http://www.mediaindonesia.com/read/2009/12/21/112606/21/2/Maxis-Raup-Rp14-Triliun-dari-TKI-dan-WNI


Maxis Raup Rp1,4 Triliun dari TKI dan WNI 
Senin, 21 Desember 2009 06:40 WIB      

KUALA LUMPUR--MI: Operator seluler terbesar di Malaysia Maxis Sdn Bhd 
mendapatkan pemasukan dari TKI dan WNI yang menggunakan telepon genggam (HP) 
sekitar Rp1,48 triliun per tahun. 

"Pelanggan Indonesia yang gunakan Maxis atau Hotlink sekitar 500.000 pelanggan. 
Mereka menggunakan panggilan telepon genggam rata-rata 70 ringgit per bulan dan 
SMS 20 ringgit per bulan sehingga totalnya penerimaan Maxis mencapai sekitar 
540 juta ringgit per tahun," kata senior manager Maxis Sdn Bhd Zafri Mohd 
Shariff, ketika membuka warung Hotlink atau Pojok Hotlink Indonesia, di Shah 
Alam, Selangor, Malaysia, Minggu (20/12). 

"Itu belum dari pendapatan 'ring tones', 'screen wallpaper' dan lainnya. Kami 
akan terus meningkatkan pangsa pasar kami untuk segmen pasar Indonesia," 
katanya. 

Menurut dia, hingga kini seluruh pelanggan di Malaysia mencapai sembilan juta 
pelanggan, dan di antaranya 500.000 warga atau pekerja Indonesia. 

Dalam warung Hotlink itu terdapat informasi mengenai KBRI, tabloid Caraka 
(kerja sama Biro ANTARA Kuala Lumpur dengan KBRI), biaya perpanjangan paspor, 
informasi harga tiket Garuda, pengiriman uang oleh Bank Mandiri dan beberapa 
produk Indonesia seperti jamu, makanan, dan minuman. 

"Maxis diuntungkan dengan makin meningkatkan penjualan kartu perdana. Kalo 
biasanya penjualan hanya 300-400 kartu perdana per bulan dengan warung hotlink 
maka penjualannya mencapai 1.000 kartu per bulan, sedangkan KBRI mendapatkan 
keuntungan  dari informasi yang disebarkan melalui warung Hotlink ini," kata 
Zafri. (Ant/OL-03)

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke