http://www.cenderawasihpos.com/detail.php?id=1036
07 Desember 2009 06:14:31 SBY Siapkan Jurus Putih Hadapi Fitnah Century JAKARTA-Untuk kesekian kalinya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan bahwa dirinya bersih dari Skandal Bank Century. Saat berpidato pada Rapat pimpinan Nasional (Rapimnas) III Partai Demokrat di Jakarta Convention Center, Minggu (6/12), SBY menyatakan bahwa dirinya dan keluarga besar Partai Demokrat tengah menjadi sasaran fitnah. "Musibah dan cobaan ini, saya harus katakan seperti halilintar di siang hari, ketika cuaca kita terang benderang. Apa itu? Partai Demokrat dan sejumlah kadernya termasuk saya sendiri, mendapatkan fitnah dan pembunuhan karakter yang luar biasa. Partai Demokrat dan kader-kadernya difitnah menerima aliran dana dari Bank Century dengan jumlah yang sangat besar," ujar SBY dengan wajah serius. Di hadapan para peserta Rapimnas, SBY menegaskan bahwa tak serupiah pun dana dari Bank Century mengalir ke Partai Demokrat. "Yang kita tahu, Allah tahu, sejarah tahu, tidak satu rupiah pun jika tidak halal harus menjadi bagian dari pendanaan perjuangan partai. Itu doktrin, itu falsafah dan itu praktek yang kita lakukan," tandas SBY. Karenanya SBY juga mengatakan, jika sampai ada kader Partai Demokrat ikut menerima dana dari Bank Century maka harus dikenai sanksi tegas. "Itu lah sebabnya kalau ada kader partai yang keluar dari itu, menerima sanksi yang keras dan tidak pandang bulu. Justru itulah kekuatan moral kita yg harus kita jaga bersama," lanjutnya. Demi menangkal fitnah dalam kasus Bank Century itu, SBY mengaku mengajak istri dan keluarga berdzikir pada tengah malam. "Saya di tengah malam berdzikir, berdoa bersama istri dan keluarga, mencari tahu ada apa dg semua dg fitnah dan pembunuhan karakter seperti ini," katanya. SBY justru menuding perilaku politik seperti itu memiliki tujuan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Jangka pendeknya, ujar SBY, demi menggoyang pemerintahan. "Jangka pendeknya Ingin mendiskreditkan, ingin menggoyang, kalau bisa menjatuhkan SBY dan pemerintahan. Jangka menengah dan jangka panjangnya, ingin menghancurkan reputasi dan nama baik Partai Demokrat di muka rakyat, agar pemilu 2014 Partai Demokrat dilupakan dan diharapkan kalah total," tudingnya. Karenanya, SBY pun mengajak agar kader Partai Demokrat melawan fitnah dan pembunuhan karakter itu. Alasan SBY, fitnah itu sudah melampauai batas."Pertanyaannya sekarang, sebagai kader Partai Demokrat, relakah kita" Akankah kita biarkan kehormatan kita diinjak-injak? Akankah kita biarkan masa depan kita dihancurkan sekarang ini?" tanya SBY yang langsung dijawab perserta Rapimnas secara serempak,"tidak". Meski demikian SBY meminta agar upaya melawan fitnah itu tetap dilakukan dengan tindakan yang tidak melanggar hukum. Ia mengajak kader Demokrat tetap melakukan perjuangan politik yang bersih yang disebut SBY dengan 'jurus putih'. "Saya ingin marilah kita tetap menggunakan jurus putih di dalam melaksanakan perjuangan politik. Jangan pernah tergoda apalagi memasuki jalur-jalur hitam atau politik yang hitam," ucapnya. Dalam kesempatan sama SBY juga kembali menyinggung soal rencana perayaan Hari Anti Korupsi se-Dunia pada 9 Desember mendatang. SBY mengaku sudah mendapat informasi yang cukup bahwa ada motif politik di balik perayaan itu. "Saya juga sudah mengetahui rencana gerakan 9 Desember yang sesungguhnya memiliki motif yang lain. Motif politik yang tidak sama dengan semangat untuk mengefektifkan gerakan pemberantasan korupsi di negeri kita. Saya, alhamdulillah telah dapatkan pengetahuan yang relatif lengkap, tentang siapa, apa, dan sasaran yang dituju dalam gerakan 9 Desember yang akan datang," ujarnya. Namun SBY meminta agar kader Demokrat tidak reaktif apalagi melakukan tindakan di luar kepatutan. SBY justru menegaskan bahwa dirinya sudah berpesan kepada aparat keamanan. "Saya juga pesan kepada para petugas keamanan untuk menjaga keamanan, bukan hanya untuk 9 Desember, tapi juga hari-hari yang lain," tandasnya.(gus/jpnn) (scorpions) [Non-text portions of this message have been removed]

