http://www.antaranews.com/berita/1260285836/investor-taiwan-akan-pindahkan-usaha-ke-indonesia
Investor Taiwan Akan Pindahkan Usaha ke Indonesia
Selasa, 8 Desember 2009 22:23 WIB
Bogor (ANTARA News) - Investor Taiwan telah mengambil ancang-ancang untuk
memindahkan usaha mereka dari China dan tertarik untuk menanam modal di
Indonesia karena kondisinya yang membaik, kata seorang pejabat di Kementerian
Luar Negeri Taiwan.
"Banyak pengusaha Taiwan yang menanam modal dan mendirikan pabrik di China
telah memindahkan usaha mereka ke beberapa negara di kawasan Asia Tenggara,
termasuk Indonesia," kata Owen Chyi-Wang Hsieh, direktur jenderal yang
menangani penugasan di dalam negeri (home assignment), Departemen Urusan Asia
Tenggara dan Pasifik, Kemlu Taiwan, di Bogor. Jabar, Selasa.
Berbicara dalam forum Dialog Indonesia-Taiwan yang diadakan The Habibie Center
dan Kantor Dagang dan Ekonomi Taiwan (TETO), Hsieh mengatakan pengusaha Taiwan
mengambil keputusan tersebut karena antara lain biaya tenaga kerja yang
meningkat dan undang-undang perburuhan yang makin ketat di China, dan juga
persaingan sengit dengan orang-orang China.
Selain kondisi yang membaik, dia mengatakan banyak pengusaha Taiwan memindahkan
operasi mereka dari Taiwan ke Indonesia karena biaya yang mahal di Taiwan.
Direktur Program dan Riset The Habibie Center Prof. Dr Dewi Furtuna Anwar
mengatakan, meski tak mempunyai hubungan diplomatik dengan Indonesia, Taiwan
merupakan salah satu kekuatan ekonomi di kawasan Asia Pasifik.
"Taiwan termasuk dalam jajaran negara penanam modal terbesar di Indonesia dan
juga penerima lebih 130.000 tenaga kerja dari Indonesia," kata Dewi. "Taiwan
juga jadi sumber turis bagi Indonesia".
Menurut dia, Indonesia hendaknya jangan kaku dalam menerapkan "kebijakan satu
China (One China Policy)".
Berdasarkan angka statistik dari Biro Pusat Statistik, investasi Taiwan di
Indonesia tahun lalu mencapai 3,5 miliar dolar AS, terutama di bidang usaha
pertekstilan, alas kaki, produk-produk elektronik, barang-barang logam,
furniture dan industri perbankan.
Taiwan berada di posisi ke delapan sebagai investor terbesar di Indonesia dan
ketiga di antara negara-negara Asia setelah Singapura dan Jepang.
Pada 2008, ekspor Taiwan ke Indonesia mencapai 3,5 miliar dolar AS dan impornya
dari Indonesia senilai 7,3 miliar. Indonesia mengalami surplus sebesar 3,8
miliar dolar AS karena impor minyak dan gas Taiwan dari Indonesia.
Perusahaan-perusahaan Taiwan juga aktif memperl;uas kehadiran mereka di
Indonesia. Sebanyak 7.000 pengusaha dan teknisi Taiwan melakukan bisnis atau
bekerja di Indonesia yang menarik antara lain karena memiliki sumber daya alam
dan potensi pasar domestiknya mencapai lebih 200 juta orang.
Lebih jauh Hsieh berpendapat Indonesia mengalami perubahan drastis akhir-akhir
ini dan termasuk dalam jajaran G-20. Ia yakin ekonomi Indonesia akan mengalami
"booming" di masa datang dan hubungan ekonomi antara keduanya juga akan
meningkat.
Ia juga memperkirakan perusahaan-perusahaan terkemuka dalam industri teknologi
informasi dan komunikasi (ICT) dari Taiwan mungkin mengalihkan pekerjaan
manufakturnya kepada mitra-mitra Indonesia di masa datang.
Ketua Komite Tetap Industri Makanan, Minuman dan Tembakau, Kadin Indonesia,
Thomas Darmawan, mengatakan Indonesia harus menangkap pengalihan usaha Taiwan
dari China dengan membangun kawasan ekonomi khusus bagi para pengusaha Taiwan.
"Para pengusaha Taiwan punya ciri khas antara lain lebih suka berkumpul di
antara sesama mereka dan mudah beradaptasi dengan suasana setempat," kata
Thomas kepada ANTARA.
Untuk mengantisipasi hal tersebut dia mengatakan perlu ada sertifikasi atas
tenaga kerja yang akan disediakan bagi perusahaan-perusahaan Taiwan termasuk di
industri ICT dan bioteknologi.
Perusahaan-perusahaan Indonesia juga dapat memanfaatkan peluang dalam industri
pengalengan dan pengemasan jika perusahaan-perusahaan sejenis dari Taiwan tak
lagi beroperasi di China dan mengalihkan usahanya ke Indonesia, katanya.(*)
[Non-text portions of this message have been removed]