Refleksi :      Bank Century!

http://www.republika.co.id/berita/93589/SBY_Ingatkan_Gerakan_9_Desember

SBY Ingatkan Gerakan 9 Desember
By Republika Newsroom
Jumat, 04 Desember 2009 pukul 17:43:00 
ANTARA 
JAKARTA--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memperingatkan ada pihak-pihak 
tertentu yang ingin memanfaatkan peringatan Hari Antikorupsi Dunia pada 9 
Desember 2009 untuk menggelar gerakan sosial bermotif kepentingan politik.  
Dalam pengantar sebelum memulai rapat kabinet paripurna membahas program 100 
hari di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat, Presiden di hadapan para menteri 
mengatakan sejak lima tahun terakhir peringatan Hari Antikorupsi Dunia telah 
digunakan untuk menambah semangat dan kegigihan guna memberantas korupsi di 
Indonesia.


Namun, lanjut Presiden, ia mendapatkan informasi bahwa pada 9 Desember 
mendatang akan ada gerakan-gerakan sosial bermotif politik yang sama sekali 
tidak berkaitan dengan semangat antikorupsi.  "Informasi yang saya dapat juga 
ada yang motifnya bukan itu, tapi motif politik yang sesungguhnya tidak 
senantiasa atau selalu terkait dengan langkah pemberantasan korupsi," ujarnya.


Menurut Presiden, mungkin saja pada 9 Desember 2009 nanti akan muncul 
tokoh-tokoh yang selama ini tidak ia ketahui sepak terjangnya dalam upaya 
pemberantasan korupsi di Indonesia. "Mungkin saja akan muncul tokoh-tokoh nanti 
pada 9 Desember yang selama lima tahun lalu tidak pernah saya lihat 
kegigihannya di dalam memberantas korupsi mungkin akan tampil. Ya selamat 
datang kalau memang ingin betul memberantas korupsi di negeri ini bersama-sama, 
dengan demikian akan bawa manfaat bagi rakyat kita," tuturnya.


Presiden juga kembali menyampaikan di balik hiruk pikuk pemberitaan tentang 
Bank Century, terdapat motivasi politik yang tidak dapat digolongkan sebagai 
rasa ingin tahu masyarakat. "Saya katakan seperti itu supaya saudara tidak 
'surprise' nanti. Tetapi, pesan saya, apa pun yang akan terjadi di Jakarta 
utamanya, jangan ganggu sama sekali konsentrasi dan kegigihan kita untuk 
melaksanakan tugas pokok kita menjalankan tugas-tugas kita bersama menyukseskan 
pembangunan dan dapat ditingkatkannya kesejahteraan rakyat kita," tuturnya. 


Kepala Negara memperkirakan situasi politik tetap akan menghangat selama satu 
hingga lima minggu terakhir, dan menganggapnya sebagai tidak luar biasa dalam 
kehidupan demokrasi.  "Ini bagian dari ekspresi kebebasan, bagian dari 
demokrasi itu sendiri. Sepanjang semua itu tidak sampai pada terguncangnya 
stabilitas di negeri ini yang akhirnya apa yang harus dilakukan pemerintah 
tidak bisa dilakukan, dan yang akan menjadi korban adalah rakyat kita," 
demikian Presiden. ant/kpo









[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke