BUAYA TERNYATA GENTAR JUGA......
Jumat, 20/11/2009 11:08 WIB
Semua yang Mengancam Kemerdekaan Pers Harus Dilawan!
Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Mabes Polri telah membatalkan pemanggilan pada media massa terkait
laporan Anggodo. Meski demikian, kritik pada korps baju coklat tetap saja
meruyak. Mereka yang mengancam kemerdekaan pers harus dilawan.
"Polisi bikin blunder. Anggodo dibiarkan, tapi media massa yang memuat
transkrip rekaman Anggodo malah mau dipanggilin, " kata Ketua Dewan Pakar DPP
PPP Lukman Hakiem kepada detikcom, Jumat (19/11/2009) .
Menurutnya, meski sudah ada upaya revisi dan perbaikan sikap polri terhadap
media dengan membatalkan pemanggilan atas kasus laporan Anggodo, hal itu
menunjukkan rendahnya profesionalisme Polri dalam bekerja.
"Ini sama saja dengan bikin musuh baru. Kalau begini terus, makin susah membela
polisi yang citranya semakain buruk," ujar pria yang 20 tahun menggeluti dunia
jurnalistik ini.
Lukman mengingatkan semua pihak termasuk polisi dan pemerintah untuk tidak
sekali-kali membatasi kemerdekaan pers yang sudah diperjuangkan selama
bertahun-tahun. Sebab, siapa saja yang melakukan hal itu pati akan berhadapan
dengan rakyat.
"Sebagai orang yang pernah berprofesi sebagai wartawan pada tahun 1977-1997,
dan turut membidangi lahirnya UU tentang kemerdekaan dan kebebasan pers, semua
potensi yang mengancam kemerdekaan pers harus dilawan!," tutupnya.
(yid/nrl)
[Non-text portions of this message have been removed]