Jangan coba-coba goyang SBY, bila tidak ingin digebuk

http://www.antaranews.com/berita/1260080380/yudhoyono-ada-yang-ingin-menggoyang-sby

Yudhoyono: Ada Yang Ingin Menggoyang SBY

Minggu, 6 Desember 2009 13:19 WIB 

*Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan sikap dalam pidatonya soal 
rekomendasi Tim Delapan terhadap kasus hukum atas Bibit S Rianto dan Chandra M 
Hamzah di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (23/11) malam. Dalam kesempatan 
tersebut Kepala Negara juga m (ANTARA/Widodo S. Jusuf)

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan, dalam 
jangka pendek ada gerakan tertentu yang ingin menggoyang dan menjatuhkan 
dirinya dari kursi presiden.

Pernyataan itu disampaikan Yudhoyono yang juga Ketua Dewan Pembina Partai 
Demokrat di hadapan kader Partai Demokrat pada Rapat Pimpinan Nasional 
(Rapimnas) ke-3 Partai Demokrat di Jakarta Convention Center, Minggu.

Yudhoyono mengatakan, penilaian tersebut merupakan hasil perenungan dan olah 
pikir atas situasi politik yang terjadi akhir-akhir ini.

"Saya di tengah malam berdzikir, berdoa, bersama istri dan keluarga, mencari 
tahu ada apa dengan semua fitnah dan pembunuhan karakkter seperti ini. Akal 
sehat saya mengatakan bahwa prilaku politik seperti ini paling tidak untuk 
jangka pendek ingin mendiskreditkan, ingin menggoyang dan kalau bisa 
menjatuhkan SBY dan pemerintahan," katanya.

Dalam perenungannya, Yudhoyono juga menemukan ada pihak tertentu yang dalam 
jangka menengah dan panjang ingin menghalangi sepak terjang Partai Demokrat 
pada Pemilihan Umum 2014.

Menurut dia, ada pihak tertentu yang ingin menghancurkan reputasi dan nama baik 
Partai Demokrat di muka rakyat agar pada Pemilu 2014 Partai Demokrat dilupakan 
dan akhirnya menderita kekalahan total.

"Itulah yang saya dapatkan dari renungan dan olah pikir saya, mengapa ada 
serangan, fitnah yang begitu kejam melampaui batasnya dan harus terjadi pada 
partai kita," ujarnya.

Yudhoyono menilai, tudingan Partai Demokrat menerima aliran dana dari Bank 
Century pada Pemilu Presiden 2009 sebagai musibah dan cobaan bagi partai yang 
didirikannya itu dan justru cobaan tersebut datang setelah Partai Demokrat 
memenangi Pemilu 2009 secara gemilang.

"Ketika partai kita memperingati sewindu berdirinya, musibah dan cobaan ini 
harus saya katakan seperti halilintar di siang hari ketika cuaca kita 
terang-benderang," katanya.

Di hadapan kader Partai Demokrat yang menghadiri Rapimnas ke-3, Yudhoyono 
kembali membantah berita bahwa dia dan Partai Demokrat menerima aliran dana 
Bank Century.

"Partai Demokrat dan kadernya difitnah menerima aliran dana dari Bank Century 
dengan jumlah yang sangat besar, yang kita tahu, Allah tahu, yang sejarah tahu, 
tidak satu rupiah pun jika tidak halal harus menjadi bagian dari pendanaan 
perjuangan partai," kata Yudhoyono yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan 
kader Partai Demokrat.

Menurut dia, tudingan seperti itu berlawanan dengan garis moral partai dan 
justru Partai Demokrat akan menjatuhkan sanksi keras tanpa pandang bulu kepada 
kadernya yang menerima dana tidak legal.

Yudhoyono kemudian mengajukan pertanyaan kepada kader Partai Demokrat apakah 
mereka rela partainya dijadikan objek fitnah dan pembunuhan karakter.

"Pertanyannya sekarang sebagai kader Partai Demokrat relakah kita? Akankah 
dibiarkan kehormatan kita diinjak, akankah kita biarkan masa depan dihancurkan 
sekarang ini?" tanya Yudhoyono.

Setiap pertanyaan itu dijawab "tidak" oleh kader Partai Demokrat dengan nada 
lantang.

Kepada kader Partai Demokrat, Yudhoyono berpesan agar fitnah dan pembunuhan 
karakter yang ditujukan kepada partai tidak dijawab dengan cara yang sama.

"Negara kita adalah negara hukum. Oleh karena itu, mari kita menempuh cara yang 
tersedia dalam ruang hukum untuk mendapatkan keadilan yang sejati," demikian 
Yudhoyono. (*)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke