AFAIK, berita di bawah berpotensi menyesatkan

* Mencampur-adukkan pengakuan tersangka pemegang bom molotov dengan
  siapa saja yang mengadakan demo.

"..
Menurut Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris
Besar Fadil Imran, berdasarkan keterangannya, tersangka mengaku
menerima bayaran sebesar Rp 200 ribu untuk melempar tiga bom molotov
yang dipegangnya.
..
Mereka yang melakukan aksi antara lain  kelompok Generasi Revolusi
Agustus '45, Jaringan Pemuda Penggerak atau Jamper, Prodem, Benteng
Demokrasi Rakyat (Bendera), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia
(KAMMI), serta mahasiswa dari berbagai universitas.
.."

   Publik yang kurang jeli dapat tergiring opininya bahwa para pendemo
   itulah yang terkait dengan rencana pelemparan bom molotov.. sekaligus
   soal bayaran..

* Musti digali lagi, apakah pemberitaan semacam ini murni kesalahan media
atau 'disengaja'/pesanan dari pihak tertentu..

Masih ingat kejadian pembakaran mobil dan orang yang menghadang
pengendara sepeda motor saat demo menentang kenaikan harga BBM
tahun 2008 yll -waktu itu ditampilkan tv/media masa-?

Pembakaran mobil di depan gedung DPR/MPR dan aksi menjatuhkan
orang dari sepeda motor tersebut memberi kesan/citra buruk terhadap
aksi demo menentang kenaikan harga BBM 2008 waktu itu..

Termasuk juga cara" mengkaitkan dengan pendemo bayaran, misalnya..
Pihak lain yang melakukan tapi diarahkan kepada demo" yang membela
kepentingan publik..

Kalau jeli, mustinya kita perlu waspada adanya penyusup dari pihak"
yang TAKUT DEMO TERSEBUT MEMPERBURUK NAMA BAIK PIHAK
YANG DIDEMO..

Bagi yang (pernah) melihat pelantikan polisi/intel baru di Lido pasti paham
hal ini.. Bagaimana pola penyusupan dilakukan dsb.. :-)

CMIIW..

-- 
Wassalam,

Irwan.K
"Better team works could lead us to better results"
http://irwank.blogspot.com

Pada 2 Desember 2009 19:42, Wal Suparmo <[email protected]> menulis:

Salam,
> Sangat penting untuk mengetahui siapa arau fihak
> mana/golongan/pasukan/partai/ angkatan mana yang menyuruh melemparkan bom
> molotov sewaktu terjadi demonstrasi.
> Wasalam,
> Wal Suparmo
>
>
> --- Pada *Rab, 2/12/09, Koran Digital <[email protected]>* menulis:
>
> Dari: Koran Digital <[email protected]>
> Judul: Pembawa Molotov Dibayar Rp 200 Ribu
> Tanggal: Rabu, 2 Desember, 2009, 3:16 PM
>
>
> Pembawa Molotov Dibayar Rp 200 Ribu
> Pembawa molotov diserahkan ke Densus 88 Anti Teror untuk menjalani
> pemeriksaan lanjutan.
> Rabu, 2 Desember 2009, 15:09 WIB
> Eko Priliawito, Sandy Adam Mahaputra
>
>
> VIVAnews - Tersangka pembawa bom molotov dalam aksi demonstrasi di
> Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, mengaku mendapat bayaran
> untuk melempar molotov saat unjuk rasa.
>
> Menurut Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris
> Besar Fadil Imran, berdasarkan keterangannya, tersangka mengaku
> menerima bayaran sebesar Rp 200 ribu untuk melempar tiga bom molotov
> yang dipegangnya.
>
> "Tersangka mengaku hanya ditugaskan untuk melempar bom molotov dengan
> bayaran dua ratus ribu rupiah tanpa mengerti apa tujuannya,"  ujar
> Fadil Imran kepada wartawan, Rabu 2 Desember 2009.
>
> Bahkan untuk mendalami penyelidikan ini, tersangka telah diserahkan ke
> Detasemen Khusus 88 Anti Teror untuk menjalani pemeriksaan lebih
> lanjut.
>
> Kepolisian Daerah Metro Jaya terus mendalami adanya kelompok yang akan
> mengacaukan situasi politik dan keamanan Jakarta setelah polisi
> menangkap pengujuk rasa yang kedapatan membawa bom molotov saat sidang
> paripurna angket bank century digelar di DPR kemarin siang.
>
> Petugas menangkap Syahroni, 25 tahun, karena kedapatan membawa tiga
> buah bom molotov. Saat ratusan pengunjuk rasa melakuan aksi di Gedung
> DPR RI, Selasa 1 Desember 2009 siang, untuk mendukung angket Century.
>
> Mereka yang melakukan aksi antara lain  kelompok Generasi Revolusi
> Agustus '45, Jaringan Pemuda Penggerak atau Jamper, Prodem, Benteng
> Demokrasi Rakyat (Bendera), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia
> (KAMMI), serta mahasiswa dari berbagai universitas.
>
> http://metro.vivanews.com/news/read/110629-pembawa_
> molotov_dibayar_rp_200_ribu
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke