Terus perhebat sistem persenjataan TNI !!!

http://www.tni.mil.id/news.php?q=dtl&id=2011200920111174

LATIHAN GABUNGAN PPRC TNI UNTUK AMANKAN SELAT SUNDA
04 Des 2009
 
PUSPEN TNI (4/12),-  Pagi hari udara diatas desa Keramatwatu  Serang-Banten 
dikejutkan oleh suara menderu membelah langit.  Suara tersebut berasal  dari 
dua buah pesawat tempur TNI Angkatan Udara jenis Hawk-100 dan 200 yang bergerak 
dari arah selatan menuju pantai.    Itulah awal serbuan yang dilaksanakan dalam 
Latihan Gabungan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) dengan sandi PPRC TNI 
KILAT.  Dua buah pesawat tempur TNI AU tersebut melaksanakan Serangan Udara 
Langsung (SUL) pada pukul 05.20 WIB mengawali rangkaian kegiatan dalam skenario 
latihan, Kamis (3/12).   

Peluncuran  roket Folding Fin Air Roket (FFAR) 2,75 inchi  sebanyak empat puluh 
roket dari pesawat Hawk 100 dan 200 yang berasal dari Skadron Udara dua belas 
Supadio Pontianak, disusul  penerjunan  pasukan Kostrad Lintas Udara (Linud) 
305 sebanyak tiga ratus personel yang terbagi dalam empat pesawat Angkut 
Hercules milik TNI AU.   Latihan ini disaksikan langsung Panglima TNI Jenderal 
TNI Djoko Santoso yang didampingi Kasad  Jenderal TNI George Toisutta, Kasal 
Laksamana Madya TNI Agus Suhartono dan Kasau Marsekal Madya TNI Imam Sufaat 
serta beberapa pejabat Mabes TNI dari lantai tiga gedung Perusahaan Gas Negara 
(PGN) di Banten.  

Kepada wartawan Panglima TNI menjelaskan bahwa Geladi Lapangan PPRC merupakan 
latihan puncak dimana disimulasikan terjadi perebutan wilayah yang dikuasai 
musuh dengan Satuan Lintas Udara (Linud) dan pendaratan Amfibi serta penerjunan 
pasukan didaerah operasi. Dipilih Banten karena diperkirakan  terdapat 
instalasi penting dan obyek vital serta berada di selat Sunda yang bila terjadi 
serangan dari musuh daerah ini merupakan  yang pertama dikuasai musuh karena 
sangat strategis.  

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan Geladi Lapang PPRC bertujuan menguji 
kemampuan dan keterampilan satuan dalam upaya melaksanakan tindakan awal 
terhadap sasaran sesuai dengan rencana operasi yang telah disusun pada geladi 
Mako dengan sasaran meliputi aspek strategis, operasional, taktik, teknik, 
prosedur, psykologi dan litbang. TNI merupakan komponen utama kekuatan 
pertahanan dan keamanan negara dalam melaksanakan tugas pokoknya dituntut 
memiliki kesiapsiagaan operasional dan ketanggapsergapan untuk menghadapi 
setiap ancaman dan gangguan dari luar negeri maupun dalam negeri. Dalam upaya 
untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI tersebut maka digelar satuan-satuan 
TNI dari berbagai matra sesuai tugas dan fungsi masing-masing diantaranya 
Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) sebagai penindak awal terhadap trouble spot 
yang terjadi diseluruh wilayah NKRI. Latihan ini diakhiri  dengan pendaratan 
pasukan Amfibi dari Marinir dengan menggunakan beberapa Tank
 Amfibi yang disimulasikan merebut dermaga yang menjadi daerah pertahanan 
musuh. 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke