http://www.antaranews.com/berita/1260083809/presiden-instruksikan-cegah-benturan-pada-9-desember
 
Presiden Instruksikan Cegah Benturan Pada 9 Desember

Minggu, 6 Desember 2009 14:16 WIB 

Jakarta, (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah 
menginstruksikan kepada petugas keamanan agar  mencegah terjadinya benturan 
pada peringatan Hari Anti Korupsi Dunia pada 9 Desember 2009.

Dalam pidatonya pada Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) ke-3 Partai Demokrat di 
Jakarta Convention Center, Minggu, Yudhoyono yang hadir sebagai Ketua Dewan 
Pembina Partai Demokrat itu juga mengingatkan agar petugas keamanan tidak 
terpancing oleh massa dalam mengamankan unjuk rasa besar yang mungkin terjadi 
pada peringatan tersebut.

"Saya meminta petugas keamanan untuk mencegah benturan, apalagi benturan 
fisik," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, Yudhoyono meminta agar pada unjuk rasa 
Hari Anti Korupsi Dunia 9 Desember 2009 jangan sampai ada pihak tertentu yang 
dikorbankan atau dijadikan martir guna memancing reaksi publik yang luas.

"Saya ingatkan karena pengetahuan yang saya miliki, jangan sampai ada yang 
dikorbankan atau dijadikan martir. Jangan sampai para petugas terpancing, 
banyak intrik, permainan model intel masa lalu yang sesungguhnya bukan ciri 
alam demokratis sekarang ini," tuturnya.

Ia berharap sekeras dan sebesar apa pun unjuk rasa yang akan terjadi, segala 
kritik, kecaman, dan protes tetap disampaikan dalam cara yang mencerminkan 
kehidupan demokrasi dan politik yang baik.

"Karena kita semua ingin membangun demokrasi yang bermartabat," ujarnya.

Untuk itu, Presiden meminta agar petugas keamanan betul-betul menjaga keamanan 
dan ketertiban pada peringatan Hari Anti Korupsi Dunia, termasuk juga 
melindungi dan mengamankan para pengunjukrasa.

Dalam pidatonya pada Rapimnas Demokrat ke-3, Yudhoyono kembali mengulangi 
pernyataan yang ia sampaikan pada rapat kabinet paripurna Jumat 4 Desember 2009.

Ia mengemukakan informasi yang diperoleh bahwa terdapat gerakan tertentu 
bermotif politik pada peringatan Hari Anti Korupsi Dunia 9 Desember 2009 serta 
kemungkinan akan muncul tokoh-tokoh yang selama ini tidak diketahui sepak 
terjangnya dalam pemberantasan korupsi.

"Saya Alhamdulillah telah mendapatkan pengetahuan yang relatif lengkap tentang 
siapa, apa, dan sasaran yang dituju dalam gerakan 9 Desember yang akan datang," 
ujarnya.(*)


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke