Refleksi :   DPR adalah singkatan dari "Dewan Penipu Rakyat" dan oleh karena 
itu berkongkalikong adalah masalah biasa, buruk atau baik terhadap masyarakat  
tidak perlu dipersoalkan.



JAWA POS
[ Kamis, 03 Desember 2009 ] 

Aroma Kompromi di Kalangan Politisi Senayan Mulai Terasa 
Komposisi Pimpinan Angket 


JAKARTA - Usul angket Century telah disepakati DPR. Besok, 4 Desember, 30 
anggota pansus angket Century disahkan. Meski begitu, aroma kompromistis di 
kalangan politisi Senayan mulai terasa, yakni dalam penentuan pimpinan angket 
Century.

Awalnya, ada desain besar empat pimpinan pansus angket yang terdiri atas 
seorang ketua dan tiga wakil ketua akan dipegang PDIP, Golkar, PKS, serta PAN. 
Asumsinya, sejumlah anggota dari empat fraksi tersebut menjadi pengusul awal 
angket Century.

Dengan begitu, tidak ada celah bagi Partai Demokrat yang mendukung belakangan 
untuk ikut duduk di posisi pimpinan, bahkan selevel wakil ketua pansus. Namun, 
PDIP ternyata mulai bermanuver. ''Kompromi saja. Kalau (Demokrat, Red) wakil 
ketua pansus angket, silakan,'' ujar Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo saat dihubungi 
Jawa Pos.

Menurut dia, FPDIP layak menduduki posisi ketua pansus. Sebab, fraksinya 
merupakan pengusul awal angket Century yang terbanyak. ''Justru kalau ngotot 
jadi ketua pansus, Demokrat akan rugi sendiri. Publik akan bertanya ada apa? 
Dulu kan menolak,'' ungkap Tjahjo.

Di tempat terpisah, Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) Anas Urbaningrum 
menyatakan menghormati tawaran kompromistis itu. ''Dengan catatan, statusnya 
bukan aturan main,'' katanya.

Menurut dia, persoalan ketua pansus sebaiknya diserahkan saja melalui mekanisme 
pemilihan antaranggota pansus. ''Tidak mungkin anggota pansus bermain-main dan 
memilih yang bukan terbaik,'' ujar Anas. 

Dia menambahkan, posisi ketua pansus bukan fokus utama fraksinya. ''Buat kami, 
menjadi ketua pansus tidak wajib. Tapi, jangan juga dibilang haram,'' tegasnya.

Pengusul angket dari FPAN Nasrullah menyatakan kaget atas perkembangan 
tersebut. Menurut dia, skenario awal, pimpinan pansus angket Century memang 
dipegang empat fraksi, yakni PDIP, Golkar, PKS, dan PAN. ''Kami kaget juga,'' 
katanya.

Dia mengungkapkan, kalau mekanisme proporsional diterapkan, Demokrat akan 
mendapat tempat di pimpinan pansus. Konsekuensinya, lanjut Nasrullah, mau tidak 
mau salah satu di antara empat fraksi yang masuk skenario awal tersebut harus 
''hilang'' dari komposisi pimpinan pansus.

FPAN tentunya tidak mau tergeser? ''Kami berharap begitu,'' tegas anggota 
komisi XI itu.

Di antara empat fraksi -PDIP, Golkar, PKS, dan PAN-, yang paling berpeluang 
tergeser memang FPAN. Dengan pendekatan proporsionalitas, jumlah kursi yang 
dimiliki FPAN paling kecil.

Nasrullah menyampaikan, meski mekanismenya proporsional, semestinya etika 
berpolitik tetap dikedepankan. Dia mengingatkan bahwa Demokrat tidak masuk tim 
awal pengusung angket Century. Baru setelah ada investigasi BPK, Fraksi Partai 
Demokrat berduyun-duyun masuk ikut mendukung.

Dia mengkhawatirkan pengalaman sejumlah pansus angket yang menguap di tengah 
jalan akan terulang. ''Tapi, sepanjang teman-teman pengusung tetap komit, insya 
Allah tidak ada masalah,'' ujarnya. ''Kalaupun Demokrat menjadi wakil ketua, 
semua akan tetap mantap membuka kebijakan bailout Bank Century itu.''(pri/tof







[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke