http://www.sinarharapan.co.id/cetak/berita/read/pemerintah-bersikukuh-pertahankan-sri-mulyani/


Senin, 21 Desember 2009 12:31 
Pemerintah Bersikukuh Pertahankan Sri Mulyani    
OLEH: NOVAN DWI PUTRANTO/ NINUK CUCU SUWANTI



Jakarta - Pemerintah bersikukuh mempertahankan Menteri Keuangan Sri Mulyani 
Indrawati. Bahkan, pemerintah kembali menegaskan tidak akan menonaktifkan Sri 
Mulyani, meskipun banyak tuntutan dari masyarakat dan Panitia Khusus (Pansus) 
Angket DPR. Pasalnya, dia tidak dalam posisi sebagai terdakwa dalam kasus 
skandal Bank Century yang merugikan negara Rp 6,7 triliun.

     
Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai rapat terbatas di Halim Perdana Kusuma, 
Minggu (20/12) pagi, mengatakan, dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 
tentang Kementerian Negara, seseorang bisa diberhentikan sebagai menteri bila 
berstatus terdakwa dengan ancaman hukuman pidana minimal delapan tahun. "Menkeu 
tidak dalam kondisi seperti itu," katanya.    


Hatta juga kembali menegaskan pendapat Presiden bahwa penonaktifan Sri Mulyani 
dan Wakil Presiden Boediono tidak relevan dengan proses politik Century di DPR. 
Karena itu, ia meminta supaya Sri Mulyani terus fokus bekerja. "Menkeu masih 
sangat diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan ekonomi nasional kita. 
Penonaktifan bukan opsi," katanya sambil menambahkan, sejauh ini tidak ada 
guncangan terhadap tim ekonomi kabinet.  


Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Ja'far 
secara terpisah meminta kepada semua pihak untuk tidak mengintervensi ataupun 
men-dikte Pansus Bank Century. Pasalnya, anggota pansus telah memahami dan 
sangat mengerti tugas-tugas yang diembannya.


"Pansus itu tidak sembarangan dalam melakukan pemeriksaan, mengambil sikap 
politik maupun memutuskan sebuah kesimpulan. Karena itu, biarkan pansus bebas 
bekerja tanpa tekanan," katanya. Menurutnya, seluruh anggo-ta pansus sangat 
paham batas konstitusi. Karena itu, sebaik-nya semua pihak tidak mela-kukan 
polemik atau perdebatan konstitusi atas langkah pansus.


Ia juga mengingatkan Pansus Bank Century bukanlah "kuda troya" dari pertarungan 
orang per orang. Karena itu, pansus tidak akan bergeser dari tugas dan tujuan 
asalnya. Masyarakat pun sebaiknya mewaspadai bahayanya "perselingkuhan" 
konglomerat hitam dengan birokrat yang merampok uang negara secara sistematis 
dengan cara-cara yang canggih.


"Sebab perampokan uang negara dengan cara shopisticated (canggih) sulit diendus 
modus operandinya dan berlindung di balik peraturan perundang-undangan serta 
seolah-olah langkahnya benar dan tidak melanggar hukum," ungkapnya.
Ia juga mengharapkan penyelenggara negara bisa bekerja sama dan menunjukkan 
sikap kooperatif. Mereka  tidak boleh berlindung ataupun memanfaatkan posisinya 
sebagai penyelenggara untuk menghalang-halangi kerja pansus, baik berupa tidak 
mengindahkan panggilan pansus atau mempersulit proses pemeriksaan pansus. 
Termasuk tidak menghilangkan barang bukti yang diperlukan Pansus Bank Century.


"Karena itu kami meminta kepada semua pihak untuk tetap menghormati pansus, 
memberikan dukungan dan kontrol penuh agar pansus dapat menjalankan dan 
menyelesaikan tugasnya dengan baik, objektif, transparan, rasional, 
konstitusional serta memenuhi hakikat keadilan publik," imbuhnya. n








[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke