http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/read/pembakaran-fasilitas-gereja-polisi-amankan-31-orang/

Sabtu, 19 Desember 2009 12:33 
Pembakaran Fasilitas Gereja, Polisi Amankan 31 Orang
OLEH: JONDER SIHOTANG



Bekasi - Pihak penyidik Polres Metro Bekasi hingga Sabtu (19/12) pagi ini telah 
mengamankan 31 orang terkait kasus pembakaran fasilitas pembangunan Gereja 
Katolik Santo Albertus di Perumahan Harapan Indah, Kota Bekasi, Kamis (17/12) 
malam.



     

"Hingga pagi ini, mereka masih dimintai keterangan untuk mengorek otak 
pembakaran fasilitas pembangunan gereja itu," kata sumber SH di Mapolres Metro 
Bekasi, Sabtu pagi ini.


Ia mengungkapkan, 31 orang itu terdiri dari 13 pria, 14 perempuan dewasa, serta 
empat anak-anak. "Empat anak-anak tersebut sudah kami pu-langkan. Yang tinggal 
sekarang, ya, 13 pria dan 14 perempuan dewasa tersebut," ungkap sumber itu.
Dalam kasus ini, pihak kepolisian mengamankan dua unit mobil bak terbuka Suzuki 
Carry bernomor polisi B 9268 XI dan Daihatsu bernomor polisi B 9532  DW yang 
digunakan mengangkut sebagian massa. Empat unit sepeda  motor juga diamankan. 
Di atas dua mobil bak terbuka itu, terdapat dua pengeras suara yang digunakan 
mengarahkan massa dalam pembakaran itu.


Sampai sekarang, polisi masih tetap berjaga di lokasi guna menghindari 
kemungkinan yang tidak diinginkan, sedangkan seputar lokasi gereja terlihat 
berantakan dan garis polisi di empat titik kompleks itu masih terpasang untuk 
penyidikan selanjutnya. Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Ajun Komisaris 
Besar Polisi (AKBP) Imam Sugianto yang dihubungi SH melalui telepon genggamnya 
pagi ini tidak diangkat.


Namun, ketika ditemui SH di tempat kejadian perkara (TKP) pada Kamis malam, ia 
mengakui, pembakaran fasilitas pembangunan gereja itu diduga sudah 
direncanakan. Hal itu terbukti ketika Kapolres bersama panitia pembangunan 
gereja melakukan peninjauan ke bedeng yang terbakar, tercium bau minyak tanah. 
"Kami menduga pembakaran ini sudah direncanakan," katanya singkat. 


Sekitar 500 orang, sebagian besar berjubah dan berpeci putih, termasuk  
ibu-ibu, tepat malam 1 Muharram 1431 Hijriah menyerbu lokasi Gereja Katolik 
Santo Albertus di  Perumahan Harapan Indah yang terletak hanya sekitar 150 
meter dari Mapolsek Medan-satria, Kelurahan Medansatria, Kecamatan Medansatria, 
Kota Bekasi, Kamis malam, sekitar pukul 22.00 WIB. Dua bedeng tempat material 
dan tempat para tukang tidur, temasuk sebuah kantor yang terbuat dari kontainer 
bekas, dibakar habis.


Bahkan, bagian depan gereja yang dalam tahap pemba-ngunan itu hampir terbakar. 
Massa yang beringas kesulitan membakar bagian gedung utama gereja. Tidak ada 
korban jiwa dalam kejadian itu. Puluhan orang tukang yang sedang tidur di 
bedeng berhamburan setelah massa menyerbu lokasi tersebut. Mereka melompati 
tembok untuk menghindari amukan massa yang beringas.


Bahkan, disebutkan, delapan orang anggota Polsek Medansatria yang saat itu 
berada di lokasi kejadian tidak mampu menenangkan massa yang berteriak sambil 
melontarkan kata-kata bakar. Diduga kuat, massa datang dari arah utara. Sebab, 
beberapa ratus meter dari  lokasi gereja yang masuk wilayah Kota Bekasi itu, 
sudah berbatasan dengan wilayah Kabupaten Bekasi di Kecamatan Tarumajaya dan 
Babelan.  


Sebelum membakar fasilitas pembangunan gereja, massa terlebih dahulu berkumpul 
di sekitar lokasi patung gerbang masuk Perumahan Harapan Indah. Kemudian, massa 
yang naik ratusan sepeda motor dan sebagian lagi membawa mobil pikap yang 
sengaja dilengkapi dengan pengeras suara, berge-rak dari lokasi patung gerbang  
utama melintasi depan Kantor Polsek Medansaria. Begitu tiba di lokasi gereja, 
massa langsung merangsek masuk ke lokasi dan melakukan pembakaran.

Izin Lengkap
Ketua pembangunan gereja tersebut, Laksamana Pertama TNI Kristina Rante Tanu 
yang ditemui SH di lokasi besama beberapa panitia pembangunan menyatakan 
pihaknya sa-ngat menyesalkan aksi pembakaran terhadap rumah peribadatan itu. 
"Di zaman sekarang, masih ada kejadian seperti ini. Kami tidak habis pikir  
karena sebuah perizinan sudah lengkap," katanya.
Dia meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut pe-laku pembakaran itu. Ia 
menyebutkan, gereja yang berlokasi di lahan 7.000 meter dengan ba-ngunan 2.000  
meter itu mulai dibangun Mei 2008. Saat ini, tahap pembangunannya sudah selesai 
80 persen dan sejak awal pembangunan tidak ada gejolak, temasuk  semua  
perizian sudah dipenuhi sejak awal. n   


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke