Refleksi : Apakah larangan terbang ke Europa akan diperpanjangkan jangka 
waktunya?

--------------------------------------------------------------------------------




Pesawat Merpati
Para petugas sedang berupaya mengeluarkan pesawat Merpati dari tengah landasan 
pacu Bandara El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (3/12). 
Pesawat Merpati Nusantara Airlines tujuan Makasar-Kupang, Rabu (2/12) malam 
mendarat darurat karena roda belakang kiri tidak berfungsi.Akibatnya, 
penerbangan dari dan ke Kupang selama lebih dari 22 jam ini lumpuh total. (FOTO 
ANTARA/Bernadus Tokan)


++++

http://www.fajar.co.id/index.php?option=news&id=75224

Pesawat Merpati Mendarat Darurat
95 Penumpang Selamat



Int
KUPANG -- Sepekan setelah pesawat Batavia Air mendarat darurat di bandara El 
Tari karena kerusakan mesin, peristiwa serupa dialami pesawat Merpati Nusantara 
Airlines, Rabu (3/12) tadi malam. Pesawat jenis Fokker 100 PK MZD harus 
berputar-putar di atas Kota Kupang sebelum akhirnya mendarat darurat di bandara 
El Tari.

Pesawat dengan nomor penerbangan MZ 5840, Makassar-Kupang tersebut tidak bisa 
mendarat sempurna karena roda kiri bagian belakang pesawat tersebut rusak. 
Pesawat naas ini sebelumnya dijadwalkan mendarat di bandara El Tari Kupang 
pukul 20.15 Wita baru mendarat pukul 22.13 Wita. 

Tidak ada korban jiwa dalam insiden yang menggemparkan seluruh warga Kota 
Kupang dan sekitarnya. 
Informasi yang dihimpun menyebutkan pesawat yang hendak mendarat di bandara El 
Tari dalam penerbangan dari Makassar terpaksa harus berputar-putar selama 
hampir dua jam sebelum mendarat darurat karena terjadi kerusakan pada salah 
satu roda pesawat. Meski mendarat darurat namun 95 penumpang dalam pesawat naas 
ini selamat. 

Suadi salah seorang penumpang mengaku pesawat mendarat darurat karena 
terjadinya kerusakan pada roda pesawat. "Pesawat tak bisa menadarat karena 
kerusakan pada roda kiri bagian belakang pesawat. Kami sempat mutar sekira 
lebih dari sepuluh kali di bagian barat," katanya. 

Ia memastikan, pesawat yang berputar-putar selama hampir dua jam akhirnya 
kehabisan bahan bakar sebelum mendarat darurat. "Kita berterimaksih kepada 
pilot yang sangat luar biasa, mengambil keputusan mendarat saat keadaan darurat 
seperti itu," kata Suadi, karyawan PT Ferry Indonesia Cabang Kupang. 

Pesawat yang membawa 95 penumpang terdiri dari dua pilot dan co pilot serta 
empat pramugari dengan 89 penumpang dimana empat penumpang adalah balita. 
Akibat insiden ini, pesawat Batavia Air dan Lion Air dalam penerbangan dari 
Surabaya tidak dapat mendarat di bandara El Tari karena kondisi landasan yang 
tidak memungkinkan akibat gesekan saat pesawat naas ini mendarat darurat. 

Branch Office Manager Merpati Nusantara Kupang, Agus Longdong membenarkan 
pesawat Fokker 100 PK MZD mendarat darurat karena rusaknya salah satu roda 
pesawat bagian belakang. Merpati, kata Agus, akan segera mendatangkan pesawat 
bantuan dari Denpasar, hari ini Kamis (3/12) untuk memindahkan pesawat yang 
masih berada pada landasan pacu. 

"Besok (hari ini Red) kami sudah akan memindahkan pesawat Merpati dari tempat 
kejadian di Bandar Udara sehingga tidak menyulitkan proses penerbangan di 
bandara El Tari," katanya. (mg-7) 


http://www.gatra.com/artikel.php?id=132633

Gangguan Teknis
Mesin Pesawat Batavia Air Berasap

Denpasar, 3 Desember 2009 15:04
Pesawat Batavia Air berpenumpang 148 orang dan enam awak mengalami gangguan 
mesin saat hendak lepas landas dari Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, 
Kamis (3/12).

"Ini terjadi ketika pesawat akan melakukan start tinggi dan diduga mesin tidak 
kuat sehingga didatangkan mesin GPU dan GTC," jelas General Manajer PT Angkasa 
Pura I Bandara Internasional Ngurah Rai Heru Legowo dalam jumpa pers di 
bandara, Kamis.

GPC (Ground Tunner Compressor) dan GPU (Ground Power Unit) merupakan alat 
kelengkapan dan pendukung sekaligus fasilitas keamanan bagi penerbangan. Kedua 
alat ini berfungsi untuk menghindupkan mesin pesawat.

Ia menjelaskan, kepanikan seluruh penumpang ketika salah seorang dari mereka 
yang duduk di kursi belakang berteriak melihat asap yang keluar dari mesin 1 
yang belum dinyalakan.

"Hal itu terjadi diduga ada fuel (bahan bakar) sisa dari penerbangan sebelumnya 
yang belum habis terbuang dan hal ini wajar," kata Heru.

Hal ini dibenarkan pilot pesawat Cholil Aries bahwa asap yang keluar itu adalah 
hal yang wajar. "Asap akan hilang setelah mesin hidup," kata dia.

Kepanikan penumpang membuat semuanya berebut untuk keluar dengan mendorong 
pintu darurat bagian belakang lalu melompat keluar. Tiga penumpang mengalami 
luka patah yaitu Mohammad Aryadi (34) asal Surabaya, Baidowi (24) asal 
Probolinggo, dan Yanti (23) asal Kupang. Mereka dirujuk ke RSUP Sanglah.

Sementara enam orang yang luka-luka dibawa ke RS Graha Asih di Kuta, Kabupaten 
Badung.

Kepala Distrik Batavia Nur Wahyudi menjelaskan bahwa awak pesawat sudah 
berusaha untuk menenangkan penumpang di bagian depan yang berusaha untuk 
mendorong pintu.

"Pramugari di bagian depan berusaha untuk menahan penumpang yang akan mendorong 
pintu bagian depan, namun dijelaskan bahwa semuanya akan baik-baik saja," kata 
dia.

Penumpang bagian belakang berhasil mendorong pintu darurat karena menyingkirkan 
pramugari yang saat itu berusaha menghalangi supaya penumpang tidak nekat untuk 
keluar.

Salah seorang korban yang dirawat di RSUP Sanglah, Mohammad mengatakan, 
seharusnya pesawat tiba di Kupang Rabu (2/12) malam, namun karena ada 
kecelakaan pesawat Merpati hingga sayap kiri patah, maka bandara ditutup.

Batavia dialihkan mendarat di bandara Ngurah Rai pukul 22.48 Wita. "Sejak 
semalam kami tak diberikan makanan," kata dia yang mengalami luka patah kaki 
kanan. [TMA, Ant] 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke