Refleksi : Jenderal yang memimpin pasukan atau gerombolan, apalagi negara harus 
berani  berhadapan dengan tantangan apapun bukan seperti kucing takut air.
  

http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2009/12/05/brk,20091205-212021,id.html


 Batal Hadiri Peringatan Hari Nusantara di Makassar 


Sabtu, 05 Desember 2009 | 17:49 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo 
mengatakan rencana kedatangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam 
peringatan Hari Nusantara Nasional yang berpusat di Makassar, 9 Desember 
mendatang, batal.

Penyebabnya, agenda Presiden sepekan ke depan begitu padat. "Agenda beliau 
banyak, salah satunya menghadiri pengingatan Hari Antikorupsi di beberapa 
tempat," kata Syahrul usai menjamu Datuk Azim, pemodal dari Malaysia di Rumah 
Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Sabtu (5/12).

Ketika ditanyai apakah Presiden batal ke Makassar akibat maraknya ancaman unjuk 
rasa besar-besaran dari mahasiswa., Syahrul sempat diam. "Bisa iya, bisa juga 
tidak," katanya dengan mata memandang ke langit-langit ruangan. 

Ia menilai Sulawesi Selatan tidak lepas dari unjuk rasa karena warganya sangat 
memegang teguh demokrasi. "Yang penting tidak anarkis dan tidak melanggar 
undang-undang."

Walaupun Presiden tidak hadir, Syahrul melanjutkan, seluruh rangkaian acara 
tidak akan diubah. Misalnya dari acara pembukaan dengan tari-tarian dan 
pagelaran seni . Begitupula dengan perlombaan yang digelar mulai 13 Desember 
seperti renang antarpulau, dan festival bakar ikan sepanjang 3 kilometer. 

"Tidak masalah, saya biasa-biasa saja. Semuanya Alhamdullilah," kata Syahrul 
saat ditanyai perasaannya terkait jadwal Presiden yang dibatalkan ke Makassar.

Syahrul mengaku bersyukur peringatan Hari Nusantara bisa digelar di Makassar. 
Ia menilai kegiatan ini adalah peluang Sulawesi Selatan memperoleh program 
pemerintah pusat dalam pemberdayaan hasil laut. 

Menurut Syahrul potensi hasil laut Sulawesi Selatan cukup besar, seharusnya 
mendapatkan perhatian serius dari pusat. "Contohnya di Kabupaten Pangkep yang 
memiliki banyak pulau penghasil ikan yang berkualitas tinggi," ujarnya.

Syahrul mengatakan Predisen rencananya diwakili Menteri Kelautan dan Perikanan 
Fadel Muhammad. Fadel akan membuka acara bersama beberapa pejabat dari pusat. 
"Katanya hadir pula Menko, tapi saya kurang tahu apakah Menko Kesra atau Menko 
Perekonomian," kata Syahrul.

Beberapa pekan terakhir, Pemerintah Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kota 
Makassar disibukkan dengan mempersiapkan penyambutan Presiden di lokasi 
pembangunan Centerpoint of Indonesia. Penyambutan mulai dari tari-tarian khas 
Makassar, parade kapal phinishi dan ratusan jolloro atau kapal berukuran kecil.

Selain menghadiri Hari Nusantara, Presiden juga akan meresmikan pembangunan 
jembatan layang (flyover). "Departemen Pekerjaan Umum yang mengatur peresmian 
flyover oleh Presiden," kata Oktavianus, Kepala Satuan Non Vertikal Departemen 
Pekerjaan Umum kepada Tempo dua pekan lalu.

Untuk keamanan Presiden, ratusan polisi dan tentara akan mengamankan dari 
darat, laut dan udara. Menurut Komandan Lantamal VI Makassar, Laksamana Pertama 
TNI Bambang Wahyudin, pengamanan akan didukung dua kapal perang yang dilengkapi 
persenjataan yang lengkap.

Pengamanan superketat ini untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang bisa 
menimpa Presiden, termasuk ancaman unjuk rasa ribuan mahasiswa menyambut Hari 
Antikorupsi yang bertepatan dengan kedatangan Presiden.









[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke