti ada tokoh dalam lembaga-lembaga penegak hukum yang benar-benar
antikorupsi, sehingga korupsi bisa disapu bersih keluar dan ke dalam! Kalau
dalam institusinya bersih korupsi, proses hukum formal legalistik yang
dijalankan juga akan bersih, bisa kembali dipercaya publik!" n
[Non-text portions of this message have been removed]