http://www.tni-au.mil.id/content.asp?ContentId=7574

SATLAKOPSUD PPRC TNI 2009 SUKSES
Pentak Lanud Hlm, 12/4/2009

Setiap fajar hendak hengkang dari peraduan malam  selama satu minggu 
berturut-turut bumi pertiwi Halim Perdanakusuma terdengar gemuruh burung-burung 
besi dari  Skadron Udara 12 Pangkalan Udara Simpang Tiga Pekanbaru dan Skadron 
Udara 1 Pontianak terbang dengan formasi tempur, selama satu minggu itu pula 
masyarakat sekitar terganggu.


Pesawat Hawk 100 bergabung dalam misi Latihan TNI dengan sandi PPRC {Pasukan 
Pemukul Reaksi Cepat}. Pos Satlakopsud  {Satuan Pelaksana Operasi Udara 
}dipusatkan di Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma  dibawah komando 
Kolonel Pnb Sri Mulyo Handoko yang
sehari-harinya menjabat sebagai Komandan Wing 1 Lanud Halim perdanakusuma.


Pada hari kamis  3 Desember pukul 02.00 Wib dini hari mendadak ada rapat yang 
dipimpin oleh Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsekal Pertama TNI Bagus 
Puruhito sebagai penanggung jawab Pos Satlakopsud seluruh unsur yang tergabung 
dalam PPRC hadir, dengan sigap cepat Komandan Lanud memerintahkan semua unsur 
tugas udara mulai dari unsur tempur dan pasukan siap ditempat masing-masing 
karena pada pukul 04.30 seluruh kekuatan PPRC TNI akan membombardir musuh di 
selat Sunda.


Langit masih bersemburat jingga tanda fajar masih belum lama beranjak, pukul 
04.30 tepat empat pesawat Hawk 100 tinggal landas dengan menggenggam 20 roket 
FFAR 2, 75 inci siap menhunjani daerah musuh dengan melaksanakan  SUL { 
Serangan Udara Langsung} keempat burung besi ini akan menembaki sasaran dari 
ketinggian 4.000 kaki dengan kecepatan 1.200 km / jam.


Sekitar 20 minit kemudian, empat pesawat Hercules lepas landas dengan membawa 
pasukan penerjun payung yang berasal dari Batalyon 328,330,305 Brigif 17 Divisi 
1 Kosrad sebanyak 540 prajurit. Menurut Komandan Satlakopsud PPRC Kolonel Pnb 
Sri Mulyo Handoko sebelumnya tim SAR {Serch and Resciu} telah di stby di suatu 
tempat tersembunyi dengan melibatkan Helikoter dari Lanud Atang Sendjaja Bogor.


Menurut laporan intelijen di lapangan misi Satlakopsud PPRC penembakan SUL 
terjadi sekitar 10 minit menghancurkan kekuatan musuh,  pasukan secara perlahan 
satu persatu penerjun payung mengembangkan parasutnya dan turun menuju sasaran, 
langit serang Banten di penuhi payung-payung yang mengembang ibarat hujan 
jamur. Atraksi ini menjadi tontonan warga
sekitar.


Sekitar 30 minit pasukan Marinir menggelar operasi infitrasi di pantai salira 
pasukan tersebut di tugaskan untuk merebut sebuah dermaga yang dikuasai musuh 
di pelabuhan Serang. “Laporan, sasaran roket mengenai target, ganti”ucap 
intelijen.


Secara garis besar misi Satlakopsud PPRC TNI sukses namun kendala-kendala kecil 
masih di temukan di pangan, kata Dan Satlakopsud  saat memimpin rapat evaluasi.


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke