http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2009/12/04/11032180/emas.masih.bakal.lebih.mahal

Emas Masih Bakal Lebih Mahal

Jumat, 4 Desember 2009 | 11:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Menjelang tutup tahun, emas seakan tak pernah lelah 
mencetak rekor harga baru. Hingga pukul 19.00 WIB kemarin (3/12), harga kontrak 
emas di divisi Comex NYMEX Amerika Serikat (AS) telah menginjak angka 1.219 
dollar AS per troy ounce.

Setidaknya, ada dua faktor fundamental yang mengakibatkan harga emas kian 
berkemilau. Pertama, aksi beli emas dari investor ritel maupun negara. Setelah 
China dan India, negara kecil seperti Pakistan sudah mengganti sebagian 
cadangan devisa dari dollar AS menjadi emas.

"Yang terdeteksi jumlahnya lebih dari satu ton," ujar Martono, Manajer 
Pemasaran Logam Mulia, kemarin. Padahal jika mau menelusuri, banyak negara 
maupun ribuan investor ritel yang telah mengantongi emas.

Kedua, pelemahan nilai tukar dollar AS. Kondisi ini mengakibatkan ongkos 
membeli emas yang berbasis dollar AS semakin murah. Ya, nilai tukar dollar AS 
memang tersungkur karena investor menggunakan greenback sebagai aksi carry 
trade.

Para pemodal memanfaatkan rendahnya bunga pinjaman AS, dan mengalihkannya pada 
barang komoditas, termasuk emas. "Kondisi ini mengakibatkan harga emas terus 
menguat dalam kurun beberapa bulan ke depan," ujar Nico Omer Jonckheere, Vice 
President Valbury Asia Futures.

Meski harga emas mulai mengalami jenuh beli (overbought), analis belum melihat 
potensi bubble atau jatuhnya harga emas. Sebab, bila membandingkan tingkat 
inflasi tiap tahun, harga emas jauh di bawah rasionya.

Sebagai perbandingan, harga emas pada tahun 1980 masih 850 dollar AS per troy 
ounce. Bila mengikuti inflasi hingga 2009, seharusnya harga emas mencapai 2.300 
dollar AS per troy ounce. "Setiap persen kenaikan inflasi diikuti kenaikan 
harga emas yang sama," ujar Martono.

Nico meramal, harga emas akan terus menguat hingga 1.350 dollar AS per troy 
ounce pada kuartal pertama 2010. "Harga emas baru turun pada kuartal kedua 
2010," imbuhnya. Alat ukur pergerakan harga emas adalah penguatan atau 
penurunan dollar AS. (Ade Jun Firdaus/Kontan)



Editor: Edj

Sumber : www.kontan.co.id


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke