Hebat juga intel asing.

  ----- Original Message ----- 
  From: Sandy Dwiyono 
  To: [email protected] ; [email protected] 
  Sent: Wednesday, November 25, 2009 3:57 PM
  Subject: [nasional-list] Batan Usulkan PLTN Opsi Prioritas


    
  Gerakan-gerakan operasi intelijen asing untuk menghalang-halangi RI membangun 
PLTN adalah hal yang biasa. Hal terpenting, RI harus teguh pendirian.


  http://www.antara.co.id/berita/1259142200/batan-usulkan-pltn-opsi-prioritas

  Batan Usulkan PLTN Opsi Prioritas

  Rabu, 25 November 2009 16:43 WIB

  Blora (ANTARA News) - Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) masih mengusulkan 
bahwa Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dijadikan opsi prioritas untuk 
memenuhi kebutuhan energi listrik jangka panjang di Indonesia.

  "Dari sisi suplai energi yang aman dan keberlanjutan kebutuhan energi jangka 
panjang, maka PLTN tetap dibutuhkan," kata Batan Hudi Hastowo ketika kunjungan 
kerja bersama rombongan Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) RI Suharna 
Surapranata di Blora, Rabu.

  Selain itu, kata dia, kebutuhan energi listrik pada masa akan datang juga 
semakin besar.

  "Misal, dalam kabinet bersatu dua ini menargetkan tambahan energi setiap 
tahun 3.000 mega watt (MW). Bisa dibayangkan dalam 10 tahun kebutuhan energinya 
menjadi dua kali lipat dari kebutuhan sekarang," ujarnya.

  Meski demikian, kata dia, pemerintah akan mengembangkan semua sumber energi 
baru dan terbarukan, seperti geotermal dan sebagainya.

  "Tetapi, pengembangan sejumlah sumber energi tersebut tidak akan mampu 
memenuhi kebutuhan energi di masyarakat. Sehingga, energi nuklir tetap menjadi 
opsi," ujarnya.

  Untuk mendukung rencana pembangunan PLTN tersebut, katanya, pemerintah telah 
mengambil sejumlah tahapan, di antaranya menyiapkan berbagai tapak yang 
dimungkinkan bisa dijadikan opsi untuk pembangunan.

  "Orientasi kami tidak hanya di Semenanjung Muria, tetapi akan dicari opsi 
yang lain jika penerimaan masyarakat setempat memang sulit," ujarnya.

  Menurut dia, penyiapan tapak di beberapa daerah bukan sebagai pengganti di 
Semenanjung Muria.

  "Kami optimistis, suatu ketika PLTN akan diperlukan semua daerah, mengingat 
kebutuhan energi di Indonesia semakin bertambah," ujarnya.

  "Sebagai contoh, kabinet Indonesia bersatu menargetkan pertumbuhan ekonomi 
sebesar tujuh persen, maka kebutuhan energi listriknya berkisar 1,5 kali 
kebutuhan sebelumnya," ujarnya.

  Apabila kurang dari 1,5 kali, katanya, akan berdampak pada kondisi 
perekonomian di tanah air menjadi tidak sulit berkembang karena energi sebagai 
infrastruktur menjadi kendala.




  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke