http://www.antaranews.com/berita/1260060292/mesir-israel-harus-tanggapi-tuntutan-hamas
Mesir: Israel Harus Tanggapi Tuntutan Hamas
Minggu, 6 Desember 2009 07:44 WIB
Kairo (ANTARA News/AFP) - Israel harus menanggapi tuntutan HAMAS jika Tel Aviv
mengingini pembebasan seorang prajuritnya, kata Menteri Luar Negeri Mesir Ahmed
Abul Gheit, yang negarnya sedang berusaha menengai pertukaran tawanan, Minggu.
Pembicaraan tak langsung untuk menukar prajurit Gilad Shalit dengan sebanyak
1.000 tahanan Palestina meraih momentum bulan lalu tapi telah macet sehubungan
dengan penolakan kelompok militan Israel, kata beberapa pejabat Palestina dan
Mesir.
"Kami memberitahu Israel bahwa jika kalian mengingini tentara kalian, maka
kalian harus membayar harga yang dituntut oleh pihak Palestina," kata Abul
Gheit sebagaimana dikutip kantor berita resmi Mesir, MENA.
Ia menambahkan Israel "tak boleh membebas-besarkan tuntutannya.
Israel dan HAMAS bulan lalu melaporkan kemajuan dalam perundingan itu, yang
telah berlangsung sejak Shalit ditangkap dalam satu serangan lintas perbatasan
dari Jalur Gaza tiga tahun lalu, tapi sejak itu telah meremehkan laporan
mengenai kesepakatan yang mungkin dicapai.
HAMAS dan Israel telah sangat merahasiakan rincian sengketa yang belum
terselesaikan, tapi beberapa pejabat Palestina dan Mesir mengatakan pembicaraan
tersebut macet setelah Israel menolak membebaskan sekelompok pejuang garis
keras yang dituntut HAMAS.
Seorang pejabat Palestina mengatakan tahanan yang menjadi sengketa itu adalah
termasuk Marwan Barghuti, yang menjalani lima masa tahanan seumur hidup karena
serangan terhadap orang Israel, dan Ahmed Saadat, yang kelompoknya membunuh
seorang menteri Israel.
Mesir, yang memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, dan Jerman telah
menengah kesepakatan.(*)
[Non-text portions of this message have been removed]