By Republika Newsroom
Senin, 07 Desember 2009 pukul 16:31:00
SAKIR/REPUBLIKA
JAKARTA--Sinyalemen Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
(SBY) soal adanya pihak-pihak yang ingin menjatuhkannya dalam
peringatan hari anti korupsi sedunia 9 Desember mendapat respon dari
sejumlah kalangan, termasuk dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul
Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi.
Hasyim meminta SBY tidak perlu mencemaskan hal itu. Dia juga meminta
mantan Kepala Staf Teritorial TNI itu tidak terlalu sering mengemukakan
temuan intelijen di hadapan publik.
''Saya sendiri akan mendukung demo 9 Desember, sebab tokoh lintas agama
menilai masalah korupsi merupakan penyakit bangsa yang harus
diberantas,' ' tegas kiai Hasyim di Jakarta,
Senin (7/12). Meski demikian, dirinya memberi konfirmasi tidak akan
turun langsung ke lapangan karena pada hari itu dirinya akan berangkat
ke Manado untuk memenuhi undangan Munas PMII.
Sebelumnya, dalam beberapa pernyataannya, SBY mengungkapkan temuan
intelijen tentang adanya pihak-pihak yang akan menunggangi peringatan
hari anti korupsi 9 Desember untuk menjatuhkan dirinya. SBY juga sempat
mengungkapkan hasil temuan intelijen kepada publik bahwa ada sekelompok
teroris yang menjadikan gambar dirinya sebagai sasaran latihan tembak.
osa/taq
[Non-text portions of this message have been removed]