http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2009120207494215

      Rabu, 2 Desember 2009 
     
      BURAS 
     
     
     
Century Gate, Kecewa di Paripurna! 

       
      H. Bambang Eka Wijaya



      "RAPAT paripurna pertama terkait Century Gate, di luar dugaan 
mengecewakan sejumlah fraksi pendukung penggagas hak angket DPR!" ujar Umar. 
"Interupsi bertubi-tubi meminta pimpinan sidang membacakan uraian masalah Bank 
Century yang dibuatkan Panitia Khusus (Pansus) pada paripurna itu, agar para 
anggota DPR paham dan rakyat tahu apa yang mereka perjuangkan, tapi ditolak 
oleh Ketua DPR Marzuki Alie dari Demokrat yang memimpin rapat! Sang ketua 
langsung membentuk Pansus! Sampai rapat ditutup, usul pembacaan uraian itu tak 
dibacakan, tanpa peduli banyak anggota menuai rasa kecewa!"

      "Terkesan ada usaha untuk menutup-nutupi ya?" sambut Amir. "Padahal, 
penggunaan hak angket yang disetujui pada rapat itu bertujuan membuka Century 
Gate hingga terang benderang, tak ada lagi yang ditutup-tutupi! Dengan langkah 
awal seperti itu, selain banyak anggota pendukung hak angket tak jelas apa yang 
mereka perjuangkan, demikian pula rakyat, langkah awal Pansus malah menumbuhkan 
rasa curiga pada rakyat!"

      "Rasa curiga rakyat pada partai berkuasa yang berusaha menyelubungi 
proses hak angket itu, dalam komunikasi publik justru menguntungkan penjaja 
gosip yang sejak awal cenderung lebih laris ketimbang informasi formal yang 
ada!" tegas Umar. "Lebih lagi dengan sentra informasi formal malah menunjukkan 
gelagat semakin kurang bisa dipercaya! Hal ini bisa berakibat buruk, karena 
pada suatu tahap tertentu reaksi keras publik pada proses formal justru cuma 
berdasar gosip!"

      "Itu yang dicemaskan oleh Syafii Ma'arif ketika menerima para penggagas 
hak angket DPR dan berpesan agar dijalankan secara terbuka! Sebab, salah-salah 
kilik dengan animo rakyat yang tinggi pada kasus ini, bisa berakibat chaos!" 
timpal Amir. "Untuk itu, para anggota Pansus sejak awak harus menyadari tidak 
gegabah dengan bola panas yang mereka mainkan! Karena salah-salah gocek bisa 
menghanguskan dirinya sendiri--misalnya, dijebak KPK! Pengalaman jebakan KPK 
pada anggota DPR, perlu dijadikan hikmah!"

      "Sebagai bola panas, Century Gate ini bukan hanya berlaku bagi anggota 
DPR dan pejabat terkait!" tukas Umar. "Seperti halnya banyak anggota DPR kecewa 
dengan penyelubungan Century Gate pada rapat paripurna, rakyat juga kecewa! 
Artinya, bola panas itu juga bisa mengorbankan rakyat! Misal, karena sentra 
informasi formal tertutup justru rakyat mengambil langkah yang menghanguskan 
dirinya hanya akibat gosip! Seperti chaos 1998, yang lebih banyak hangus--dalam 
arti sebenarnya--justru rakyat!"

      "Maka itu, agar bola panas tidak menghanguskan pihak mana pun, tindak 
mengecewakan dengan penutupan informasi harus dikurangi!" timpal Amir. "Karena, 
ketidakjelasan informasi, apalagi didominasi gosip, bisa jadi biang chaos!"
     



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke