http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=35437:kapolri-di-antara-kami-tidak-ada-yang-akan-mundur-&catid=3:nasional&Itemid=128
Kapolri: Di Antara Kami Tidak Ada yang Akan Mundur
Jakarta, (Analisa)
Kapolri Bambang Hendarso Danuri (BHD) kembali menegaskan dirinya dan para
pejabat Polri lainnya tak akan mundur dari jabatannya. Hal ini menyusul desakan
mundur yang semakin santer digaungkan oleh banyak pihak, termasuk juga Tim 8.
"Tidak ada yang akan mengundurkan diri di antara kami," ujar Kapolri
dalam rapat kerja Komisi III DPR dengan Polri, Kejagung, KPK di Gedung DPR RI
Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (19/11).
Terkait berbagai macam isu yang menghantam Polri akhir-akhir ini, BHD
menegaskan Polri akan tetap solid. Dia bahkan menyatakan tidak ada prinsip di
Polri untuk mundur.
"Tidak ada yang akan mundur kecuali masa pensiun, kecuali diundurkan oleh
Yang Maha Kuasa. Prinsipnya untuk mundur tidak ada, prinsipnya kesatuan Polri
solid," tegas BHD.
Pada kesempatan itu, Kapolri juga ditanya salah satu anggota Komisi III
DPR bahwa Polri adalah lembaga superbody. Hal ini menyusul kondisi terakhir
yang merupakan dampak dari kasus kriminalisasi KPK di mana kekuatan Polri
nampak seperti tak terbatas. Atas pertanyaan itu, BHD dengan tegas membantahnya.
"Kami tidak sama sekali lembaga superbody, kami menyadari kami adalah
pelayan, pengayom dan penegak hukum," tegas dia. BHD menjelaskan bahwa Polri
sebagai lembaga penegak hukum di Indonesia akan senantiasa melakukan tugas
sesuai prosedur yang ada.
"Kalau ada fitnah oknum kami di lapangan dan melakukan tindakan tidak
percaya, pastinya akan kami tindak dengan hukum. Tidak benar bahwa kami lembaga
superbody," tutur BHD.
Mabes Polri Bungkam
Sementara itu rencana pemanggilan dua media cetak, Kompas dan Seputar
Indonesia oleh Mabes Polri terkait pemberitaan mereka tentang transkrip
penyadapan di Mahkamah Kontitusi (MK). Pejabat Polri yang kebetulan sedang
rapat di ruang Komisi III pun langsung diserbu wartawan. Wakabareskrim Mabes
Polri Irjen Pol Dik Dik Mulyana menjadi buruan media. Ia berondong latar
belakang dipanggilnya dua media tersebut.
"Kenapa polisi panggil media? Apa alasannya?" tanya wartawan usai rapat
kerja antara Komisi III dengan Polri, Kejagung, dan KPK di Gedung DPR Senayan,
Jakarta, Kamis (19/11) malam.
Bukannya menjawab, Dik Dik justru seperti menghindar. Ia sengaja tidak
langsung keluar ruangan dan lebih memilih bertahan beberapa saat di dalam ruang
rapat.
Di luar ruang sidang pun hingga parkiran mobil, wartawan masih terus
bertanya ke Dik dik. Namun akhirnya Dik dik menyerah. "Saya masih koordinasi
dengan penyidik, saya belum bisa terangkan apa-apa," jawab Dik dik singkat
sambil masuk ke dalam mobil. Jawaban serupa juga diberikan oleh Kapolri. "Saya
belum tahu, nanti saya koordinasi dengan Kabareskrim," kata BHD. (dtc)
[Non-text portions of this message have been removed]