http://batampos.co.id/Terbaru/Terbaru/_Keluarga_Usamah_bin_Laden_Akhirnya_Diketahui_Bersembunyi_di_Iran.html


      Keluarga Usamah bin Laden Akhirnya Diketahui Bersembunyi di Iran 
     
      Kamis, 24 Desember 2009  


      Minta Pengampunan, Ingin Hidup Tenteram di Syria atau Qatar 

      Misteri di mana keluarga Usamah bin Laden terjawab. Yang membocorkan itu 
Omar bin Laden, salah seorang putra Usamah. Dikatakan, sebagian besar 
keluarganya berada di kamp perlindungan di luar Teheran, Iran. 

      ---

      ''MEREKA menjalani kehidupan normal. Memasak daging, menonton televisi, 
dan membaca. Mereka juga diizinkan melakukan perjalanan untuk berbelanja. 
Beberapa di antaranya di kamp, menikah, dan memiliki keturunan,'' papar Omar 
seperti dilansir Daily Telegraph kemarin (23/12). 

      Sejatinya Omar tak mengira bahwa familinya banyak yang masih hidup. 
Hingga November lalu, salah seorang saudaranya, Iman, menghubungi dia. Putra 
ketiga Usamah itu mendapatkan informasi bahwa salah seorang istri ayahnya 
beserta keenam saudara dan sebelas kemenakannya masih hidup dan selamat. 

      ''Mereka menceritakan bagaimana bisa kabur dari Afghanistan sebelum 
serangan 9/11 terjadi dan melintasi perbatasan Iran,'' tutur Omar seperti 
dikutip Daily Mail.

      Di Iran, mereka tinggal di sebuah kamp di luar Teheran dengan penjagaan 
kelas tinggi. Penjaga keamanan tak mengizinkan mereka meninggalkan kamp demi 
keselamatan mereka. Mereka juga dilarang mengadakan hubungan dengan dunia luar. 
Sebab, di sisi lain Negeri Para Mullah itu berulang-ulang menampik isu terkait 
keberadaan keluarga Usamah di wilayahnya. 

      Dan, seminggu setelah menghubungi Omar, Iman melarikan diri dari kamp 
perlindungan Iran. Dia mencari suaka ke Kedutaan Besar Arab Saudi. Saat ini 
Iman dikabarkan berada di sana sambil meminta izin untuk meningalkan Iran. 

      ''Pemerintahan Iran tak tahu apa yang harus dilakukan dengan sekelompok 
besar orang yang tak diinginkan di mana pun. Jadi, mereka hanya menjaga agar 
keluarga Usamah tetap aman. Untuk itu, jauh dari lubuk hati terdalam, kami 
berterima kasih kepada pemerintah Iran,'' papar Omar.

      Selama delapan tahun keluarga Usamah tak diketahui. Pasca peristiwa 
serangan 9/11 pada 2001 di AS, keluarga lulusan Universitas King Abdul Aziz 
bidang ekonomi dan manajemen itu hilang bagai ditelan bumi. Ada yang bilang 
mereka kabur dari markas di Afghanistan. Termasuk di antaranya, beberapa anak 
Usamah seperti Saad yang kala itu berusia 20, Ossman, 17; Muhammad, 15; Fatma, 
14; Hamza,12; Iman, 9; dan Bakr,7. 

      Ada beberapa spekulasi mengenai mereka. Beberapa anak Usamah diperkirakan 
ikut merencanakan serangan teroris, terjun ke lapangan, dan meninggal. Sebut 
saja, Muhammad yang diyakini menjadi komando kedua di Al Qaidah. Demikian juga, 
Saad yang dikabarkan terbunuh sekitar 18 bulan lalu oleh pasukan Amerika 
Serikat. 

      Namun, kabar itu ditepis. Keluarga Usamah menegaskan bahwa Muhammad masih 
hidup dan tinggal bersama mereka di kamp. Begitu juga Saad yang sempat tinggal 
di kamp kurang dari setahun lalu dan pergi mencari ibunya.

      Omar mengatakan sempat tinggal bersama ayahnya di pengasingan di Sudan 
dan Afghanistan. Tetapi, dia pergi sebelum serangan 9/11 terjadi. 

      Sekarang Omar hanya berharap agar keluarganya diizinkan meninggalkan Iran 
dan bergabung bersama ibu, saudara, dan dua saudarinya di Syria. Atau, 
bergabung dengan dia dan istrinya di Qatar. 

      ''Kami hanya ingin bersama sebagai keluarga. Saya sekarang punya 11 
kemenakan perempuan dan laki-laki yang tak pernah kulihat selama ini. Mereka 
terlahir di Afghanistan atau di Iran,'' harapnya. 

      ''Mereka hanya korban tak bersalah, sama dengan korban lain yang terluka 
pada insiden mengerikan 9/11 dan 7/7 (pengeboman di London pada 2005). Mereka 
hanyalah bayi dan anak-anak yang tak pernah memperoleh pendidikan, tak pernah 
melukai jiwa seseorang, tak pernah dilatih dengan senjata, atau menjadi bagian 
dari Al Qaidah. Anak-anak tak bisa dihakimi oleh dosa ayah mereka,'' tandas 
Omar. (war/ami) 
     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke