http://www.antaranews.com/berita/1261569369/deplu-fasilitasi-kepulangan-16-tki-dari-kuwait

Deplu Fasilitasi Kepulangan 16 TKI dari Kuwait
Rabu, 23 Desember 2009 18:56 WIB | Peristiwa | Naker | 

Ilustrasi ( ANTARA/Ismar Patrizki)Jakarta (ANTARA News) - Departemen Luar 
Negeri pekan ini memulangkan sedikitnya 16 orang TKI bermasalah dari 
penampungan di KBRI Kuwait City yang pemulangan dilakukan dua tahap yakni pada 
21 dan 23 Desemebr 2009. 

Pemulangan 16 TKI bermasalah itu, menurut keterangan Departemen Luar Negeri di 
Jakarta, Rabu, dilakukan dalam dua tahap yaitu 14 orang pada Rabu (23/12) dan 
dua orang pada Senin (21/12).

Pemulangan para TKI bermasalah itu menindaklanjuti pemulangan 553 TKI yang 
berada di penampungan KBRI Kuwait City dalam periode 20 Oktober-21 Desember 
2009.

Keempatbelas orang TKI bermasalah yang dimaksud dijadwalkan tiba di Bandara 
Soekarno- Hatta pada 24 Desember , pukul 13.50 WIB, dengan menggunakan 
Penerbangan Etihad Airways (EY 472).

Sedangkan dua yang lain telah tiba di Jakarta pada 21 Desember pukul 13.50 WIB 
dengan menggunakan penerbangan Etihad Airways (EY 472). 

Setibanya di tanah air , para TKI tersebut diserahkan kepada instansi terkait 
untuk diproses lebih lanjut dan dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing. 
Proses pemulangan tersebut langsung difasilitasi oleh Direktur Perlindungan WNI 
dan BHI Deplu.

Hingga 19 Desember 2009 masih terdapat 507 TKI bermasalah di penampungan KBRI 
Kuwait City yang sedang melaksanakan proses exit permit (izin kepulangan) pada 
otoritas Pemerintah Kuwait. 

Diharapkan proses pengurusan exit permit tersebut akan selesai dalam waktu 
dekat sehingga para TKI bermasalah tersebut dapat segera dipulangkan ke 
Indonesia.

KBRI Kuwait City pada Januari 2010 kembali memproyeksikan pemulangan 50 TKI 
bermasalah per minggunya, sehingga dalam kurun waktu Januari 2010 ditargetkan 
sejumlah 200 TKI bermasalah yang berada di penampungan KBRI Kuwait City 
direncanakan dipulangkan .

Pada hari yang sama, Deplu juga memfasilitasi kepulangan 13 TKI yang berada di 
penampungan sementara KBRI Sana`s, Yaman.

Ketiga belas orang tersebut dijadwalkan tiba di tanah air pada Kamis, 24 
Desember dengan menggunakan pesawat Yemenia Airlines nomor penerbangan IY 862 
ETA 13.25 WIB dengan didampingi oleh dua staf Direktorat Perlindungan WNI dan 
BHI.

Ketiga belas WNI asal Kalimantan Selatan tersebut merupakan korban penipuan 
dengan modus operandi pemberangkatan ibadah haji ke tanah suci melalui Yaman. 

Namun setibanya di Yaman ternyata mereka dicoba diselundupkan melalui 
perbatasan Yaman-Arab Saudi sebelum tertangkap oleh aparat setempat. Termasuk 
diantara ketigabelas orang tersebut, seseorang yang telah berusia lanjut dan 
sakit serta seorang ibu yang membawa bayinya yang berusia delapan bulan.

Untuk memfasilitasi kelancaran kepulangan mereka, Departemen Luar Negeri c.q. 
Direktorat Perlindungan WNI dan BHI telah melakukan koordinasi dengan instansi 
terkait agar kedatangan mereka di tanah air dapat berjalan dengan baik.

Agar kasus serupa tidak terulang kembali, Deplu dalam rangka perlindungan WNI 
di luar negeri mengimbau WNI yang akan menunaikan ibadah haji mempersiapkan 
dirinya dengan sebaik-baiknya dan menggunakan prosedur yang telah ditentukan 
pemerintah dalam proses keberangkatannya.

Program kegiatan pemulangan TKI bermasalah di penampungan Perwakilan RI di luar 
negeri telah ditetapkan sebagai salah satu bagian dalam Program Kerja 100 Hari 
Deplu.

Terkait banyaknya TKI bermasalah di luar negeri yang berada di penampungan 
Perwakilan RI, Deplu mengimbau kiranya perlu diambil langkah-langkah perbaikan 
di dalam negeri untuk mencegah terulangnya kembali hal-hal yang tidak 
diinginkan seperti yang dialami TKI tersebut .

Deplu juga mengharapkan instansi-instansi terkait di dalam negeri dapat 
mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai dengan tugas pokok dan 
fungsinya masing-masing.(*)
COPYRIGHT © 2009


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke