http://www.dephan.go.id/modules.php?name=News&file=article&sid=9012
DEPHAN KAJI RENCANA KERJASAMA PERTAHANAN
Jakarta - Departemen Pertahanan RI akan mengkaji kembali rencana kerja sama
pertahanan dengan empat negara yakni Rusia, Republik Ceko, Polandia dan
Singapura.
Staf Ahli Menteri Pertahanan Bidang Ideologi dan Politik Agus Subrotosusilo
ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Jumat, mengatakan, pihaknya akan
mempelajari kembali aspek apa saja yang dapat menjadi bagian kerjasama dengan
empat negara tersebut.
"Kami sudah ada kerja sama yang baik dengan empat negara itu, namun belum ada
payung hukum formal dan ada beberapa aspek yang harus dibahas mendalam,"
katanya, di sela-sela kegiatan donor darah serangkaian Hari Ibu ke-81.
Agus mengatakan, jika aspek yang akan dikerjasamakan sangat luas maka perlu
diadakan semacam nota kesepahaman dan harus diratifikasi oleh kedua pihak.
Namun, lanjut dia, jika kerja sama itu hanya menyangkut aspek yang tidak begitu
luas skalanya, maka tidak perlu ada ratifikasi oleh kedua pihak terhadap
kesepakatan kerja sama yang akan dilakukan.
Agus mengatakan, Departemen Pertahanan RI telah menjalin kerja sama
dengansejumlah negara lain untuk membangun rasa saling percaya antarbangsa,
sebagai modalitas mencegah konflik dan membangun kapabilitas pertahanan
nasional.
"Bagaimana pun, kerja sama pertahanan sangat penting untuk mendukung
pemberdayaan kemampuan pertahanan nasional, seperti kerja sama dalam bentuk
pertukaran prajurit dan perwira, latihan bersama dan lainnya," katanya.
Departemen Pertahanan hingga kini telah menjalin kerja sama dengan sejumlah
negara seperti Rusia (Kerja sama Teknik Militer, 2003), India (Kesepakatan
Latihan Bersama, 2001), dan Filipina (Latihan Bersama, 2007).
Ada pula kerja sama pertahanan yang telah ditandatangani kedua pihak namun
belum diratifikasi kedua negara, seperti kerja sama pertahanan RI dengan
Polandia, Republik Ceko, dan Singapura.
Sumber : Antara
[Non-text portions of this message have been removed]