http://www.gatra.com/artikel.php?id=132610
Rame-rame Mainkan Century Usulan hak angket kasus dana penyelamatan Bank Century disetujui sidang paripurna DPR. Panitia khusus hak angket segera dibentuk untuk mengungkap ada-tidaknya tindak pidana dan kerugian negara dalam pengucuran bantuan ke Century. Pansus hak angket juga akan menelisik siapa yang menikmati aliran dana Century. Politikus senior Partai Golkar, Zainal Bintang, mengajak masyarakat mewaspadai kemungkinan manuver pihak-pihak tertentu yang berupaya "memperjualbelikan" kasus Bank Century ini demi keuntungan pribadi ataupun kelompoknya. ''Bisa saja ada pimpinan parpol tertentu yang menunggangi kasus ini untuk menaikkan posisi tawar terhadap Cikeas, untuk kepentingan kekuasaan dan jabatan,'' katanya. Tudingan adanya kepentingan yang memainkan kasus Century memang kerap santer terdengar. Ada pihak yang menduga, kasus ini diwarnai kepentingan bisnis Aburizal Bakrie (Ical) untuk menggusur Sri Mulyani, yang kerap dianggap menjegal langkah bisnis Ical. Ada juga pihak yang menuding, ada kepentingan PAN menggeser Boediono untuk digantikan Hatta Rajasa. Bahkan ada yang bilang, Golkar ingin Akbar Tandjung naik menggantikan Boediono. Sejauh ini, tudingan-tudingan itu sulit dibuktikan dan kerap dibantah. Ical dan Ani sendiri kerap membantah bahwa mereka berseteru. PAN juga membantah ada kepentingan mendudukkan Hatta sebagai wakil presiden menggantikan Boediono. Pun demikian dengan Golkar. Fraksi-fraksi DPR memang waspada bakal ada kepentingan yang menunggangi angket Century itu. Tapi, sejauh ini, mereka tidak terlalu risau menyangkut siapa yang bakal memimpin pansus hak angket. Menurut Bambang Soesatyo, siapa pun yang memimpin pansus hak angket itu, sekalipun dari Demokrat, tidak jadi masalah asal berintegritas dan tidak mudah tergiur oleh iming-iming kekuasaan dan uang. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memang menjadi kunci untuk menyelidiki aliran dana dari Century ke lapis kedua dan seterusnya. Dengan begitu, bisa dibuktikan apakah tuduhan yang dilontarkan LSM seperti Bendera bahwa dana itu dinikmati kalangan dalam Cikeas benar atau sekadar isapan jempol. Apalagi, Ketua Bendera, Mustar Bona Ventura, yakin bahwa data yang disampaikannya valid dan siap menghadapi laporan yang diajukan pihak Ibas. ''Terkait pelaporan itu, kami akan siap menghadapinya,'' kata Mustar. Ketua PPATK, Yunus Husein, sejauh ini belum mau buka mulut soal dugaan itu. Ia mengaku belum menemukan indikasi bahwa dana Century lari ke pihak yang dituduhkan. ''Tidak ada. Belum ditemukan sampai situ,'' katanya kepada Gandhi Achmad dari Gatra. Sejauh ini, kata Yunus, pihaknya baru memeriksa 59 transaksi mencurigakan yang terkait dengan Century. PPATK, kata Yunus, masih fokus menyelidiki kucuran dana Century pada lapis kedua, yaitu ke mana dana itu dikucurkan setelah ditarik 50-an nasabah Century. Para nasabah itu terdiri dari 44 nasabah perorangan dan tujuh nasabah perusahaan. Dana Rp 146 milyar itu, menurut Yunus, belum mengalir jauh. ''Kami lihat baru sampai dua-tiga lapis. Tapi di Bank Century itu kebanyakan lapis kedua. Jadi, dari Bank Century ke bank mana gitu belum ketahuan,'' tuturnya. Yang jelas, kata Yunus, dana yang ditarik nasabah bentuknya beragam. Ada yang berbentuk perintah transfer, ada juga yang berbentuk tarikan tunai. Besarannya, Rp 39 juta sampai Rp 20 milyar. Yunus menyatakan, pihaknya belum mampu menyelidiki lebih jauh untuk menemukan ke mana dana itu mengalir setelah ditarik nasabah. Yunus memberi sinyal agar masyarakat jangan terlalu berharap bahwa PPATK mampu mengusut tuntas aliran dana itu. ''PPATK bukan Doraemon yang bisa minta baling-baling bambu, lalu semua bisa didapat,'' katanya. Menurut dia, apa yang diperoleh PPATK sekarang sudah maksimal. M. Agung Riyadi dan Sukmono Fajar Turido [Laporan Utama, Gatra Nomor 4 Beredar Kamis, 3 Desember 2009] [Non-text portions of this message have been removed]

