http://www.gatra.com/artikel.php?id=132414

27 Jam di Crane
Aktivis Greenpeace Akhirnya Menyerah

Pekanbaru, 26 November 2009 13:22
Setelah bertahan sekitar 27 jam, empat aktivis Greenpeace, Kamis, akhirnya 
menghentikan aksi mengikat diri di alat derek peti kemas (crane) pelabuhan PT 
Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP), Kabupaten Siak, Riau.

Para aktivis tersebut terdiri atas dua pria warga negara asing, Frank Simon 
(Jerman) dan Joel Catapong (Filipina); seorang aktivis perempuan dari Belanda, 
Henriette, dan seorang aktivis perempuan asal Indonesia, Norika Maureen.

Empat aktivis itu adalah bagian dari 12 aktivis lingkungan Greenpeace yang naik 
ke empat buah crane milik PT IKPP pada Rabu (25/11), sekitar pukul 07.00 WIB, 
hingga mengakibatkan kegiatan pelabuhan ekspor itu lumpuh.

"Mereka memutuskan turun setelah beberapa teman sesama aktivis Greenpeace 
menemui mereka," kata juru kampanye media Greenpeace Asia Tenggara, Hikmat 
Soeryatanuwijaya.

Ia menjelaskan, dua aktivis Greenpeace membujuk mereka bersama seorang pegawai 
perusahaan dengan menggunakan tangga mobil pemadam kebakaran.

"Mereka sebenarnya masih terus bertahan, tapi kami juga mempertimbangkan 
keselamatan mereka karena persediaan makanan dan minuman sudah habis," katanya.

Ia mengatakan, para aktivis sebenarnya masih memiliki semangat untuk terus 
bertahan di crane setinggi 40 meter itu. Hal tersebut terlihat saat para 
aktivis turun, mereka sempat berteriak-teriak di antara kerumunan orang yang 
menyaksikan aksi nekat itu.

Menurut dia, tiga orang warga negara asing langsung dibawa polisi ke Polda Riau 
di Pekanbaru. Sedangkan, satu orang aktivis asal Indonesia diamankan ke Polsek 
Perawang, Siak.

Para aktivis Greenpeace menyerukan protes dengan menyegel alat derek IKPP dan 
membentangkan spanduk bertuliskan "Climate Crime" dan "You Can Stop This". Aksi 
tersebut bertujuan untuk mendorong komitmen pemerintah Indonesia dan pemimpin 
dunia untuk berupaya dengan sungguh-sungguh melindungi hutan yang tersisa dari 
ekspansi perusahaan.

Mereka melakukan aksi itu menjelang Konfrensi PBB untuk Perlindungan Iklim 
(UNFCCC) di Kopenhagen, Denmark, Desember. [TMA, Ant] 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke